Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
35


__ADS_3

Setelah puas menumpahkan keluh kesahnya,perlahan Syifa bangkit dari tempatnya duduk.Wajah yang tadinya sendu tiba tiba berubah sangat dingin.Tatapannya datar.Entah apa yang ada difikiran Syifa saat ini,yang jelas matanya menyimpan sejuta misteri.Syifa berjalan dengan gontai,kedua tangannya dimasukkannya ke dalam katung hoodie.


Dari kejauhan Maliq nampak celingak celinguk mencari keberadaan Syifa.


"Ckk...kemana sih itu anak..hhfff bikin susah saja"!!.Umpat Maliq gemas.


Sesaat kemudian Maliq melihat sosok yang mirip Syifa sedang berjalan ke arahnya.


"Kayanya itu Syifa,awas aja ya..!!...Gumam Maliq sambil mempercepat langkahnya.


"Heeeh...dari mana saja kamu??pagi pagi sudah bikin susah orang,sudah tau pagi ini kita mau berangkat malah kelayapan!!"Bentak Maliq pada Syifa,ketika Syifa sudah berada cukup dekat dengannya.

__ADS_1


Syifa mendongakan kepalanya yang tertunduk,ditatapnya wajah Maliq sesaat.Tatapannya sangat dingin menghujam ke dalam manik mata Maliq.Kemudian berlalu tanpa mengucap sepatah katapun.


Maliq meradang tak dianggap oleh Syifa.Ditariknya dengan kasar tangan Syifa,hingga membuat badan Syifa berputar menghadap Maliq.


"Kamu punya telinga??Aku bertanya padamu!!Jangan seenaknya Syifa,Apa kamu sudah tidak menghargaiku sebagai suamimu??bertindak semaumu seperti gadis liar!!.Teriak Maliq menumpahkan kemarahannya pada Syifa.


Syifa tersentak menerima perlakuan Maliq.Ditutupnya matanya sesaat untuk menetralkan gemuruh di dadanya,Dia memaksa menekan ketakutannya.Wajahnya pias tapi datar tanpa ekspresi.Perlahan dibukanya matanya memberanikan diri untuk menatap mata elang Maliq,tatapan penuh luka yang berusaha disembunnyikannya.Perlahan bibirnya terangkat melukis sebuah senyum sinis.


Sesaat Maliq terpaku dengan ucapan dan sikap Syifa.Dia termakan oleh ucapannya sendiri.Ditatapnya punggung Syifa yang semakin jauh meninggalkannya.


Maliq tertunduk lesu memikirkan semua ucapan Syifa.Dihempaskannya tubuhnya di atas pasir.Dia tidak mengerti mengapa sikap Syifa tiba tiba berubah,yang biasanya selalu tertunduk malu tiba tiba sangat mengerikan.(Dasar Maliq,Dia tidak menyadari sudah menggoreskan luka yang sangat dalam pada gadis kecilnya).

__ADS_1


"Aargggh...."Teriak Maliq frustasi.


***


Syifa berjalan semakin menjauhi Maliq.Bibirnya tersenyum aneh.


"Aku akan tetap menjadi istrimu dengan caraku sendiri tuan Maliq.Aku tidak ingin mengecewakan kedua orang tuaku,biarlah Aku akan bertahan selama yang Aku mampu".Gumam Syifa sambil memasuki kamar tempat mereka menginap.Kemudian diambilnya pakaiannya lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya.


Setelah dua puluh menit kemudian Syifa telah selesai mandi.


"Ceklek"...

__ADS_1


Maliq membuka pintu kamar lalu masuk tanpa mengucapkan kata kata dan berlalu masuk kedalam kamar mandi.Syifa mengambil pakaian Maliq di dalam koper,Dia menyiapkannya karena Dia lihat Maliq tidak membawa baju ganti.Di letakkannya pakaian Maliq di atas kasur lalu Dia beranjak menuju ke arah jendela kamar.Syifa berdiri di situ sambil mendekap dadanya dengan kedua tangannya.Tatapannya kosong menerawang.


__ADS_2