
" Tak apa apa.Beberapa perpisahan diciptakan Tuhan agar kita tahu masih banyak hal yang perlu ditempuh,jadi biarkan saja.
Tak apa apa jika orang yang kita cinta menjauh,biarkanlah Ia semakin menjauh.Sebab semesta tidak pernah ingkar,bahwa yang seharusnya berpisah atau menjauh akan diganti dengan yang bisa selalu utuh ".
~~ Muhamad Sapila ~~
🌷🌷🌷
" Duduk Nak..!! " Ucap Abinya Irman pada Nurul.
Saat ini mereka sudah berada di rumah tantenya Irman.
Nurul mengedarkan pandangan kesemua sudut ruangan.Sekilas netranya melihat sesosok perempuan berambut lurus sebahu,berkulit putih,dan wajah oval dengan bibir tipis merah muda, sedang tertunduk,duduk bersisian dengan tantenya Irman.
" Siapa wanita ini ??aku baru melihatnya " Batin Nurul.
Nurul semakin mempertajam pandangannya ke arah wanita di samping tantenya Irman.Ada rasa aneh menyusup ke dalam hatinya melihat sikap wanita tersebut.Dia duduk menundukan kepalanya sambil meremas jari jarinya tanpa berani menatap ke arah Nurul seakan dia mempunyai kesalahan besar pada Nurul.
" Ekhhem..." Deheman Abi memecah suasana hening dan canggung.
" Nurul...Abi sama Umi mau bicara sama kamu,Nak...!! " Nurul mendongakan kepalanya dan menatap serius ke arah mertua laki lakinya itu.
" Iya,Abi..!! "
" Kami datang menjemputmu di sini.Kami tidak mau kamu dan Irman berpisah.Ingat ada Zahrah di antara kalian " Tutur Abi to the point.
__ADS_1
Irman menggenggam tangan Nurul." Iya,dek..Abi tidak ingin berpisah denganmu" Sela Irman sambil menatap Nurul dengan tatapan menghiba.
Nurul menegakan tubuhnya.Sekilas diliriknya wanita di samping tantenya Irman,sedang menatap wajah suaminya dengan tatapan yang tak bisa Nurul artikan.
" Baiklah..jika memang itu kemauan Abi...aku sebagai istri terima apa keputusan suami.Tapi... " Nurul menggantung ucapannya lalu menatap dengan intens wajah suaminya.
" Tapi apa dek ?? "
"Batalkan rencana Abi untuk menikah kembali. Aku tidak mau dimadu.Aku akan tetap mempertahankan pernikahan kita dan akan melupakan peristiwa kemarin,asalkan Abi tidak mengulanginya lagi " Tegas Nurul dengan wajah datar.
" Uhuk..uhuk..." Irman serta gadis di samping tantenya serentak batuk tersedak ludahnya sendiri seperti orang janjian.Seketika wajah mereka berdua jadi tegang.Begitu juga dengan wajah yang lainnya.Suasana dalam ruangan kembali hening.
Nurul mengurai genggaman tangan suaminya.Dia merasa ada sesuatu yang ganjil dalam ruangan ini.Dan itu pasti ada hubungannya dengan wanita asing yang duduk di sebrang tempat duduknya saat ini.
Nurul melongo.Ujung alisnya bertautan mendengar ucapan Ayah mertuanya.Dia belum mampu mencerna kalimat yang keluar dari mulut Kakek anaknya itu.
" Maksud Abi..bagaimana,yaa?? aku tidak mengerti " Tanya Nurul masih dengan tampang bingungnya.
" Iya...wanita di depanmu adalah istri dari suamimu.
" Duaarrr...!! " Ibarat petir,kalimat datar tak berperasaan dari ayah mertuanya itu menyambar segumpal daging di dalam tubuhnya.Seketika badannya melemas, dadanya sesak bak terhimpit batu besar.Wajahnya seketika pucat karena terkejut.
" Ma..maksud Abi..kalau Abinya Zahrah telah menikah ?? " Bibir Nurul bergetar ketika merangkai kata perkata untuk memastikan bahwa yang di dengarnya itu tidak salah.
" Dan wanita di depanku ini adalah istri dari Abinya Zahrah ?? " Imbuhnya lagi sambil menatap sendu ke arah mertuanya.Matanya telah berkabut,sedikit lagi cairan bening akan merembes dari sudut matanya.
__ADS_1
Irman semakin menunduk tidak berani menatap wajah istrinya.Jujur dia merasa sangat bersalah pada istri pertamanya itu.
" Jawab..Bi...!! kamu telah menikah tanpa ijin dariku ?? Pekik Nurul menolehkan wajahnya pada suaminya.
" Iy...iya,dek...!! maafkan aku !! " Lirih Irman tanpa berani menatap wajah istrinya.
Nurul membekap mulutnya tidak percaya.Matanya melebar dengan sempurna.Perlahan cairan bening mengalir dari sudut matanya.Seketika dia menatap tajam ke arah wanita yang telah menjadi madunya.
" Tega kau,Bi... !! penghianat..!! " Suara Nurul tercekat di tenggorokannya.Bibirnya semakin bergetar menahan luapan emosi.Seketika dia merasa menjadi orang paling bodoh di sini.Harga dirinya sebagai istri telah diinjak injak oleh laki laki yang dicintainya selama ini.
Nurul bangkit dari tempat duduknya.
" Kau...!! siapa namamu,aku tidak tau.Apa kau tidak tau bahwa laki laki yang telah menikahimu ini adalah suami orang dan memiliki anak ?? " Pekik Nurul sambil menuding ke arah Auzi.
Auzi mendongakan kepalanya lalu balas menatap tatapan tajam Nurul.
" Maaf...!! " Satu kata keluar dari bibir mungil adik madunya itu mampu menikam hatinya hingga perihnya terasa berkali kali lipat.
" Nurul..!! jaga sikapmu !! ada orang tua di depanmu.Dimana sopan santunmu sebagai menantu.Duduk kembali di tempatmu !! Dasar tidak punya etika !!" Titah ayah mertua Nurul dengan membentaknya.
" Duduk dulu,Nak..!! kita bicarakan masalah ini dengan kepala dingin.Jangan pakai emosi,agar bisa sama sama senang " Umi yang sedari tadi diam,tiba tiba menimpali pembicaraan.
Nurul menyusut cairan bening yang mengalir di kedua pipinya lalu tertawa sumbang.Hatinya terasa beku.Wajahnya berubah datar dengan tatapan tajam.
" Haah...!! "
__ADS_1