Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
240


__ADS_3

Sepasang mata Syifa yang dilindungi oleh kaca mata minus terus bergerak naik turun menatap layar laptop di pangkuannya.Otaknya terus bekerja menggali informasi dari imajinasinya.Dia ingin segera menyelesaikan satu judul novel yang sedang ditulisnya.


Sudah setahun ini Syifa mencoba menulis novel on line di beberapa plat form, sejak dia kuliah di Jerman.Dalam jangka setahun dia sudah menyelesaikan sekitar sepuluh novel di tiga plat form berbeda dan semuanya sudah dikontrak di palt form tersebut.


Syifa memang sudah senang menulis sejak SD, tapi tulisannya dulu cukup dicorat coret di buku biasa tanpa bisa dibaca oleh orang lain.Sewaktu dia sekolah, dia lebih senang menulis cerita petualangan anak anak dan ada beberapa kisah misteri.


Kegiatannya ini tidak pernah diketahui oleh Maliq.Dia menulis karyanya ketika suaminya sedang di luar rumah.Dia belum berkeinginan memberitahukan pada suaminya itu.Karena dia tahu hal ini satu hal yang receh buat Maliq,bukanlah sesuatu yang luar biasa.


Sesaat kemudian, Syifa menghela nafasnya dengan pelan.Dia mendongakan kepalanya mengalihkan pandangannya dari layar laptop.


" Sepertinya cukup dua bab saja untuk hari ini.Moodku belum bisa diajak kerja sama " Gumam Syifa sambil menatap taman bunga di depannya.


Saat ini Syifa sedang duduk di gazebo depan taman belakang rumah.Setelah dia selesai mandi tadi dia memilih datang ke taman.Dia belum ingin bertemu suaminya yang mungkin masih terlelap di kamar tamu.

__ADS_1


" Apa aku terima saja tawaran dari pihak kampus yaa..?? agar aku punya kegiatan di luar rumah.Semoga saja Kak Maliq mengijinkanku untuk jadi dosen di kampusku dulu " Batin Syifa seraya menutup laptopnya setelah selesai menon aktifkan.


Dua hari yang lalu Syifa tiba tiba ditelpon dari pihak kampus lamanya.Mereka menawarkan pada Syifa agar dia mau menjadi dosen Manajemen Keuangan.


" Syifaa sayang !! " Syifa tersentak dari lamunannya ketika mendengar suara lembut sang mertua dari arah pintu dapur.


Syifa menoleh dan melemparkan senyum manis ke arah wanita paruh baya tersebut.


" Mamah..!! " Seru Syifa seraya berdiri menyambut uluran kedua lengan mertuanya yang ingin memeluknya.


Syifa mengulas senyum tipis dan kembali duduk di tempatnya semula yang di ikuti oleh mertuanya.


" Syifa tidak kemana mana, Mah..!! Syifa di rumah sakit.Syifa lagi nunggu Kak Maliq mengantar Linda ke rumah sakit,tiba tiba merasa pusing dan jatuh pingsan.Entah bagaimana ceritanya ternyata teman Syifa yang nolong bawa Syifa ke rumah sakit.Jadi Kak Maliq tidak tahu kalau Syifa ke rumah sakit " Tutur Syifa lembut seraya tersenyum samar.

__ADS_1


" Maaf kalau sudah bikin khawatir Mamah dan Kak Maliq " Imbuh Syifa lirih.


Mamah menatap ke arah Syifa dengan mata yang membulat sempurna.Dia terkejut ketika Syifa mengatakan bahwa dia pingsan." Kenapa kamu yang minta maaf, Nak..?? seharusnya Mamah yang minta maaf padamu.Anak Mamah sudah melalaikan istrinya sampai pingsan.Kalau terjadi apa apa denganmu, mungkin Mamah tidak akan memaafkan Maliq lagi !! " Ucap Mamah geram.


Syifa tersentak. " Jangan salahkan Kak Maliq, Mah..!! Kak Maliq tidak salah.Dia cuma panik melihat Linda bersimbah darah.Dan itu sangat manusiawi, Kak Maliq refleks menolong Linda dan lupa sejenak dengan lingkungannya.Atensi Kak Maliq hanya berfokus pada keselamatan Linda.Itu emergency, Mah..!! " tutur Syifa memberi pengertian pada mertuanya.


Dia memang sangat memaklumi tindakan Maliq saat itu, walau ada sedikit cemburu di hatinya.Jujur saat ini dia tidak ingin mendiamkan Maliq kalau cuma gara gara peristiwa itu.Tapi, kekecewaan di hatinya saat ini terlebih hanya karena Maliq menuduhnya pergi dengan Fandy.Harga dirinya sebagai perempuan merasa sangat dilecehkan dengan tuduhan suaminya itu.


Mamah meraih tubuh Syifa, membawanya ke dalam pelukannya lalu mengecup pucuk kepala menantunya dengan lembut. " Berulang kali Maliq mengecewakanmu.Dan berulang kali pula kamu menyikapinya dengan bijak.Mamah sangat beruntung mempunyai menantu sepertimu, Nak..!! stok sabar dalam dirimu selalu berlimpah.Cara berfikirmu selalu bijak mendustai umurmu "


Syifa mendongak dan mengurai pelukan mertuanya dengan lembut. " Jangan terlalu memuji Syifa dengan berlebihan, Mah..!! mau bagaimana pun, Syifa hanyalah manusia biasa yang tidak akan luput dari khilaf.Jika Syifa alpa, pasti Syifa akan melakukan kekhilafan..dan semoga bila waktu itu tiba, Mamah tidak akan membenci Syifa " .


Mamah terperangah mendengar ucapan Syifa." Masyaa Allah anakku ..!! jangan berharap Mamah akan membencimu, Nak..!! itu sangat menyakitkan jika Mamah bayangkan.Insyaa Allah Mamah selalu menyayangimu " Ujar Mamah lembut seraya menitikkan air mata.

__ADS_1


Kemesraan antara menantu dan mertua itu disaksikan oleh sepasang mata. " Kau memang istri dan menantu idaman.Tak mudah menyingkirkan posisi istimewahmu di hati mereka.Berbahagialah Syifa !! " Gumam pemilik mata itu.


__ADS_2