
"Hei..aku tidak terobsesi pada Linda,aku memang benar benar mencintainya "Tukas Maliq tegas.
Willy terkekeh..."Hmmm,baiklah kamu memang pencinta sejati..hee..he..."
"Malah ngejek...!!makanya kamu jomblo terus,soalnya tidak tau mana mencintai mana obsesi." Ujar Maliq mencibir,mengolok olok Willy.
"Enak aja bilang aku jomblo,,kamu belum tau aja,kalau aku punya kekasih " Ujar Willy bangga.
"Elleh..paling baru ditaksir juga..ha..haa.."
"Sialan...!!" Pekik Willy sambil melempar gulungan kertas di atas meja pada Maliq.
Maliq hanya terbahak sambil berdiri
"Aku pamit bro!!kapan kapan aku datng lagi..mau curhat versi kedua "kelakar Maliq sebelum keluar dari ruangan Willy.
"Siip "Ujar Willy sambil mengangkat kedua jempolnya.
"Semoga Tuhan akan memeperlihatkan siapa Linda sebenarnya" Gumam Willy dalam hati......
***
__ADS_1
Sementara itu Syifa yang sedang magang di kantor Maliq,nampak sedang sibuk berkutat di depan komputer,membuat laporan keuangan untuk akhir bulan.
Syifa magang di kantor Maliq,tapi dia tidak tau bahwa kantor tempatnya magang adalah kantor milik suaminya.Soalnya sudah dua minggu dia magang di sini,tidak sekalipun dia bertemu dengan Maliq.
Sedangkan Juan suami Ayin sudah dipindahkan di kantor cabang yang lain.
"Syifa...sudah waktunya makan siang,kita turun ke kantin saja dulu "sapa Reni teman magangnya,mengajaknya makan siang.
"Sedikit lagi Kak Reni,tanggung tinggal butuh revisi satu laporan.Kakak duluan saja"Ujar Syifa sambil tersenyum pada Reni.Syifa memanggil Reni,Kakak karena memang Reni adalah Kakak tingkatnya.Hanya karena dia ikut akselerasi sehingga dia bisa magang sama sama dengan Kakak tingkatnya.
"Ya udah,aku duluan yaa...jangan telat makan dek...istrahat makan siang cuman 30 menit"
"Iya Kak...ini sudah selesai.Tapi aku sholat dulu baru ke kantin"Ujar Syifa sambil membereskan kertas yang ada di atas meja.
Syifa berdiri merenggangkan otot ototnya yang terasa kaku.
"Hff...capek juga dari tadi di depan komputer "Gumam Syifa sambil meraih tasnya.Dia bergegas ke arah musholah kantor untuk melaksanakan sholat dzuhur.
Selepas sholat dzuhur,Syifa buru buru menuju kantin kantor untuk makan siang.Tiba tiba..
"Bruuk..."Syifa menabrak tubuh seseorang.Tubuhnya limbung dan terduduk di lantai.
__ADS_1
"Heii...kalau jalan liat liat"Bentak suara bariton.
Syifa terkejut.Dia mengenali suara itu dan aroma parfum yang menguar di indra penciumannya.Dia mendongakan kepalanya.
"Kak Maliq " Desisnya terkejut.Matanya melotot melihat kearah Maliq.
Maliq terkejut melihat gadis yang menabraknya tadi.Mata elangnya menatap dengan tajam ke arah Syifa yang masih duduk meringis kesakitan.
Hendra asisten Maliq yang berdiri di belakang Maliq,berinisiatif mengulurkan tangannya pada Syifa.
"Mari saya bantu dek.." Kata hendra
Syifa hanya tersenyum tipis,lalu berdiri sendiri tanpa menyambut uluran tangan Hendra."Terima kasih,pak.Maaf ...saya permisi dulu " Ujar Syifa lalu berjalan meninggalkan Maliq dan Hendra.
Hendra menarik kembali tangannya yang terulur,lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Maliq tertegun menatap punggung Syifa yang menjauh.
"Ngapain itu anak di sini "Gumam Maliq tanpa sadar.
Hendra mengernyitkan keningnya mendengar gumaman Maliq. "Apa pak Bos mengenal Syifa??"Batinnya.
__ADS_1
"Ekheem...Hendra,itu karyawan baru atau cuman anak anak magang??Tanya Maliq pada Hendra pura pura tidak mengenali Syifa.