
" Drrtt...Drttt...Drrttt ".Ponsel Syifa yang terletak di atas nakas bergetar.Sekilas Maliq melihat nama di layar ponsel " My best Friend ". Siapa itu my best friend?? " Maliq penasaran. "
" Aku angkat atau tidak yaa ..!!"
" Aku angkat saja deh..kebetulan tidak ada orang,Syifa juga belum siuman " Gumam Maliq.Saat ini memang Mamah dan Papah Syifa sedang pulang ke rumah Maliq.Maliq menyuruh mereka untuk istrahat dulu setelah menempuh perjalanan jauh.Mereka pulang diantar oleh Jhon,sopir Maliq.
Maliq menekan tombol untuk mengangkat telpon.
"Hallo..plend....!!lama banget sih ngangkat telponnya !!mentang mentang sudah magang lupa deh sama junior yang masih berjuang di semester bawah " suara cempreng seorang gadis terdengar di sebrang,memekakan telinga Maliq.
Maliq menjauhkan ponsel dari telinganya " Astagaa..ini siapa sih suara cewek tapi nggak ada anggun anggunnya.Bisanya Syifa punya teman kaya gini " Gumam Maliq sambil mengusap telinganya pelan.
" Hallo..Syifa..kamu dengar nggak sih aku ngomong dari tadi ??" pekik gadis di sebrang.
" Hallo ini siapa?? " Ujar Maliq dengan suara datar.
" Haisst...ini yang siapa??ini nomor Syifa kan?" Tanya gadis di sebrang.
" Saya suami Syifa...kamu siapa??"
" Oo...Suami Syifa..!!saya Gladis temannya.Kalau boleh tau Syifanya mana ?" Tanya Gladis dengan suara pelan.
" Syi..Syifa...belum siuman.." Ucap Maliq lirih dengan suara sendu.
"Siuman??" Beo Gladis.
" Iya..Syifa lagi di rawat di rumah sakit sekarang,kemarin Syifa sempat koma "
"Apaaa?? koma??kenapa bisa??" Pekik Gladis.
" Astagaaa...ini cewe hobinya teriak teriak " Gerutu Maliq.
" Sory sory...nggak sengaja.Itu refleks "
" Kalau boleh tau,Syifa di rawat di mana Pak..ee...Kak..??"
" Di rumah sakit U**n**t** di ruang VVIP kamar nomor 56 lantai 3 " Tutur Maliq.
" Saya boleh jenguk Syifa,Kak ??"
" Hmm boleh "
" Ok..saya tutup dulu ya Kak..selamat siang"
__ADS_1
" Siang ".
" Hhfft...Syifa bisa juga punya teman bar bar kaya begitu " Gumam Maliq sambil menatap wajah Syifa yang masih belum siuman.
"Syifa...kapan sih kamu sadar ??aku sudah membawa Mamah dan Papah kamu datang ke sini.Kamu sadar dong ..!! kamu nggak rindu sama Mamah dan Papah yaa??" Gumam Maliq sambil mengelus lengan Syifa dengan lembut.
" Ceklek..." Tiba tiba pintu terbuka seiring rubuh Mamah Maliq masuk ke dalam ruangan.
" Maliq...!! mana orang tua Syifa Nak..??"
" Oh..mereka saya suruh pulang ke rumah dulu untuk istrahat.Jhon mengantar mereka "
" Ohh...bagaimana Syifa,belum ada perkembangan ??" Tanya Mamah sambil mendekat ke arah Syifa.
" Belum Mah..sepertinya dia enggan membuka matanya,padahal kata dokter,kondisi Syifa sudah stabil " Ujar Maliq lesu.
" Kamu harus sabar yaa,Nak...mungkin tubuh Syifa memang masih butuh istrahat " Mamah mengelus pundak Maliq dengan lembut untuk memberikan kekuatan.
" Iya Mah..terima kasih yaa Mah...Mamah masih peduli Padaku" Kata Maliq sambil menatap Mamah sendu.
" Maliq...!!sampai kapanpun Mamah tetap peduli terhadap anak anak Mamah.Walau seperti apapun keadaan kalian " Ujar Mamah lembut.
