Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
102


__ADS_3

"Sshh...sakit Kak..."Syifa meringis kesakitan.Maliq melepas cengkramannya,lalu menjalankan kembali mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Syifa memejamkan matanya karena takut.Tapi tidak sedikitpun suara keluar dari mulutnya,badannya gemetar menahan ketakutannya.


Setengah jam kemudian mobil Maliq sudah memasuki pekarangan rumah Maliq.Satpam yang menjaga pintu bergerak dengan sigap membukakan pintu pagar buat majikannya.


Perlahan Syifa turun dari mobil Maliq dengan lutut yang bergetar.Saat kakinya mulai melangkah,tiba tiba Ia tersungkur ke tanah.Maliq terkejut mendengar suara gubrak dari belakangnya.


"Syifaa.." Pekik Maliq segera berlari menghampiri Syifa.


"Heeh..kamu kenapa haa??"Tanya Maliq sambil mengulurkan tangannya untuk mengangkat tubuh Syifa.


Syifa menggeleng lemah sambil menatap Maliq dengan mata yang hampir terpejam.


"Bruuk "...Tiba tiba tubuh Syifa jatuh sempurnah dan dia pingsan.


"Syifa...Syifaa...heii...bangun,kamu kenapa ??pekik Maliq sambil menepuk nepuk pipi Syifa.Syifa tak bergeming,matanya tetap terpejam.Wajahnya pucat bagai mayat.


Mamah Maliq dan Nurul yang sedang ngobrol di ruang tamu,mendengar suara berisik Maliq,sontak berdiri dan berlari keluar.


"Maliiq...ada apa ini???haah...syifa kenapa? Pekik Mamah panik melihat Maliq menggendong Syifa.


Maliq tidak menjawab.Dia membawa Syifa ke dalam rumah dan membaringkannya di Sofa ruang tamu.

__ADS_1


"Bawa ke kamar Maliq..!!.ini Syifa kenapa bisa pingsan ?? Ujar Mamah setengah berteriak.Maliq frustasi."Nggak Tau mah,tiba tiba aja jatuh waktu turun dari mobil "Jawab Maliq panik.Dia belum menyadari kehadiran Nurul di situ.


Nurul perlahan mendekati Syifa dan berjongkok di depan Syifa."Dek..kamu kenapa dek...bangun,ini Kakak dek !!Kakak rindu kamu...hils...hiks.." Ujar Nurul sambil terisak.Digenggamnya tangan Syifa yang terasa dingin.


Maliq yang baru menyadari kehadiran Nurul langsung tersentak. "Ummi Zahrah,,kapan datang ??


Seketika Nurul menengok ke arah Maliq lalu berdiri kembali dan menghadap Maliq."Maaf...kami datang tidak memberi kabar,kami kebetulan mau berkunjung ke Mamah dan Papah.Jadi skalian mampir me jenguk Syifa". Ujar Nurul sungkan pada Maliq.


"Oo...jadi datang naik apa??naik mobil atau pesawat ?"


"Kami naik pesawat ".


"Astagaa..kalau saya tau begitu,saya jemput tadi di bandara.." Ujar Maliq merasa tidak enak dengan iparnya.


"Maliq ..ini Syifa gimana ??dia belum sadar juga "tiba tiba mamah memotong obrolan Nurul dan Maliq.


"Astagfirullah..."Ucap Maliq dan Nurul serentak.


Maliq berjongkok di depan Syifa.."Ati..Atii..." Teriak Maliq memanggil Ati.


"Iyaa Pak...sahut Ati sambil tergopoh gopoh.


"Astagfirullah...Nak Syifa kenapa ??pekik Ati terkejut melihat Syifa terbaring dengan wajah yang memucat.

__ADS_1


"Cepat ambil minya kayu putih..."Titah Maliq pada Ati..


"Iii..iya.."Ujar Ati sambil berlari mencari minyak kayu putih.


"Biasanya Syifa tiba tiba pingsan seperti ini,kalau dia merasa ketakutan berlebihan "Celetuk Nurul tiba tiba.


Maliq tersentak,dia ingat tadi memang Syifa sepertinya ketakutan waktu dia memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.Maliq tidak menyangka akan begini efeknya.


"Maliq...panggil dokter Ray..dan bawa Syifa ke kamar.."Titah Mamah tiba tiba dengan suara bergetar.


Segera Maliq menggendong tubuh Syifa ke kamarnya,dia tidak ingin Nurul dan Mamahnya tau bahwa mereka pisah kamar.


"Pasti ada yang Maliq lakukan pada Syifa ".Batin Mamah geram.


Irman yang sedang menidurkan Zahrah,ikut tertidur juga.Sehingga dia tidak mendengar suara ribut dari luar.


Sesampainya di kamar Maliq membaringkan tubuh Syifa dengan hati hati di kasurnya.


Belum sempat Maliq menelpon dokter Ray,tiba tiba Syifa membuka matanya.Syifa mengerjap ngerjapkan matanya.Dia menatap bingung ke arah Maliq dan belum menyadari kehadiran Mamah dan Nurul.


"Kenapa aku di sini Kak..?Tanya Syifa karena mengenali kamar Maliq.Dia berusaha bangkit.


"Dek...jangan bangun dulu !!"Titah suara lembut yang terasa familiar di telinga Syifa.

__ADS_1


__ADS_2