Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
176


__ADS_3

" Selamat pagi,Nona Syifa !!!" Sapa dokter Sharon saat melakukan visite di ruang rawat Syifa.Sekilas netranya melihat sosok Maliq meringkuk di sofa.


" Hmm lagi tidur saja terlihat sek*si " Batin Sharon.


Syifa mengangkat wajahnya" pagi dok...!!! sahut Syifa sambil meletakan Al- Quran yang sedang dibacanya di atas nakas.


Dokter Sharon mendekat ke arah Syifa." Di periksa dulu yaa...kalau semuanya baik,besok kamu sudah bisa pulang " Ujar Sharon sambil mulai memeriksa Syifa.


Maliq tidak merasa terganggu dengan kehadiran Sharon dan dua perawatnya.Dia tetap betah dengan tidurnya.


" Sepertinya suamimu begadang semalaman yaa ???" Tanya Sharon pada Syifa.


" Aa..Ii iya mungkin,dok.Soalnya selesai sholat subuh tadi dia tidur lagi " Jawab Syifa gagap.Soalnya dia tidak tau jam berapa Maliq tidur tadi malam.


Semalam Syifa langsung tidur setelah melaksanakan sholat Isya di tempat tidur.Dia tidak menyadari bahwa semalam Maliq hanya duduk sambil menatapnya yang sedang tidur.


Maliq menyesali kesalahannya selama ini dan dia terus berfikir bagaimana caranya agar dia bisa mendapatkan maaf dari Syifa.


" Eeughhmm " Maliq melenguh dan memicingkan matanya.


" Astagaa...sepertinya sudah pagi !!" Gumam Maliq saat melihat tiga orang berpakaian putih di dekat tempat tidur Syifa.


Maliq segera berdiri dan menuju kamar mandi untuk membersihkan wajahnya.


Sharon tersenyum melihat Maliq bergegas ke dalam kamar mandi.Dia sengaja mengulur waktu dengan ber basa basi dengan Syifa.Dia ingin menyapa Maliq sebelum keluar.

__ADS_1


" ceklek " Pintu kamar mandi terbuka seiring dengan keluarnya Maliq dengan wajah yang sudah terlihat segar.


" Selamat pagi,tuan !! maaf sudah mengganggu tidur anda !! " Ujar Sharon sambil tersenyum dengan senyum dibuat semanis mungkin pada Maliq.


" Pagi..!!! ooh..ngga apa apa,dok.Aku saja yang ketiduran padahal sudah pagi " Sahut Maliq dengan wajah datar.


" Ooh..iya.Bagaimana keadaan istri saya,apa dia sudah pulih dan sudah bisa pulang???" Tanya Maliq.


" nyess.." ada perasaan perih di hati Sharon ketika Maliq menyebut Syifa sebagai istrinya.


" Nona Syifa sudah sehat..dan besok sudah bisa pulang !! "


" Eeh..bukannya hari ini yaa, dok ?? " Heran Maliq.


" Nanti besok..aku ingin memastikan dulu bagaimana kondisi nona Syifa " Ujar Sharon beralasan.Dia sengaja menunda kepulangan Syifa karena dia masih ingin melihat Maliq lebih lama lagi.Hatinya sudah sangat jatuh cinta pada Maliq.


" Ooh...." Maliq mengangguk lalu mendekat ke arah Syifa lalu membelai kepala Syifa yang tertutup khimar.


Maliq sengaja melakukan ini karena dia tau tatapan Sharon yang menatapnya dengan tatapan mendamba.


Syifa tertunduk malu dengan perlakuan Maliq." Kak Maliq apaan sih !!" Desis Syifa sambil melirik Maliq.Yang dibalas dengan senyum mesra oleh Maliq.


Sharon yang melihat adegan di depannya merasa gerah." Ok tuan dan Nona Syifa,saya lanjut visite ke pasien lainnya dulu " Pamit Sharon sambil mentap Maliq dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


Maliq tak memperdulikan Sharon.Matanya tetap menatap ke arah Syifa.

__ADS_1


" Iya,dok.Terima kasih !!" Ujar Syifa lalu tersenyum ramah ke arah Sharon.


Sharon segera berlalu dari tempatnya diikuti oleh dua orang perawatnya.


" Hhfft.." Maliq membuang nafasnya kasar.Dia kesal dengan sikap Sharon.


" Dokter Sharon cantik lho,Kak..!! " Ucap Syifa datar tanpa menatap Maliq.Dia bukan tidak tau bahwa Sharon tertarik dengan Maliq.Dia dapat membaca tatapan Sharon yang sangat mendamba itu.


" Iya..dia memang cantik " Sahut Maliq sambil tersenyum usil.Dia sangat ingin melihat Syifa cemburu.


" Hmm.." Syifa melirik sekilas lalu merebahkan tubuhnya dan memunggungi Maliq.


" Dek..kamu cemburu ya..?? " Kata Maliq sambil mencolek lengan Syifa.


Sontak Syifa membalikan badannya menghadap Maliq." Dih...!! siapa juga yang cemburu.Kalau Kak Maliq mau,aku tidak masalah " Ujar Syifa geram sambil mengerucutkan bibirnya.


Maliq yang melihat itu jadi gemas.


" Sayang..!! aku jauh jauh datang ke sini meninggalkan semua pekerjaanku,bukan untuk datang jatuh cinta sama bule itu.Aku datang ke sini untuk mengejar istriku yang meninggalkanku tanpa pamit " Tutur Maliq lembut dengan tatapan sendu.Diraihnya tangan Syifa lalu dikecupnya dengan penuh perasaan.


"Deg !!" Syifa terpaku sesaat.Dia tersentuh dengan kata kata Maliq.


" Drrt..Drrtt...Drtt.." Ponsel Maliq yang ada di atas nakas tiba tiba bergetar.


Maliq meraih ponselnya dan membaca ID pemanggil.

__ADS_1


" Astagaa..!!! " Gumam Maliq panik.


__ADS_2