
" Dek...aku antar ke kampus " Seru Maliq saat melihat Syifa keluar dari kamarnya sambil membawa tasnya.
" Tidak usah,Kak..aku jalan kaki saja.Kampusku dekat dari sini " Tolak Syifa.
" aku antar saja,biar kamu nggak capek harus jalan kaki ke kampus " Bujuk Maliq pada Syifa.
Syifa mengernyitkan keningnya lalu tersenyum sinis." Dari dulu juga aku sudah seperti ini.Bahkan Kakak pernah menurunkan aku di tengah jalan menuju kampus.Aku tidak mengeluh capek.Jadi tidak usah sok peduli,aku capek atau tidak !! " Ujar Syifa datar.
" Nyeess "
Maliq terperangah mendengar kata kata Syifa.Kata kata itu menghujam jantungnya.
Maliq tertunduk tanpa bisa mendebat kata kata Syifa.
" Aku ke kampus dulu Kak...Assalamualaikum !!! " Pamit Syifa sambil meraih tangan Maliq lalu diciumnya punggung tangan suaminya itu.Dia sadar walau dia masih menyimpan kekecewaannya pada Maliq,dia harus tetap menghargai dan meminta ridho dari suaminya.
" Deg..." Ada rasa yang menyelusup relung hati Maliq ketika Syifa mencium punggung tangannya.Seketika senyum Maliq terukir di bibirnya.
" Waalaikum salam warrahmatullahi wabarakatuh ".Ujar Maliq menjawab salam Syifa.
" Maaf Kak..aku belum bisa menghapus kekecewaanku.Aku tau aku sangat salah mengabaikanmu,tapi aku masih manusia biasa " Batin syifa.
" Apa aku bisa merebut hatinya kembali ??ternyata memang aku telah melukainya terlalu dalam". Desah Maliq sambil meremas rambutnya frustasi.
15 menit kemudian.
__ADS_1
" Ting tong...!!"
Suara bel mengejutkan Maliq yang sedang termenung di sofa.
" Siapa yang datang??" gumam Maliq.
"Ceklek "
" Will ???!!!" seru Maliq sambil mengernyitkan keningnya melihat Willy datang dengan tunangannya.
" Kapan datangnya tunangannya Willy.perasaan kemarin cuman aku sama Willy di pesawat "Batin Maliq
" Pagi,Maliq !!!"
" Gladis datang tadi subuh bersama Mamih" Ujar Willy seolah mengerti tatapan Maliq.
Willy masuk beriringan dengan Gladis.
" Mana Syifa,Kak ??" tanya Gladis pada Maliq sambil mendudukan bokongnya di sofa.
" Ke kampus.Baru saja pergi "
" Oh..aku terlambat datangnya.Ini semua gara gara Kak Willy.Niatnya mau beri kejutan,ternyata gagal" Gerutu Gladis.
Willy hanya cengengesan mendengar kekasihnya menggerutu.
__ADS_1
" Ntar Syifanya balik juga,beb !!" bujuk Willy.
Gladis menatap Willy jengah sambil mengerucutkan bibirnya.
Maliq menatap pasangan kekasih di depannya dengan tatapan datar.Benaknya masih dipenuhi oleh Syifa.
" Bro,kenapa ???kenapa wajahmu kusut sekali kaya cucian yang belum disetrika ??!" Tanya Willy mengalihkan perhatiannya pada Maliq.
" Hff..nggak kenapa napa !!" Ketus Maliq.
" Heh...nggak kenapa napa tapi jawabnya ketus !!".
Maliq menatap Willy dengan tatapan kosong.Maliq ingin berbagi dengan Willy tentang kegundahan hatinya,tapi dia tidak ingin Gladis mendengar keluh kesahnya.Dia gengsi harus mengeluh di hadapan Gladis.
Sementara di kampus.
Sebenarnya Syifa tidak ada jadwal kuliah pagi.Dia ke kampus pagi pagi hanya ingin menghindari Maliq.Dia butuh waktu untuk dapat menata kembali hatinya.
Walau sebenarnya ada kerinduan di hatinya yang tak bisa dia ungkapkan.Tapi egonya berkata lain dan hatinya terlanjur sakit.
Syifa mengayun pelan langkahnya menuju perpustakaan kampus.Dia ingin merenggangkan otaknya yang sedari kemarin tegang dengan kehadiran Maliq.
" Hff...sampai kapan aku seperti ini.Terus menghindarinya.Semoga saja dia cepat kembali ke Indonesia " Gumam Syifa dalam hati sambil mendudukan bokongnya di bangku perpustakaan.
Tanpa Syifa sadari sepasang mata sedang mengawasinya dengan tajam. " Awasi terus dia!!!!,setelah pulang kampus nanti kalian harus bisa menculiknya " Ucap orang di seberang telepon berbicara dengan orang yang sedang mengawasi Syifa.
__ADS_1
" Baik bos..!! kali ini pasti kami akan berhasil menculiknya.Kami tidak akan mengecewakanmu." Tukas orang yang sedang mengawasi Syifa.
" Bagus...setelah kalian berhasil,bawa dia ke tempat yang sudah aku tunjukan !!! "