Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
206


__ADS_3

" Assalamualaikum..Pak Ustadz !! " Seru laki laki yang baru saja menuruni tangga lantai dua rumahnya.Menyapa tamunya.


" Waalaikum salam warrahmatullahi wabarakatuh...Tuan !! " Jawab laki laki yang memakai baju koko warna putih gading sambil berdiri dari tempat duduknya.


Laki laki pemilik rumah itu mengulurkan tangannya bersalaman pada tamunya.


" Perkenalkan,nama saya Adalrich..di sini orang biasa memanggil saya Rich !! " Ujar Rich menjabat tangan tamunya.Dia berbicara dengan bahasa Indonesia yang sangat kaku.


" Ooh..saya Alsyad..." Ucap Ustadz berumur 29 tahun tersebut sambil menyambut uluran tangan Adalrich.


" Aah..silahkan duduk Pak Ustadz...!! " Seru Adalrich ramah,lalu menghempaskan tubuhnya di sofa bersebrangan dengan sang ustadz.


Ustadz muda itu kembali duduk." Panggil saja saya Alsyad tidak usah pake ustadz..terlalu ribet dan kayanya kita seumuran " Ujar Alsyad memakai bahasa Inggris.


" Keliatannya anda kesulitan pakai bahasa indonesia,buat kita komunikasi pakai bahasa inggris saja,biar lebih mudah " Imbuh Alsyad lagi.


" Woow luar biasa !!. Maaf kalau saya masih sangat kaku pakai bahasa Indonesia,soalnya saya belum cukup sebulan di sini. " Adalrich kagum dengan laki laki di depannya...sangat lancar pakai bahasi inggris.Padahal sebelumnya tadi dia sudah berfikir akan kesulitan nantinya berkomunikasi dengan guru spiritualnya itu.


" Aah..tidak apa apa..Insyaa Allah lama lama anda pasti akan lancar berbicara pakai bahasa Indonesia " Tutur Alsyad ramah.


" Oohh..ok.Sengaja saya mengundang anda di sini,saya ingin belajar lebih dalam lagi tentang agama islam.Saya jadi mualaf sebulan yang lalu di negara saya.Di sana saya kesulitan mencari guru spiritual.Jadi saya memutuskan nanti di Indonesia baru belajar tentang islam " Tutur Adalrich menjelaskan.


" Masyaa Allah...jadi waktu anda mengucapkan dua kalimat syahadat,siapa yang membimbing anda ?? " Tanya Alsyad serius.


" Kakak dari teman saya,dia berkebangsaan Turki.Saya mengucap dua kalimat syahadat di rumah mereka dan di saksikan oleh teman saya dan tiga orang lainnya yang juga beragama islam "


" Masyaa Allah...Seperti bayi baru lahir..anda akan memulai semuanya dari awal dan kemungkinan,anda akan mendapatkan banyak kesulitan.Anda harus mempersiapkan mental dan stok kesabaran lebih banyak lagi.Sebab kebiasaan agama lama anda kadang bertentangan dengan agama islam "


" Mm...Insyaa Allah.Kira kira kebiasaan seperti apa itu ?? " Tanya Adalrich serius.


" Contoh kecilnya,seperti khamar atau alkohol.Mungkin di negara anda atau di agama lama anda itu adalah hal yang lumrah.Tapi dalam islam,minuman itu haram disentuh, walau pada prakteknya banyak orang islam yang kecanduan dengan minuman tersebut ".


" He..he..he..kalau cuma itu,dari dulu juga saya tidak suka dengan cairan itu " Ucap Adalrich sambil terkekeh.

__ADS_1


" Masyaa Allah...luar biasa.Jarang saya mendapati orang seperti anda.Saya rasa sangat mustahil,orang tinggal di barat sana tidak menyukai alkohol.Tapi,anda memang lain daripada yang lain." Alsyad terkagum kagum dengan pernyataan Adalrich.


" Hha..haaa..anda terlalu berlebihan.Banyak kok orang seperti saya,tidak menyukai alkohol,dengan alasan kesehatan " Tukas Adalrich.


" Kalau begitu..kira kira saya harus mulai dari mana untuk tahap belajar anda ?? " Alsyad bertanya pada Adalrich sesaat kemudian.


" Mm...bagaimana kalau mulai dari mengajari saya sholat "


" Ok..Baiklah...kalau begitu kita mulai dari berwudhu dulu baru lanjut belajar sholat "


" Ok...Ayo kita mulai " Seru Adalrich antusias.


Ustadz Alsyad tersenyum senang melihat Adalrich sangat antusias.


" Masyaa Allah...semoga anda bisa istiqomah dengan iman baru anda,Tuan " Gumam Alsyad dalam hati ".





" Maafkan Umi...Umi tidak bermaksud membentakmu tadi " Bujuk Nurul lagi tidak mendapat reaksi dari Zahrah.



" Mm..Umi boleh tanya nggak...Zahrah tahu dari mana kalau Abi mau punya dede bayi ?? " Nurul masih berusaha mengajak anaknya untuk berbicara.



" Ara dengar waktu Umi bicara dengan ante Syifa.Ara tidak mau Abi lagi...pasti Abi lebih sayang sama dede bayinya Abi !! " Akhirnya Zahrah mau berbicara pada Nurul walaupun masih enggan mengangkat wajahnya yang dibenamkannya di bantal.


__ADS_1


" Astaghfirullah...tidak bisa seperti itu,sayang !! tidak mungkin Abi tidak sayang sama Zahrah.Itu suudzon namanya,Nak...!! Abi itu masih tetap sayang Zahrah ". Ujar Nurul membujuk Zahrah.



" Ara tidak mau.Abi jahat !! " Pekik Zahrah.



" Zahrah..anak Umi..duduk dulu sayang.Tidak sopan berbicara kalau membelakangi lawan bicara " Tegas Nurul pada anaknya.



Zahrah bangun dan duduk dengan wajah ditekuk.Bibirnya cemberut maju dua senti.



" Masyaa Allah...anak Umi yang cantik kenapa wajahnya ditekuk kaya gitu.Nanti hilang cantiknya loh..!! " Goda Nurul pada anaknya.



" Senyum dong,sayang...!! goda Nurul lagi sambil menggelitik perut Zahrah hingga Zahrah terkikik merasa geli.



" Umiiii...!! geli..!! ampuun !! " Pekik Zahrah sambil tebahak.



" Tidak mau..sebelum Zahrah janji tidak marah lagi sama Umi !! ".



" Iyaa..Ara janji tidak marah lagi !! "

__ADS_1



" *Ya Allah...hapuskanlah duka di hati Kakak dan ponakanku.Gantikanlah duka itu dengan kebahagiaan* " Gumam Syifa yang sedang mengintip di sela pintu kamar Nurul.Dia urung masuk tadi ketika mendengar percakapan Nurul dan anaknya.


__ADS_2