
"Cihh...kirain apa..cuman kaya gitu aja sudah heboh.Mau bagaimana pun juga,dia tetap gadis kampungan "Sinis suara Ayin menghina Syifa.Kata hati dan bibirnya saling bersebrangan.Kemudian dia beranjak berjalan ke kamarnya.
Mamah hanya menggelengkan kepalanya dan menatap Ayin jengah.
"Oh..Iya Siti,Aku harus ke rumah Maliq mau tanyakan tentang Syifa ke Maliq" Seru Mamah antusias.Sejenak dia melupakan kekesalannya pada Maliq.
"Ayoo...temani Aku ke rumah Maliq,kita naik motor saja "ajak Mamah Maliq pada Siti.
Siti tanggap,lalu mengambil kunci motor di laci penyimpanan kunci.
Siti mengeluarkan motor yang biasa digunakan Mamah Maliq.Siti membonceng Mamah Maliq menuju rumah Maliq.
"Assalamualaikuuum...Maliq buka pintu Maliq...ini Mamah "Pekik Mamah sambil mengetuk pintu rumah dengan kencang.
Maliq yang sedang termenung di depan TV,langsung tersentak.
"Hfftt...siapa sih ngetuk pintu nggak pake perasaan !"kesal Maliq sambil berdiri menuju pintu depan.
__ADS_1
"Ceklek..." Maliq membuka pintu.
"Mamah..."
"Maliq...kamu liat di TV,kamu sudah liat Syifa ada di TV,Maliq "Seru Mamah antusias sambil nyelonong masuk ke dalam rumah.
Maliq mengernyitkan keningnya.
"Mamah sudah hangat lagi padaku "Gumam Maliq tersenyum.Dia mengikuti langkah Mamah yang masuk ke dalam rumah.
Mamah tiba tiba berbalik ke arah Maliq dan menatap Maliq dengan tajam.
Syifa memang lupa menelpon Mamah Maliq untuk pamitan ke Jakarta.Alhasil Mamah sangat terkejut melihat keberadaan Syifa.
"Glekk "Maliq menelan ludahnya dengan kasar.
"Wah..alamat auto mengamuk lagi Mamah,kalau dia tau yang sebenarnya" Gumam Maliq dalam hati.
__ADS_1
"Maliq....kamu dengar pertanyaan Mamah?" Pekik Mamah pada Maliq.
"Ehhmmm...kita duduk dulu yuk Mah.."Ujar Maliq sambil menarik Mamah duduk di sofa.
"Maliq tidak bisa menemani Syifa,soalnya banyak pekerjaan yang harus buru buru aku selesaikan.Dan Syifa tidak keberatan juga Mah...dia sendiri yang bilang aku tidak perlu menemaninya " Tutur Maliq berbohong.Ditundukkannya pandangannya menghindari tatapan tajam dari Mamah.
"Kamu sedang tidak berbohong kan Maliq ??"Cecar Mamah dingin pada Maliq.Tergambar raut kekecewaan di wajahnya.
Maliq mendongakan kepalanya menatap ke arah Mamah.
"Maliq..Mamah ini ibumu,Mamah sangat tau mana saat kamu jujur,dan mana saat kamu berbohong "
"Syifa gadis yang kau nikahi dengan paksa.Jika dia boleh memilih,Mamah yakin dia memilih tidak ingin menikah denganmu.Tapi,Syifa adalah type anak yang sangat berbakti pada orang tuanya.Hanya karena ingin menunjukan baktinya pada orang tuanya,dia mau menikah denganmu.Mamah belum mengenal dekat dengan orang tua Syifa,tapi Mamah yakin mereka orang tua yang sangat menyayangi anaknya.Tapi sayangnya mereka tertipu denganmu, Maliq" Tutur Mamah tajam.Lagi lagi Mamah sangat kecewa dengan Maliq.
Maliq tak bisa berkata kata.
"Maliq,sebelum terlambat...lebih baik belajarlah memperlakukan Syifa dengan layak.Mamah tau apa yang kau lakukan di luar sana.Kau masih saja memuja gadismu yang memakai topeng emas itu.Bukalah mata hatimu,lihatlah mana yang asli dan mana yang palsu.Lihatlah betapa berkualitasnya sesuatu yang kau sia siakan.Dan sangat berbanding terbalik dengan apa yang kau puja puja itu"Tutur Mamah sambil menatap tajam ke arah Maliq.
__ADS_1
Maliq tersentak mendengar pernyataan Mamah.
"Apa Mamah tau kalau aku masih berhubungan dengan Linda ?"Monolog Maliq dalam hati.