Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
145


__ADS_3

Keesokan harinya.Seperti biasanya,Bu Aty datang pagi pagi untuk beberes dan memasak.


" Hmm..ini tadi malam tidak ada yang makan yaa??"Gumam Bu Aty yang melihat makanan yang disiapkannya kemari sore,tidak disentuh sama sekali.


Bu Aty segera membersihkan dan membuang makanan yang semalam tidak dimakan,dan menggantikan dengan yang baru untuk sarapan.


" Tumben Nak Syifa jam segini belum menyediakan sarapan.Tapi aku belum melihat Nak Syifa dari kemarin,sebenarnya kemana dia " Monolog Bu Aty.


Selesai menyiapkan sarapan,Bu Aty bergegas naik ke atas untuk memanggil Maliq dan Syifa untuk sarapan.


" Tok...tok..tok...Nak Syifa,sarapannya sudah siap !!" Seru Aty dari luar kamar Syifa.


" Kok kaya nggak ada orang yaa ??" Gumam Aty setelah lama berdiri di depan kamar.


"Ceklek " Perlahan Aty mencoba membuka pintu kamar Syifa lalu melongokan kepalanya ke dalam kamar.


"Astaga..ternyata Pak Maliq yang ada di dalam.Tapi kayanya jendela kamar tidak di tutup sejak semalam dan ada apa dengan kamar Nak Syifa seperti kapal pecah". Gumam Aty terkejut ketika melihat Maliq meringkuk di atas ranjang Syifa.Dia heran Maliq masih memakai pakaiannya kemarin dengan keadaan kamar yang berantakan.


Aty menutup kembali pintu kamar Syifa.


" Kemana Nak Syifa yaa..sejak kemarin aku tidak melihat bayangannya.Dan lagi pula Pak Maliq aneh dari kemarin mengurung diri di dalam kamar Nak Syifa " Batin Aty sambil menuruni tangga.


" Aahh...lebih baik aku tanya pada Pak Sani..dia kan dari kemarin yang jaga di rumah !!" Gumam Aty sambil berjalan menuju pos satpam.Dia akan bertanya pada satpam yang baru dipekerjakan Maliq dua bulan terakhir ini.


" Pak Sani !!!.Bapak tau Nak Syifa kemana??sudah sejak kemarin aku tidak melihatnya " Tanya Aty pada Pak Sani setelah dia sampai di pos satpam.


Laki laki berumur 45 tahun ini seketika menengok pada Aty." Oh...Nak Syifa !!!kemarin aku melihatnya membawa koper.Katanya mau liburan dengan temannya " Jelas Pak Sani pada Aty.


" Ooh...pantas nggak keliatan dari kemarin.Rupanya lagi liburan,tapi tumben Nak Syifa pergi liburan.Yaa udah,aku masuk dulu Pak..." Ujar Aty lalu pamit pada Pak Sani.


***

__ADS_1


"Eeghhhmmm" Maliq menggeliatkan badannya yang terasa lemah.Dia belum makan dari sejak kemarin.


" Syifa...di mana kamu !!" Desis Maliq setelah dia benar benar sadar dari tidurnya.Dia bangkit lalu duduk di tepi ranjang.


Maliq menelisik setiap sudut kamar.Batinnya mengharapkan kehadiran Syifa di dalam kamar itu.


" Aku berharap ini hanya mimpiku,tapi ternyata kamu benar benar telah meninggalkanku,Syifa "


Maliq bangkit dari tempatnya dan berjalan keluar dari kamar Syifa lalu masuk ke dalam kamarnya.Dia ingin mandi.


Selesai mandi,Maliq hanya memakai pakaian santai bukan pakaian kerja.Maliq mengambil kunci mobilnya dan pergi untuk mencari Syifa.Aty yang melihat kepergian Maliq tanpa sarapan jadi khawatir.


" Pak Maliq pergi tanpa sarapan dulu.Dan kayanya semalam dia tidak makan malam " Gumam Aty sambil memandangi mobil Maliq yang semakin menjauh.


Disepanjang perjalanan Maliq menggerutu,menyesali perbuatannya selama ini kepada Syifa.


" Aku harus mencarinya di mana??kalau benar dia sudah berangkat ke Jerman,tapi di Jerman dia di mana ???Aaarghhh...bodoh kau Maliq,kau tidak tau apa apa tentang istrimu !!!" Pekik Maliq geram pada dirinya.Dipukulnya stir mobil dengan keras.


" Drrt..drrt..." ponsel Maliq yang ada di saku celana tiba tiba bergetar.


"Linda !!" Desis Maliq membaca id pemanggil di ponselnya.


"Aaghh..mau apa dia ??" Kesal Maliq sambil melempar ponselnya di kursi sebelahnya.Dia tidak menghiraukan ponselnya yang terus bergetar.


Setelah tiga puluh menit perjalanan..Maliq menepikan mobilnya di depan kampus tempat Syifa belajar.Maliq menatap ke arah kampus dengan tatapan ragu ragu.


" Apa aku harus bertanya pada pihak kampus tentang alamat Syifa belajar di Jerman ??Tapi apa alasanku ??" Ragu Maliq sambil mengetuk ngetuk kemudi dengan jarinya.


"Atau aku telpon Mamah saja,biar Mamah yang bertanya pada kampus.Mereka pasti mengenal Mamah mantan Sekda " Gumam Maliq sumringah.Dia merasa mendapat ide yang briliant.


Segera Maliq menelpon Mamah.

__ADS_1


" Hallo..Mah.Aku boleh minta tolong nggak ??" Ucap Maliq pada Mamah setelah panggilannya diangkat oleh Mamah.


" Iya Nak..minta tolong apa ??"


" Mamah bisa nggak,tanyakan ke kampus Syifa.Di Universitas mana Syifa melanjutkan S2nya.Pasti pihak kampus tau,secara kan Syifa melanjutkan pendidikannya karena beasiswa "


Disebrang Mamah tersenyum aneh.


"Hmm..Iya nanti Mamah akan tanyakan "


"Oh..Iya,makasi sebelumnya Mah..!!"


Maliq merasa lega..sepertinya dia mendapatkan harapan untuk bisa menemukan Syifa.


" Aku akan menyusulmu Syifa.Jangan kau pikir kau akan mudah lari dariku " Gumam Maliq dengan smirk devil.


***


"Maliq..Maliq..dasar laki laki egois, baru sadar sekarang bahwa Syifa itu sangat berarti untukmu.Jangan harap kau dengan mudah akan menemukan Syifa " Gumam Mamah setelah menutup panggilan dari Maliq.


Sebenarnya Mamah tau semua.Dia tau alamat Universitas Syifa dan alamt apartemen tempat tinggal Syifa.Syifa memberitahukannya kemarin lewat sms.


Bahkan alamt tempat menginap Syifa di dekat bandarapun dia tau.Mamah tau Syifa sudah mengganti nomornya dan mengganti dengan nomor baru.


Mamah akan mengirimkan uang pada Syifa setiap bulan seperti biasanya.


Mamah belum ingin membritahukan semuanya pada Maliq.Dia ingin melihat sampai di mana usaha Maliq mencari Syifa.


Di tempat lain,Maliq kembali bersemangat setelah mendengar janji Mamah bahwa Mamah akan menanyakan alamt Syifa di Jerman.


Tiba tiba perut Maliq terasa perih.

__ADS_1


" Ahh..aku lupa.Dari kemarin aku belum makan" Desis Maliq sambil mengusap perutnya yang terasa perih.


Segera Maliq menjalankan mobilnya menuju cafe yang tidak jauh dari kampus Syifa.


__ADS_2