Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
75


__ADS_3

Juan mulai menjelaskan semuanya dengan tergagap gagap.Maliq memperhatikan dengan tatapan meghujam langsung ke arah Juan.Juan berkeringan dingin,napasnya terasa sesak.


"Kalian berani bermain main denganku,kalian pikir Aku tidak bisa menemukan kecurangan kalaian haa?Suara Maliq menggelegar di seluruh sudut ruangan rapat.


Seluruh staf yang hadir di situ gemetar mendengar suara Maliq.


"Sekarang kalian semua keluar dari ruangan ini terkecuali Juan"Titah Maliq pada karyawannya.Semua bergegas berdiri dan melangkah cepat keluar dari ruangan rapat.


Juan menelan salivanya dengan kasar,tenggorokannya terasa kering.


"Hendra persiapkan file yang Aku bawa tadi"perintah Maliq pada asistenya.

__ADS_1


"Baik Pak.."


"Juan...rupanya sudah tiga tahun terakhir ini kamu menggelapkan uang perusahaan.Aku pikir kamu tidak akan berani melakukan kecurangan ini,karena kamu adalah suami dari adikku.Ternyata dugaanku salah besar,justru kamulah tikus busuk di sini.Andai Aku tidak mengingat keponakanku.Aku sudah melaporkanmu ke polisi biar kamu di penjara.Tapi Aku terlalu sayang dengan keponakanku. Jadi,mulai hari ini Aku menempatkanmu hanya menjadi staf biasa.Kalau kamu menolak silahkan ajukan surat pengunduran diri"Ucap Maliq tegas pada Juan.


"Maafkan Aku Pak...Aku tidak bermaksud,tapi kebutuhan Ayin yang suka berbelanjalah yang bikin Aku jadi kalap"Alibi Juan pada Maliq.


"Oo...jadi kamu mau menjadikan Ayin kambing hitammu..haa.Makanya kalau jadi suami jangan takut pada istri dan mau diatur atur oleh istri.Dasar laki laki tidak berguna".Umpat Maliq pada Juan."Sekarang keluar dari sini dan jangan lupa,sekarang kamu hanya staf biasa saja"Tegas Maliq.


"Hhftt...andai Aku bisa lebih tegas lagi pada Ayin,pasti nggak akan ada kejadian kaya begini.


Maliq keluar dari ruangan rapat langsung menuju ruangannya.Diikuti oleh Hendra dari belakang.

__ADS_1


"Aku belum amau di ganggu"Titah Maliq pada Hendra.Dan Hendra sudah mengerti jika seperti itu artinya Maliq belum mau menerima tamu.


"Baik pak.."ujar Hendra sambil menutup pintu ruangan Maliq dan berjalan menuju ruangannya.


"Rini,Pak Maliq hari ini belum bisa di ganggu jangan ijinkan orang masuk ke dalam ruangannya"perintah Hendra pada Rini sekertaris Maliq.


"Baik Pak..."Ujar Rini sambil menunduk hormat.


Di dalam ruangannya Maliq termenung.Dia merasa sangat berterima kasih pada Syifa. berkat kejeniusan istri kecilnya lah dia bisa menemukan kecurangan Juan.


"Dia memang gadis yang luar biasa dan penuh kejutan.Aku kira dia gadis polos yang pemalu,tapi Aku tidak sangka tindakannya kemarin mengusir Linda terlihat bukan seperti gadis berumur 18 tahun bahkan sangat dewasa dari umur sebenarnya.Dia sangat tegas dan berwibawa..setiap kata kata yang keluar dari mulutnya adalah bilah pisau yang bisa menusuk siapa saja sasarannya.Tapi,tak kulihat setitikpun airmatanya menetes padahal ada sejuta kekecewaan di matanya.Benar benar gadis yang kuat"Gumam Maliq sambil memijit keningnya.

__ADS_1


"Tapi tunggu dulu,kayanya dia tidak pernah memakai ATM pemberianku.Tidak pernah ada notifikasi pemberitahuan penarikan tunai.Hanya satu kali ada laporannya waktu pertama dia mendaftar kuliah.Kenapa Aku baru sadar yaa...??trus dia ke kampus naik apa?uang jajannya dari mana??.Astagaa..kenapa Aku tidak pernah tau kegiatannya".Maliq menepuk jidatnya sendiri.


__ADS_2