Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
135


__ADS_3

" Kalau sampai besok nomornya tidak aktif,aku akan mendatanginya di rumahnya " Ucap Linda pada Mamihnya.


Linda dan Mamihnya sedang membicarakan Maliq.


" Sudahlah Nak...kau harus melupakan Maliq.Dia itu sudah punya istri dan kalian beda keyakinan" Ujar Mamih Linda mencoba menasihati anaknya.


Linda menatap tajam Ke arah Mamihnya.


" Kenapa Mamih punya pikiran seperti itu? sebelum Maliq menikah dengan istrinya,akulah kekasih Maliq.Yang harusnya pergi di sini adalah istri kampungannya itu !!!" Pekik Linda tidak terima mendengar perkataan Mamihnya.


" Astagaa Linda...!!! apa kau tidak sadar,dulu yang meninggalkan Maliq siapa ??!! Kau meninggalkannya untuk menikah dengan Brian yang akhirnya kau tinggalkan juga demi si Bule si*lan itu ".Pekik Mamih balik.Dia sangat kesal dengan ulah Linda yang seenaknya sendiri.


" Sudah cukup kau bikin ulah,Linda...!!Mamih sudah kehilangan muka di tengah tengah keluarga karena ulahmu.Sampai sekarang uncle jems tidak mau melihat muka Mamih kalau bertemu.Mamih jadi terasing dari keluarga.Semua karena ulahmu...hiks..hiks.." Mamih membentak Linda sambil terisak.


Linda mendengus kesal..." Terserah Mamih mau ngomong apa,aku tidak peduli.Aku hanya ingin Maliq jadi milikku.Aku ingin hidup bahagia dengannya.Aku akan menyingkirkan siapapun yang akan menghalanginya " Ujar Linda sambil menyeringai ke arah Mamih.


"Demi Tuhan Linda, demi obsesimu kau tidak memakai akal sehatmu.Jika kau memaksa ingin menikah dengan Maliq akan banyak yang korban di sini.Kau korbankan agamamu,kau menyakiti kami orang tuamu,menyakiti hati istri Maliq dan pastinya keluarga Maliq tidak akan menerimamu.Jadi sadarlah Nak...buang jauh jauh egomu itu,lepaskan Maliq agar semua akan bahagia " Tutur Mamih Linda dengan suara bergetar.


" Aku tidak peduli dengan semua itu.Yang aku tau,Maliq sangat mencintaiku..dia tidak mencintai istrinya itu "


" Dan kau sesungguhnya tidak mencintai Maliq dengan tulus,yang kau cintai itu hanyalah hartanya " Pekik Mamih semakin emosi.


" Alaaahh..persetan dengan cinta..!!!"


" Ahhh...percuma juga ngomong sama Mamih,mending aku pergi " Ucap Linda lalu mengambil kunci mobilnya di atas meja.


" Mau kemana kau.Ini sudah malam,Linda??"


"Clubbing " Jawab Linda santai sambil melengos pergi.


Mamih Linda hanya bisa mengusap dadanya." Tuhan kenapa kau titipkan aku anak seperti ini.Anakku satu satunya tidak pernah mendengarkan apa yang aku katakan" Mamih Linda semakin tersedu melihat sikap anaknya.


Linda mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang." Apa aku ke rumah Maliq sekarang aja yaa...!! tapi,akhh...aku kan sudah janjian dengan Marco.Biar besoklah aku menemuinya " Gumam Linda sambil mengetuk ngetuk stir mobilnya dengan jari telunjuknya.


***


" Aaaahh...." Pekik Syifa.Dia terkejut melihat seseorang sedang memeluknya erat.Refleks dia menggerakan kakinya menendang tubuh yang sedang memeluknya itu.


" Aaawww...." Maliq terpekik.Bokongnya sangat sakit ketika menimpa lantai.

__ADS_1


" Astaga Syifa..kenapa kamu menendangku" Maliq meringis sambil mengusap bokongnya yang sakit.


" Haaa...Kak Maliq ???!! ngapain Kak Maliq d kamarku ??" Tanya Syifa,kesadarannya belum sepenuhnya kembali.


Maliq melongo..." Aku kan dari semalam tidur di sini " Ujar Maliq santai, lalu kembali merebahkan tubuhnya di tempat tidur ingin melanjutkan tidurnya.


Seketika Syifa menelisik pakaiannya. "Masih lengkap " Gumam Syifa.


