Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
218


__ADS_3

" Tidak perlu Kak Maliq memilih " Tiba tiba suara datar tapi terdengar merdu menginterupsi perdebatan kakek dan Maliq


Sontak Maliq dan kakek menoleh ke sumber suara.


" Dek ..!! " Desis Maliq.


Syifa melangakah dengan anggun dan menghempaskan tubuhnya di sofa tunggal.


" Cih..!! " Kakek berdecih lalu menatap Syifa dengan tatapan sisnis.


" sekali lagi Maliq !! kakek tanya padamu.Kau pilih istrimu itu atau keluarga.Jika kau pilih keluarga,artinya kau harus menerima Sandra dengan senang hati.Artinya kalau kau tidak menerima Sandra,berarti kau tidak peduli lagi dengan keluarga !! " Sekali lagi kakek menekan Maliq dengan pertanyaan dilematis.

__ADS_1


Syifa tersenyum tipis. " Aku tidak ingin menjadi pilihan.Kakek tidak usah khawatir,cucu kesayangan kakek akan tetap memilih keluarganya.Aku akan mundur.Aku akan pergi dari hidup Kak Maliq.Tapi,aku minta waktu sampai aku melahirkan nanti " Ucap Syifa tenang nyaris tanpa emosi.


" Syifaa !! ngomong apa kau ?? " Pekik Maliq mendengar ucapan Syifa.Dia bangkit dari tempatnya ingin mendekati Syifa.Tapi urung.Karena Syifa mengangkat tangannya dan menatap datar ke arah Maliq.Mengintruksikan agar Maliq duduk kembali di tempatnya.


" Waah...benar benar munafik...!! kemarin kau dengan lantang dan percaya diri mengusir kami,seolah Maliq itu milikmu seutuhnya.Tapi saat ini lain lagi kata katamu,seolah kau lemah tidak berdaya.Berlagak sok mengalah.Apa karena ada Maliq di sini ?? Biar apa ?? biar Maliq menganggap kau itu terdzolimi ?? cih... !! " Cibir Kakek pada Syifa.


Syifa kembali tersenyum." Iya kemarin memang aku sangat percaya diri.Aku sangat percaya dengan keadaan.Aku menganggap bahwa seorang istri berhak mempertahankan rumah tangganya dari gangguan pihak ketiga.Aku bersikap seperti itu karena aku percaya dengan pemimpinku yang aku anggap akan tegas dalam memimpin.Tapi,ternyata harapanku terlalu jauh.. bahkan sangat jauh.Jadi saat ini aku mengambil keputusan,aku akan mundur.Maaf bila kemarin aku terlalu percaya diri !! " Tutur Syifa lugas lalu bangkit dan berjalan masuk ke dalam ruang keluarga.


" Keputusanku sudah final,Kak..!! tidak usah dipertanyakan lagi.Aku ingin tenang di masa kehamilanku.Aku tidak ingin diusik dengan hal hal yang tidak manfaat " Sarkas Syifa menatap Maliq dengan tatapan penuh kekecewaan,lalu melanjutkan kembali langkahnya.


" Aarghh...!! " Maliq mengerang frustrasi.

__ADS_1


Kakek terkekeh di tempatnya. "Itu yang kau bilang wanita santun dan lemah lembut ?? Suaminya saja tidak dihargainya "


" Kek..!! aku mohon..jangan semakin memperkeruh !! " Ujar Maliq menghiba pada kakeknya dan menangkup kedua tangannya di depan dada.


Jujur Maliq sangat geram pada kakeknya yang terus terusan meneror rumah tangganya.Tapi dia tidak kuasa harus melawan dan memarahi kakeknya.


" Heh...kau bilang kakek memperkeruh ?? tidak..kakek hanya memperlihatkan fakta tentang istrimu.Dan terbukti kan sekarang bagaiman wajah asli istrimu ?? " Sentak kakek geram.


" Aaarrgghhh.." Maliq menggeram frustrasi lalu membalikan badannya masuk ke dalam tanpa memperdulikan kakek lagi.


Kakek mengangkat bibirnya membentuk sebuah seringai. " Hhm...sesuai harapan.Ternyata tanpa diminta dia sendiri yang memutuskannya " Gumam kakek lalu melangkah keluar dari dalam rumah.

__ADS_1


" Yess..!! tanpa bersusah payah akhirnya kau tersingkir juga gadis sombong !! Sorak Sandra dalam hati.Sedari tadi dia menguping perdebatan itu dari lantai dua,dia berdiri menyembunyikan tubuhnya di balik tiang.


__ADS_2