
Sehari Syifa di rawat pasca melahirkan.Selama itu juga dia hanya sendiri tanpa ada keluarga yang menjenguknya.Hanya Fandy yang datang kembali menjenguknya bersama tunangannya.
Hari ini Syifa sudah diperbolehkan pulang oleh dokter.Dokter menyatakan Syifa sudah pulih dan tidak ada masalah untuk segera bisa keluar dari rumah sakit.
Langkah Syifa sedikit tertatih saat turun dari taksi dan memasuki halaman rumahnya.Pak Sani yang melihat kedatangan Syifa sontak berlari menyambut kedatangannya.
" Masyaa Allah..nak..!! dari kemarin saya dan Bu Ati mencari, ternyata nak Syifa sudah melahirkan ?? " Pekik Pak Sani tercengang melihat bayi dalam gendongan Syifa.
Segera Pak Sani meraih koper yang diseret di tangan Syifa dan membawanya masuk ke dalam rumh.
Syifa tersenyum perih." Ternyata hanya Pak Sani dan Bu Ati yang mencariku " Gumamnya lalu melanjutkan langkahnya masuk ke dalam rumah.
Bu Ati tergopoh gopoh menyambut Syifa setelah sebelumnya diberitahukan oleh Pak Sani tentang kedatangan Syifa.
" Masyaa Allah ..nak..!! Ibu bingung mencarimu tenyata Nak Syifa sudah lahiran " Bu Ati terisak melihat Syifa.Diraihnya bayi Syifa dari gendongan Syifa lalu menuntun Syifa untuk masuk ke dalam kamar.
" Pergi ke rumah sakit bersama siapa nak ?? " Cecar Bu Ati lagi pada Syifa yang sedari tadi hanya diam dengan tatapan sendu.
" Sendiri Bu...!! " Jawab Syifa lirih.Hatinya masih bertanya tanya tentang keberadaan Maliq.
" Astaghfirullah...maaf nak..kemarin kami mengantar Nak Sandra kerumah sakit.Nak Sandra pendarahan.Ibu lihat Nak Syifa sedang tidur, jadi ibu tidak membangunkan.Tapi saat ibu pulang dari rumah sakit, Nak Syifa sudah tidak ada " Tutur Bu Ati diiringi dengan isakannya.
Syifa mendongak. " Sandra pendarahan kemarin ?? terus bagaimana kabarnya sekarang ?? " Syifa terkejut dengan penuturan Bu Ati.Seketika rasa khawatir menyergapnya.
" Kabar terakhir yang ibu dengar dari Pak Maliq tadi pagi..katanya bayinya sudah lahir dengan selamat.Tapi Nak Sandra masih koma "
" Innalillahi...Astaghfirullah..!! Ya Allah Sandra !! " Ujar Syifa sedikit shock.
" Jadi Kak Maliq masih di rumah sakit ?? " Tanya Syifa lagi.
" Tadi subuh baru pulang tapi hanya mandi sebentar dan pergi lagi " Jawab Bu Ati lirih.Seketika dia merasa iba pada Syifa.Maliq tidak menanyakan kabar Syifa pada Bu Ati tadi pagi.Maliq belum mengetahui bahwa anaknya telah lahir.Bu Ati memang belum sempat memberitahukan pada Maliq perihal menghilangnya Syifa.
__ADS_1
" Yaa Sudah bu...aku mau istrahat dulu.Semoga Sandra segera siuman " Ucap Syifa lalu melangkah masuk ke dalam kamar mandi.
" Kalau dedenya tidur, tolong letakan saja di dalam boks.Aku mau bersih bersih dulu " Imbuhnya lagi seraya melirik ke arah boks bayi yang sudah disiapkan dari jauh jauh hari.
Segala perlengkapan bayinya telah disipakan oleh Syifa dan Maliq.Semuanya sudah lengkap.
" Iya Nak..!! ibu mau membuatkan bubur dulu buat nak Syifa " Sahut Bu Ati sambil meletakan bayi Syifa dengan hati hati.
" Iya, bu.terima kasih " Ucap Syifa sebelum Bu Ati keluar dari dalam kamar.
" Iya, nak..jangan sungkan minta tolong pada ibu " Bu Ati kembali mendekat ke arah Syifa dan membelai lembut pucuk kepala Syifa yang sudah tidak tertutup oleh hijab.
Syifa tersenyum tipis dan seketika memeluk tubuh wanita paruh baya itu, seakan dia akan menyalurkan semua sesak di dadanya.
" Ibu siap mendengar jika ada yang mau keluhkan nak..!! " Lirih suara Bu Ati menahan sesak di dadanya.Dia bisa merasakan apa yang sedang dipendam Syifa saat ini.
Syifa mengurai pelukannya lalu menggeleng pelan. " Tidak ada yang perlu dikeluhkan bu..hidupku sudah sempurna dengan kehadiran malaikat kecilku.Aku hanya bisa mengucap rasa syukur pada Allah Subuhana Wata'ala " Ujar Syifa seraya tersenyum sumringah lalu melirik sekilas ke arah boks bayi.