" Drttt...drtt...drtt..." Ponsel Maliq tiba tiba bergetar.
" Iya Nak.."
" Ya Halloo Hendra..."
.........
" Ok aku segera ke sana " Ujar Maliq sambil menutup panggilan.
"Mah...Hendra telpon,katanya ada masalah di sentral 3 dan saya harus ke sana " Ujar Maliq mendekati Mamah.
" Ya sudah..kamu ke sana saja.Syifa biar Mamah yang jaga.Lagian kalau nda salah sentral 3 dekat dari sini kan ??"
" Iya Mah..cuman 30 menitan dari sini "
" Kalau begitu saya titip Syifa yaa Mah..kalau ada apa apa tolong telpon segera saya "
" Iya hati hati di jalan ya Nak.." Ucap Mamah.
Maliq mengangguk lalu berjalan keluar dari ruangan.
__ADS_1
Mamah bangkit dari tempat duduknya di depan Syifa lalu berjalan menuju sofa di dalam ruangan.
" Tok..tok..tok.." Tiba tiba pintu di ketuk dari luar.
" Iya..masuk !!"
"Ceklek " Pintu dibuka.Nampak gadis berwajah bule berdiri di depan pintu sambil tersenyum manis.
" Siang Tante, maaf.ini ruang rawat Syifa ??"
" Iya Nak...ini ruang rawat Syifa.Mari masuk Nak..!!Kalau boleh tau ini dengan siapa yaa??"
Gladis melangkah masuk ke dalam kamar rawat Syifa" Perkenalkan saya Gladis Tante,sahabat Syifa di kampus " Ujar Gladis memeperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya pada Mamah Maliq.
" Ooh...saya Mertua Syifa" Ujar Mamah menyambut tangan Gladis.
" Sini Nak ..kalau mau lihat Syifa.." Mamah menuntun Gladis mendekati Syifa.
" Syifaaa...kamu kenapa Syifa..." Gladis sedih melihat keadaan Syifa.
"Heeiii..bangun plend...aku datang,sudah lama kita tidak ketemu.Kamu tidak rindu padaku ??" ucap Gladis terbata bata.Ditatapnya dengan nanar tubuh Syifa yang masih pucat.Air matanya mengalir deras membasahi pipinya.
" Syifaa...hiks...hiks...bangun!! " Gladis tidak bisa menahan tangisnya.Dia sedih melihat sahabatnya itu.
Mamah mendekat dan menegelus punggung Gladis. " Kita berdoa semoga Syifa segera siuman "
" Aamiin...Iya tante.Sebenarnya ini kenapa bisa jadi begini tante ??" Tanya Gladis pada Mamah Maliq sambil mengusap air matanya.
Mamah Maliq menghela napas panjang,lalu menceritakan kronologis kejadian.
" Astagaa...Syifaaa...dia sangat berani tante.saya salut padanya dan saya tidak menyangka ternyata Syifa bisa bela diri " Ujar Gladis sambil menatap kagum bercampur sedih pada Syifa.
" Iya Nak..tante juga tidak menyangka dia bisa melawan tiga orang penjahat laki laki sendirian.Ternyata dibalik tubuhnya yang mungil ada jiwa yang tangguh." Ujar Mamah sambil terus mengusap lengan Syifa yang tidak ada perbannya.
" Benar kata Syifa,mertuanya sangat menyayanginya.Tapi kemana suaminya yaa,bukannya dia yang menerima telponku tadi ??" Gumam Gladis di dalam hati.
"Oh Iya tante...maaf,ini cuman tante yang jagain Syifa di sini ??" Tanya Gladis sambil mengedarkan pandangannya kesetiap sudut ruangan.
" Ah..nggak kok,tadi ada suami Syifa di sini.Cuman tiba tiba ada urusan kantornya jadi dia lagi keluar.Mamah juga baru saja sampai " Tutur Mamah sambil menatap Gladis dengan lembut.
" Ooh " Gladis ber_oh ria.
" Kirain suaminya tidak mau peduli keadaan Syifa.Syukur deh kalau dia mau jagain Syifa " Gumam Gladis dalam hati.
__ADS_1