Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
14


__ADS_3

Setelah melewati prosesi acara yang cukup melelahkan.Kini pengantin baru itu sudah berada di dalam kamar pengantin.


Syifa duduk di tepi ranjang sambil tertunduk.Dia meremas jari-jarinya yang saling bertautan.Dia gugup dan bingung apa yang akan dilakukannya.


Maliq menatap Syifa dengan intens,sorot matanya datar. karena memang Dia adalah laki-laki yang dingin serta keras kepala.Maliq adalah Laki-laki yang sedikit egois dan tempramen.Setiap ada yang menjadi keinginannya haruslah terpenuhi.


Seperti pertama kali melihat Syifa,Dia memang sudah tertarik dan tertantang keegoisannya karena sikap Syifa yang mengacuhkan sapaannya.Dia bertekad harus memiliki Syifa bagaimanapun caranya.Karena hanya Syifa satu-satunya gadis yang mengacuhkannya.


Selama ini gadis-gadislah yang selalu mencari-cari perhatiannya.


Obsesi Maliqlah yang membawanya sekarang menjadi suami Syifa,Dia sadar bahwa Dia belum mempunyai perasaan cinta kepada Syifa.Obsesinya sekarang adalah menundukkan sikap Syifa yang menurutnya sangat sombong.


Maliq mendekat dan duduk di samping Syifa.


Diangkatnya dengan jarinya wajah Syifa menghadap kearahnya. Sesaat Pandangan mereka saling mengunci.


Syifa semakin gugup menghadapi situasi ini.Tiba-tiba udara terasa sesak untuk dihirupnya,wajahnya pucat pasi,pandangannya berkunang-kunang dan...

__ADS_1


"Bruukk..".Syifa jatuh tak sadarkan diri.Kepalanya jatuh ke bahu Maliq.


Maliq panik...


"Astagfirullah....ini anak kenapa???


Ditepuk-tepuknya pipi Syifa untuk membangunkan Syifa..


"Syifa....Syifaa...Syifaa...Bangun!!!Kamu kenapa haa??.seru Maliq panik.


Diangkatnya tubuh Syifa dan dibaringkannya di atas ranjang.Dia bingung apa yang akan diperbuatnya.


Maliq menyugar rambutnya kasar..sambil berlalu mengambil handuknya di dalam koper yang dibawanya dari rumah.Dia berniat membersihkan diri.Dibiarkannya Syifa terbaring tak sadarkan diri.


Maliq keluar dari kamar Syifa yang sempit sambol celingak -celinguk mencari kamar mandi.


Maliq melihat masih ada beberapa orang di tenda pengantin yang belum dibongkar sedang mengobrol...Mungkin keluarga Syifa atau tetangga Syifa,Maliq tidak tahu.

__ADS_1


"Mau kemana Nak Maliq??".Tiba-tiba suara Mamah Syifa mengejutkan Maliq dari arah pintu dapur.


Maliq menoleh ke arah sumber suara.


"Aku mau mandi Mah,,soalnya gerah.jawab maliq sambil tersenyum ke arah Mamah Syifa.


"Oo..iya,di situ kamar mandinya,Nak..."sahut Mamh Syifa sambil menujuk ke arah kamar mandi.


"Iya terima kasih,Mah Aku mau mandi dulu.ucap Maliq sambil berjalan menuju kamar mandi.


****


"Kira-kira Syifa pingsan nggak yaa...kalau berhadapan dengan suaminya??"secarakan Dia panik kalau berdektan dengan orang baru".


Tiba-tiba Maliq mendengar orang mengobrol dari arah luar kamar mandi.Maliq menghentika kegiatan menyiram badannya,Dia memilih menguping pembicaraan orang yang ada di luar kamar mandi.


"Semoga saja tidak Tante,karena Dia sudah berjanji pada dirinya sendiri akan merubah pribadinya dan berusaha mengatasi ketidak nyamanannya".

__ADS_1


Rupanya orang yang mengobrol di luar adalah Nurul dan Tantenya Syifa.


"Oooh...pantasan Dia pingsan,rupanya itu memang kebiasaannya.Memangnya kenapa dengan Syifa??.Aku jadi tambah penasaran dengan gadis itu..ee..istri kecilku."Gumam Maliq sambil terkekeh sendiri di dalam kamar mandi.


__ADS_2