
Keesokan harinya..Maliq sudah segar kembali.Dia melihat Syifa sedang menyiapkan sarapan di dapur.Maliq enggan sarapan di rumah,dia buru buru pergi ke kantor tanpa pamit pada Syifa.Rencananya hari ini Maliq akan mengadakan meeting dengan staf devisi keuangan.
Syifa yang mendengar deru suara mobil yang menjauh dari halaman rumahnya hanya mendesah kecewa."Kak Maliq pergi tanpa pamit.kukira dia masih sakit".Keluh Syifa dalam hati.Sejak diusir Maliq semalam Syifa memang belum menengok keadaan Maliq.
Syifa buru buru menyelesaikan pekerjaannya.Dia ingin secepatnya tiba di kampus.Sebenarnya dia tidak punya jadwal kuliah pagi,tapi dia ingin mencari bahan referensi karya ilmiahnya di perpustakaan kampus.
Setelah menyelesaikan sarapannya..Syifa bergegas mengganti baju untuk ke kampus.Terpaksa hari ini dia pergi pakai taksi lagi,karena di kompleksnya tidak bisa masuk angkot.Dia tidak mungkin menunggu jemputan dari Gladis soalnya jam mata kuliah hari ini nanti siang.Beruntung Mamah memberinya uang saku satu juta setiap minggunya,jadi dia tidak perlu khawatir dengan uang taksinya.Mengenai ATM yang diberikan Maliq padanya,baru satu kali dia gunakan pada saat dia mendaftar kuliah pertama.Sekarang dia enggan memakai uang dari ATM Maliq,dia lebih senang memenuhi kebutuhannya dengan uang pemberian Mamah.
Sesampainya di kampus,Syifa bergegas masuk ke dalam perpustakaan.Dia segera mencari buku buku yang akan dijadikannya sebagai bahan referensi.Tapi dia bingung,untuk menyusun karya ilmiahnya dia harus memiliki laptop...sedangkan dia tidak memiliki laptop.
Syifa membaca buku yang diambilnya dari rak buku sambil berpikir.
__ADS_1
"Apa Aku beli laptop aja kali yaa...uang pemberian Mamah Aku rasa lebih dari cukup kalau cuma beli laptop standar saja"Gumam Syifa sambil membalik balik halaman buku di tangannya.Tanpa Syifa sadari,ada sepasang mata sedang menatapnya dari sudut ruangan.Pemilik mata perlahan mendekati Syifa.
"Assalamualaikum...boleh Aku duduk di sini??"Suara bariton berhasil membuat Syifa mendongakan kepalanya dan melihat sekilas ke arah asal suara.
"Eeh.. Waalaikum salam Warrahamatullahi Wabarakatuh.Iya,silahkan Kak..."Gagap Syifa menanggapi..dia melihat seorang mahasiswa kakak tingkatnya sedang berdiri menjulang di depan meja tempatnya duduk.
Mahasiswa laki laki itu menarik kursi di depan Syifa dan menghempaskan tubuhnya di kursi.
Syifa hanya menunduk sambil membaca buku di tangannya.Tiba tiba dia merasa risih dengan kehadiran laki laki di depannya,kosentrasi membacanya jadi buyar.
"Eeh..Syifa...Aku mengganggumu ya...??maaf, Aku Zidan.Boleh kita kenalan?".Cegah Zidan saat melihat Syifa berdiri dari kursinya.Sejenak Syifa berbalik."Maaf Kakak tidak mengganggu,tapi Aku ada keperluan lain".Ujar Syifa tanpa menanggapi ucapan Zidan yang mengajaknya kenalan.
__ADS_1
Syifa segera berlalu dari hadapan Zidan, lalu membawa buku yang akan dipinjamnya pada petugas perpustakaan.
Zidan tertegun."Benar kata Syam...dia gadis yang sulit untuk dijangkau"Gumam Zidan.
"Tapi tidak apa,Aku suka dengan tipe gadis seperti ini,bikin penasaran".Zidan tersenyum sambil menatap siluet tubuh Syifa yang menjauh.
Syifa bergegas menuju taman kampus,dia ingin menuntaskan bacaannya di sana.Sambil menunggu kedatangan Gladis.
***
Sementara itu Maliq di kantor sedang memimpin rapat staf...Maliq mulai mencecar seluruh staf devisi keuangan termasuk kepala bagian keuangannya,yaitu iparnya sendiri ,suami dari adiknya.
__ADS_1
"Juan..bisa kau jelaskan ini??"Pekik Maliq sambil menatap Juan dengan tatapan penuh intimidasi.Maliq melemparkan kertas laporan keuangan yang diberikan Juan beberapa hari yang Lalu.
"Ee..it..itu..Iiya saya akan jelaskan Pak!!"