" Syifa...!! mana Syifa ?? " Sentak Maliq menanyakan Syifa pada Bu Ati yang sedang membersihkan ruang keluarga.
" Nak Syifa lagi istrahat di kamarnya " Jawab Bu Ati terkejut mendengar teriakan Maliq.
" Ada apa dengan pak Maliq..sepertinya dia sedang sangat marah " Gumam Bu Ati seraya mengikuti Maliq dengan tatapannya.
" Syifaaa...!! " Suara Maliq kembali menggelegar disetiap sudut ruangan rumah mewahnya.
Syifa yang sedang menyusui anaknya, segera meletakan anaknya di boks bayi.Gegas dia keluar dari dalam kamarnya.
" Astaghfirullah..ada apa kak ?? kenapa teriak teriak ?? " Ujar Syifa dengan suara pelan.Dia takut tidur anaknya akan terganggu.
Maliq menelisik tubuh Syifa dengan intens.Dipandanginya dengan tatapan nyalang tubuh mungil istrinya itu seraya tersenyum sinis.
__ADS_1
" Wah..wah...rupanya kau sudah melahirkan !! hebat...kau melahirkan tanpa mengabariku.Oh....aku lupa, aku ini kan hanya suami bayangan bagimu.Kau itu wanita yang kuat, wanita tanpa dosa dan wanita yang maha benar !! "
Maliq menatap miring ke arah Syifa dengan bibir mencibir.
Syifa menautkan keningnya dengan wajah bingung. " Apa maksud kakak ?? aku tidak mengerti !! "
" Cih...sok tidak mengerti lagi !! munafik kau,Syifa...aku muak dengan sandiwaramu !! " Pekik Maliq geram.
" Nyess...!! Syifa merasa sangat sakit mendengar kata kata Maliq yang mencacinya.Seketika tubuhnya menjadi kaku.Dia tidak tahu dan tidak mengerti kenapa Maliq sampai semurka ini.
" Kau anggap aku ini haa..?? kau melahirkan tidak mengabariku.Tapi kau lebih senang ditemani oleh selingkuhanmu itu.Aku muak melihatmu Syifa..!! aku muak melihat tingkahmu itu yang sok suci ".
" Kau mendiamkanku berbulan bulan hanya karena kekhilafanku yang tak kusengaja.Kau bertingkah seolah kau manusia tanpa dosa.Tapi nyatanya saat ini, kau sendiri yang membuktikan bahwa kau memang selingkuh "
" Aku jadi curiga..jangan jangan anak itu adalah anak hasil dari perselingkuhanmu.Soalnya pulang pulang dari Jerman, kau telah hamil.Siapa yang bisa menjamin kalau itu anakku ?! " Seru Maliq dengan kejam dan cukup menusuk hati Syifa yang paling dalam.
Perih..itu yang Syifa rasakan.Lidahnya kelu untuk menanggapi kata kata makian dari suaminya itu.
Seketika wajahnya tertunduk.Syifa yang selama ini selalu tenang menanggapi cacian dari keluarga Maliq seketika kehabisan kata kata.Dia sangat shock.
" Kak Maliq..!! jika memang kakak sangat membenciku dan ingin mencaciku, tidak apa.Aku terima dengan lapang dada.Tapi, satu yang kuharap dari kak Maliq, jangan pernah menghina anakku dengan kata kata bahwa kehadiran anakku hasil dari perbuatan haram.Dia anak pemberian dari Allah dalam keadaan suci dengan jalan yang halal " Ujar Syifa datar dengan suara bergetar menahan gejolak di dadanya setelah beberapa saat dia diam.
" Cih...mau beralibi lagi.Aku sudah mengenalmu Syifa.Kau pandai bermain kata kata bijak yang bertopeng agama.Semua kata katamu itu hanya menyembunyikan kebusukanmu.Menyesal aku dulu harus bermohon mohon padamu agar kau kembali padaku.Tahu begini sudah kulepas kau sejak kau pergi ke Jerman dulu " Maliq berdecih semakin mencibir Syifa.
Syifa mendongak. " Kakak telah mengeluarkan kata kata talak.Sungguh kakak tidak memikirkan apa yang keluar dari bibir kakak "
" Aku tidak tahu, apa yang menyebabkan kakak sangat murka.Tapi sampai disini aku sudah bisa mengambil kesimpulan, bahwa keadaan kita memang sudah sangat sulit untuk diperbaiki "
" Jika memang sudah tidak ada lagi yang mau dibicarakan, aku ijin masuk dulu kak !! " Ujar Syifa datar seraya membalikan badannya masuk ke dalam kamar.
Maliq tercenung memikirkan ucapan Syifa tadi. " Apa benar aku telah menalaknya ?? " Gumam Maliq gusar lalu membalikan badanya pergi keluar rumah dan memacu kendaraannya dengan kencang.
__ADS_1
" Hiks..hiks..kenapa jadi salah paham seperti ini.Ada apa dengan pak Maliq sehingga dia sangat murka pada Nak Syifa " Bu Ati tergugu di pojok ruangan mendengarkan pertengkaran suami istri itu.