Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
50


__ADS_3

Pak Amir memutar kepalanya mengikuti arah pandangan majikannya.


"Oo..iya,kayanya itu Pak Maliq bu...itu sama istrinya kali ya bu??"


Iya..Pak Amir,itu Maliq sama istrinya."Seru Mamah Maliq sumringah.Dia mengira bahw a yang bersama Maliq saat ini adalah Syifa,karena Syifa memang sangat mirip dengan Linda.


Kebetulan memang Cafe tempat Maliq makan ada di depan toko kue langganan Mamah Maliq.


"Kamu masuk aja duluan,pilih kue kesukaan keluargamu.Aku mau mengajak menantuku dulu biar dia memilih kue kesukaannya sendiri"Seru Mamah Maliq pada Pak Amir sambil tersenyum.


"Baik Bu"..Ujar Pak Amir.


Mamah Maliq berlalu dari situ menuju taman cafe tempat Maliq sedang duduk.

__ADS_1


Mamah Maliq berjalan sangat bersemangat ke arah Maliq dan orang yang disangkanya sebagai Syifa.


Tapi setelah dia sampai di tujuan..


"Duarrr"


Mamah Maliq bagai tersambar petir mendengar pernyataan Maliq.Ternyata perempuan yang bersama Maliq bukanlah Syifa menantunya.Tapi perempuan yang selama ini telah mengubah perilaku Maliq.Tubuh perempuan paruh baya itu bergetar,hatinya sangat perih mendengar setiap kata kata yang keluar dari anak kan dungnya.


Kakinya terasa membeku untuk sekedar kembali melangkah untuk mendekati Maliq.Air matanya luruh tanpa permisi,dia sangat sedih menyaksikan pemandangan di hadapannya.Benaknya teringat pada menantu cantiknya, Syifa Istri Maliq.


"Syifa...!!malangnya nasibmu Nak...harus bertemu dengan anakku.Apa yang akan kukatakan pada orang tua Syifa nantinya kalau seandainya Maliq benar benar akan menceraikan Syifa.Astagfirullah....apa yang ada dibenak anakku itu".Geram Mamah Maliq di dalam hati.Tangan mengepal menahan emosi.


Perlahan dibalikkannya badannya meninggalkan tempat yang menyakitkan itu.Dia tidak ingin menegur Maliq di tempat itu bisa bisa menimbulkan keributan dan akan mengundang perhatian orang banyak,dia masih menjaga wibawanya sebagai seorang pajabat.Dilangkahkan kakinya dengan gontai ke arah toko kue.Walau dia sudah kehilangan semangat,tapi dia tetap meneruskan niatnya untuk membelikan Syifa cake coklat.

__ADS_1


"Pak Amir sudah selesai memilih kuenya Pak?"Tanya Mamah Maliq pada Pak Amir.Setelah dia berada di dalam toko kue.Dia berusaha bersikap seperti biasa.Dia tidak ingin Pak Amir curiga kalau dia habis menangis.


"Ee..saya tunggu ibu dan Pak Maliq dulu,Bu..."Jawab Pak Amir sungkan.


"Oo..Ya udah..silahkan dipilih aja Pak..."Ujar Mama Maliq lesu.Tanpa basa basi atau memilih milih lagi, langsung ditunjukkannya pada pelayan kue yang ingin dibelinya dan langsung dibayarnya pada kasir bersama dengan kue yang dipilih oleh Pak Amir.


"Langsung ke rumah saja ya pak.."Ucap Mamah Maliq datar saat sudah menaiki mobil.


"Baik,Bu..!Ujar Pak Amir.Diliriknya majikannya lewat kaca spion mobil.


"Ada apa dengan Ibu ya...kok sepertinya sedang sedih.Loh kok Pak Maliqnya mana,katanya tadi Ibu mau mengajak istri Pak Maliq membeli kue"Monolog Pak Amir di dalam hati,dia tidak berani menanyakan langsung pada Mamah Maliq.Dia sangat hapal karakter Mamah Maliq,jika dia diam artinya tidak ingin diganggu.


Beberapa saat kemudian mereka telah sampai di rumah Maliq.Mamah Maliq langsung turun dari dalam mobil tanpa menunggu Pak Amir membukakan pintu.Gegas dia masuk ke dalam rumah yang kebetulan pintunya terbuka.

__ADS_1


Pak Amir membuka bagasi mobil dan mengambil barang barang bawaan Majikannya dan membawanya ke dalam rumah.


__ADS_2