Maliq terkekeh mendengar gumaman Syifa " Tenang...aku belum ngapa ngapain " Ucap Maliq menyeringai smirk devil.


" Eeh...maksudnya ??"


" Sudah..sini tidur lagi ini masih gelap..." Ujar Maliq sambil menarik tubuh Syifa.


" Eehh...ini sudah subuh,aku mau sholat subuh " pekik Syifa sambil mendorong tubuh Maliq.


" Oo...eeh iya.Ayo kita sholat berjamaah " Kata Maliq cengengesan.


Gegas Syifa menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


" Semoga ini menjadi awal yang baik,aku janji akan berubah " .Gumam Maliq.


" Kak Maliq...aku mau menyiapkan sarapan" Syifa datang menghampiri Maliq.


" tidak perlu nanti kita cari sarapan di luar saja.Duduk dulu,kita nikmati udara pagi di sini" Ujar Maliq sambil menepuk pahanya.


Syifa melongo lalu menggeleng." Buka pintunya Kak..aku akan memasak.Selesai memasak aku akan ke rumah Mamah,menjenguk Mamah.Mamah lagi sakit "Tutur Syifa.


" Kataku tidak perlu menyiapkan sarapan nanti kita cari sarapan di luar.Setelah itu kita sama sama ke rumah Mamah " Kilah Maliq.


" Marilah sama sama kita mulai dari awal,Syifa.Imbuh Maliq sambil menatap Syifa dengan lembut.


Syifa membuang pandangannya ke tempat lain.Tatapannya datar.


" Hhffft..." Syifa membuang napasnya lalu berbalik masuk lagi ke dalam kamar tanpa menanggapi pernyataan Maliq.


Syifa mengambil handuk dan pakaian gantinya lalu masuk ke dalam kamar mandi.


" Mending aku mandi saja dulu." Gerutu Syifa kesal.

__ADS_1


Saat Syifa ada di dalam kamar mandi, Maliq bergegas keluar dari kamar Syifa dan menguncinya dari luar.


" He...he..kau tidak bisa kemana mana.Aku mau mandi dulu di kamarku " Gumam Maliq sambil terkekeh.


Selesai mandi Syifa sudah berpakaian lengkap dari dalam kamar mandi.


" Kemana dia??? " Syifa celingak celinguk mencari Maliq.


" Kayanya sudah pergi " Gumam Syifa yang tidak menemukan Maliq.


" Ceklek..ceklek..ceklek.."


" Aaah...dia menguncinya dari luar " Pekik Syifa frustasi.Syifa menghentakan kakinya kesal dan duduk di tepi ranjang.Bibirnya mengkrucut.


" Issh...sampai kapan dia akan mengurungku " Gerutu Syifa.


" Awas saja kalau dia mengurungku,aku akan menelpon Mamah.Biar diomelin Mamah baru tau rasa !!!" Omel Syifa sambil meraih ponselnya di atas nakas.


Belum sempat Syifa mengaktifkan ponselnya,tiba tiba pintu di buka dari luar seiring dengan masuknya Maliq.


Syifa menekuk wajahnya kesal." Kenapa aku dikurung seperti ini Kak..??" Omel Syifa sambil cemberut.


Maliq duduk di samping Syifa." Aku akan membebaskanmu asal kamu berjanji tidak akan meninggalkanku " Ujar Maliq sambil menatap Syifa dengan intens.


Syifa menunduk." Tapi aku akan ke Jerman,Kak...aku melanjutkan studyku di sana " Ucap Syifa lirih.


" Haaa...Jerman ??" Beo Maliq.


" Jadi kamu akan ke Jerman ??" Tanya Maliq.


" Iya Kak..makanya aku mohon Kak, ceraikan aku agar aku bisa mengejar cita citaku.Dan Kakak bisa menikahi Linda dengan bebas." Tutur Syifa dengan suara datar.


" Tidaaak !! aku tidak akan menceraikanmu.Sudah berulang kali aku mengatakannya,aku tidak akan menceraikanmu dan selamanya akan seperti itu." Tegas Maliq.


Syifa menatap nanar ke arah Maliq. "Kak...aku harus pergi,aku mendapatkan beasiswa ke sana.Aku mohon Kak Maliq mengabulkan permohonanku ini " Ujar Syifa dengan suara menghiba.


Maliq menyugar rambutnya dengan kasar.


" Aku mengijinkanmu pergi ke Jerman.Tapi tidak akan menceraikanmu" Tegas Maliq pada Syifa.

__ADS_1


__ADS_2