Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
155


__ADS_3

POV Qenan...


Namaku Qenan.Aku anak tertua dari dua bersaudara.Aku memiliki adik perempuan yang berumur 19 tahun.Aku tinggal di apartemen yang kubeli dari hasil keringatku sendiri.Meskipun orang tuaku memiliki mansion mewah,aku tetap ingin mandiri dengan alasan jarak antara apartemenku dan kampus sangat dekat.


Pagi ini aku buru buru ke kampus.Sudah dua minggu sejak mulai perkuliahan,belum pernah sekalipun aku mengikuti mata kuliah dikarenakan kesibukanku yang mengurusi perusahaan Daddy.Saking buru burunya sampai aku lupa melihat jadwal mata kuliah,aku tidak tau perkuliahannya dimulai jam berapa.Yang pasti kata Mark temanku hari ini ada jam mata kuliah pagi hari.


Saat aku keluar dari apartemenku.Sekilas aku melihat seorang gadis bertubuh mungil keluar dari pintu apartemen sebelah.Gadis itu mengenakan pakaian yang jarang aku lihat.Dan kalau tidak salah itu adalah pakaian muslim.


Aku berusaha menyapanya dengan ramah,tapi sepertinya dia tidak ramah bahkan terkesan angkuh.Dia tak mau menatap ke arahku,berbicara saja sangat ketus.Dan ternyata dia kuliah di tempatku kuliah dan yaa...dia satu ruangan denganku.


Aku mencoba menyapanya kembali ketika bertemu dengannya di kampus.Reaksinya sama saja,dingin tanpa ekspresi."Benar benar gadis yang sombong",tapi jujur aku semakin penasaran.Selama ini gadis gadis yang selalu mencari perhatianku,dan baru kali ini aku tidak dilirik sedikitpun oleh seorang gadis.Amazing bukan ???!!


Saat dia mau pulang,aku coba menawarkan tumpangan padanya dengan alasan kita tetanggaan dan reaksinya sama saja,dia menolak bahkan untuk pertama kali dia menatap kearahku dengan tatapan tajam.Kali ini aku bisa melihat detil wajahnya dengan sempurnah.


"Ya..Tuhan tatapannya sangat mematikan.Ternyata dia memiliki pesona yang tidak bisa aku deskripsikan.Dan...oh my god,jantungku berdebar.


POV end.


Syifa memasuki apartemen dengan langkah gontai.


"Aku harus dapat bertahan di negeri orang dan bisa meraih cita citaku.Semoga aku dapat menyelesaikan pendidikanku secepatnya,agar aku bisa segera menyelesaikan urusan rumah tanggaku yang tidak pasti ini "Gumam Syifa sambil menghempaskan tubuhnya di atas sofa.


Sejenak Syifa memejamkan matanya untuk mengusir rasa lelah di hatinya. " Maaf Kak Maliq,aku sangat salah telah pergi tanpa pamit padamu" Batin Syifa seketika mengingat Maliq.Jujur batinnya merasa sangat berdosa.

__ADS_1


"Ting..Tong..!!" Bel apartemen berbunyi.


Syifa membuka matanya.


"Ck...siapa sih..." kesal Syifa lalu beranjak menuju pintu.


"Ceklek..."


Tubuh seorang Pria menjulang di depan Syifa.


Syifa mendongakan kepalanya menatap wajah pria di depannya.Seulas senyum manis terukir dari bibir pria tersebut.


"Haii..!!!aku hanya ingin menyapa tetanggaku "Ujar Qenan sambil menyodorkan sekotak kue di depan Syifa.


"Tenang...ini kue halal dimakan sama kamu,aku belinya di toko kue milik seorang warga Brunai..." Jelas Qenan seolah mengerti isi hati Syifa.


"Ehmm..eh Iya,terima kasih.." Ucap Syifa pelan lalu menyambut kue di tangan Qenan.


"Jadi...aku tidak di persilahkan masuk,nih..??" Ujar Qenan frontal.


"Haa...maaf tidak boleh.Tidak pantas!! " Tegas Syifa dengan nada datar.


"Kalau tidak punya keperluan lagi,maaf pintunya saya tutup " Imbuhnya lagi sambil menutup pintu dengan pelan.

__ADS_1


"Astaga....benar benar gadis yang kaku,aku kan cuma mau mengunjungi tidak ngapa ngapain " Gumam Qenan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Hmmm...lain kali dicoba lagi..heh..he..he " Qenan terkekeh lalu melangkah menuju pintu apartemennya.


"Dasar..!!sudah dibilangin,tidak boleh masih juga modus" Gerutu Syifa sambil meletakan kotak kue pemberian Qenan di dalam kulkas.


" Drrtt..drtt.." Ponsel Syifa yang ada saku gamisnya bergetar.


" Evren.." Gumam Syifa membaca ID pemanggil di ponselnya.


" Hallo..."


"Hallo..Bee !!aku nginapnya mulai sebentar aja boleh yaa???!!!...soalnya aku kesepian sendiri di apartemen.Sekalian kita kerjakan tugas dari dosen tadi "


"Oh...iya,boleh "


" Ok...aku on the way ke sana yaa "


"Ok "...


"Tuut...tuut..."


Syifa menutup panggilan,lalu beranjak menuju kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2