Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
89


__ADS_3

Ditempat lain...nampak sepasang suami istri paruh baya sedang berpelukan haru.Mereka rasa tidak percaya dengan apa yang sedang mereka saksikan sekarang.


"Pah...itu benaran Syifa kan pah..??" Pekik Mamah Syifa sambil melotot ke arah layar TV kecil 14 inc milik mereka. Papah Syifa yang senang memang melihat berita,tanpa sadar melihat berita ekonomi dan sangat terkejut melihat wajah Syifa yang terpampang jelas di layar TV.


"Iya Mah...itu memang Syifa anak kita.MCnya menyebut nama lengkap Syifa dan asal kotanya.Masyaa Allah anakku sudah memakai hijab.Dia sangat cantik Mah...!!"Seru Papah Syifa sambil terisak haru.


"Hiks...hiks...anakku!!!.Iya Pah..dia sangat cantik dan anggun memakai hijabnya.Aku sangat merindukannya Pah...hiks...hiks..." Ujar Mamah Syifa di sela sela isaknya.


Papah Syifa hanya terdiam mendengar ucapan istrinya.Kalau mau jujur dia juga sangat merindukan anak bungsunya itu.Tapi apa daya,mereka tidak punya kekuatan untuk sekedar datang mengunjungi anaknya itu.Keadaan perekonomian mereka yang hanya cukup untuk makan,membuat mereka tidak mempunyai biaya lebih untuk sekedar bepergian keluar dari kota mereka.


Sebenarnya Irman sang menantu sudah berulang kali menawarkan bantuan kepada mereka.Irman menawarkan memberikan modal untuk membeli lahan yang lebih banyak lagi untuk digarap Papah Syifa,agar hasilnya akan lebih banyak lagi.Tapi Papah dan Mamah Syifa selalu menolak dengan halus.Mereka malu harus menerima bantuan dari menantu mereka.Mereka tidak ingin dianggap menggantungkan hidupnya pada menantunya.Mereka sudah sangat bersyukur anaknya sudah bisa hidup dengan layak.


"Sabar yaa..mah.Semoga satu waktu Syifa akan datang mengunjungi kita.Papah yakin,saat ini Syifa sangat sibuk hingga dia tidak sempat menjenguk kita "Tutur Papah Syifa sambil mengelus punggung istrinya dengan lembut.


Mamah Syifa hanya mengangguk pelan sambil mengusap airmatanya.


"Terima kasih Ya Allah.Engkau telah menitipkan anak yang cerdas dan shalehah kepada kami "Gumam Mamah Syifa sambil mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

__ADS_1


Papah Syifa tersenyum.


"Kita harus bersyukur telah di titipkan amanah dua bidadari shaleha dari Allah".Sahut Papah Syifa sambil mengecup kening Mamah Syifa dengan lembut.Mamah tersipu lalu menyandarkan kepalanya ke bahu Papah Syifa.


***


Di rumah Mamah Maliq.


Siti berteriak heboh melihat keberadaan Syifa di TV.


"Ibu...ibuuu...ada Naakk Syifa di TV "Teriak Siti sambil mengetuk ngetuk pintu kamar Mamah Maliq.Mamah Maliq yang baru keluar dari kamar mandi habis buang air kecil,langsung berlari ke arah pintu mendengar teriakan Siti.


"Itu Bu..ad...ada Nak Syifa " jawab Siti terbata bata.


"Iya...suru masuk aja..!!"


"Bukan..bukan itu Bu,Nak Syifa bukan di sini,tapi di TV " Ujar Siti masih terengah engah.

__ADS_1


"Haah..di TV ?"Beo Mamah Maliq sambil melongo tidak mengerti.


"Iyaa..Nak Syifa ada di TV.Dia muncul di TV,ayo...Bu !"Siti tanpa sengaja menarik tangan Mamah Maliq mengajaknya ke ruangan tempat menonton.


Mamah Syifa masih dengan kebingungannya mengikuti langkah Siti.


"Itu Nak Syifa kan Bu ??"Ujar Siti sambil menunjuk layar TV led 65 inci di ruang keluarga.


"Iya itu menantuku Syifa...Masyaa Allah...."Pekik Mamah Maliq sambil menitikkan airmatanya setelah mengetahui bahwa Syifa memenangkan lomba karya ilmiah.


"Ada apa ini ribut ribut ?"Tiba tiba ada suara menginterupsi suasana haru Mamah dan Siti.


Mamah menengok sekilas ke arah suara.


"Ayiin...itu ada Syifa di TV..dia memenangkan lomba karya ilmiah "Pekik Mamah Maliq antusias.


Ayin menatap layar TV di depannya.

__ADS_1


"Hmmm...luar biasa,ternyata dia gadis yang cerdas "Gumam Ayin tapi cuman di dalam hati.Mana mau dia mengakui kehebatan Syifa.


__ADS_2