Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
109


__ADS_3

"Oo..itu Syifa Pak...anak magang dari universitas xx.Dia ditempatkan di devisi keuangan.Dia itu anak magang yang jenius,kalau dia membuat laporan keuangan cukup beberapa menit saja untuk satu laporan keuangan,dan hampir tidak pernah di revisi.Sejak kehadirannya..laporan keuangan berjalan dengan lancar dan efektif" Tutur Hendra antusias.Pemuda tampan berumur 25 tahun tersebut menceritakan tentang Syifa dengan sinar mata penuh kekaguman.


"Ck...aku hanya tanya dia itu karyawan baru atau anak magang.Bukan tanya kinerjanya "Bentak Maliq pada Hendra sambil berjalan menuju ruangannya,dia merasa kesal Hendra memuji Syifa di depannya.


"Eeh..Iya,maaf pak "Ujar Hendra salah tingkah.


Tiba tiba Maliq berbalik lagi menghadap Hendra. "Dan ingat Hendra,lain kali jaga sopan santunmu.Jangan sekali kali kamu mengulurkan tanganmu ingin menyentuh perempuan berhijab..bukan muhrim !!" Ujar Maliq sinis.


" Ee..iya Pak..!!" Sahut Hendra gagap.


***


Syifa melanjutkan langkahnya ke kantin dengan lesu.Dia sedih,Maliq seolah olah tidak mengenalinya.


"Ngapain Kak Maliq di sini??apa ini kantornya ??tapi kok aku baru liat dia hari ini di kantor ini ??"Gumam Syifa sambil berjalan menunduk.


Sampai di dalam kantin,Syifa memesan semangkok coto makanan kesukaannya.Karena waktu jam istrahat yang tinggal beberapa menit lagi,Syifa menghabiskan makanannya dengan buru buru.


"Haii...boleh aku duduk sini ??"Tiba tiba seseorang datang menyapa Syifa.


Syifa mendongakan kepalanya." Eeh..Pak Ivan "Ujar Syifa singkat.Segera dia meneguk air di gelasnya dan menyudahi santap siangnya.


Pak Ivan tersenyum lembut.Dia mengerti pasti Syifa akan segera pergi dari tempat itu seperti sebelum sebelumnya.


"Maaf Pak,saya duluan "pamit Syifa sambil berdiri meninggalkan Pak Ivan yang tetap tersenyum leembut padanya.


"Iya dek..."Ujar Ivan


"Hhm..makin penasaran dengan gadis itu.Sulit sekali mendekatinya "Gumam Ivan sambil menatap Syifa yang menjauh.


Ivan tidak menyadari ada sepasang mata yang sedang menyorot tajam ke arahnya.


***


"Hendra,ke ruanganku sekarang " Titah Maliq melalui intercom.


"Tok."

__ADS_1


"Tok"


"Masuk !!!"


Pintu ruangan Maliq terbuka seiring masuknya Hendra.


"Ada apa,pak?"


"Panggil gadis itu keruanganku sekarang !!"Titah Maliq pada Hendra.


"Gadis mana pak ??"


"Ck..gadis yang magang tadi "kesal Maliq tidak mau menyebutkan nama Syifa.


"Ooh..Syifa ?"


"Hmm...Iya siapapun namanya,aku tidak perduli.panggil dia sekarang !!"


"Baik Pak "


Hendra bergegas menuju devisi keuangan untuk memanggil Syifa.


"Iya pak.."


"menghadap di ruangan Pak Direktur Utama sekarang.." Ujar Hendra to the point pada Syifa setelah berada di depan meja Syifa.


"Baik Pak.."


"Mari saya antar "ujar Hendra ramah.


"Terima kasih Pak "Sahut Syifa sambil berjalan mengekor di belakang Hendra.


Syifa dan Hendra sampai di depan ruangan Maliq.


Syifa melihat papan yang tertulis "Direktur Utama "


"Tok..tok.."Hendra mengetuk pintu ruangan.

__ADS_1


"Masuk !!" titah suara dari dalam.


"Deg...suara itu "gumam Syifa.


Hendra membuka pintu dan mempersilahkan Syifa untuk masuk.


Ragu ragu Syifa masuk ke dalam ruangan.Kepalanya tertunduk menatap ujung sepatunya.


"Hendra,kamu boleh kembali ke mejamu !!"


"Baik Pak " Ujar Hendra sambil keluar dan menutup kembali pintu ruangan.


senyap..


senyap..


senyap...


"Duduk!!" Titah Maliq pada Syifa sangat singkat.


Syifa mendongakan kepalanya mentap Maliq.


"Kak Maliq.."Desis Syifa lirih.


Mata elang Maliq menatap Syifa dengan intens.


"kenapa magang di sini " tiba tiba suara berat Maliq bertanya pada Syifa.


"Haah...maksudnya ??"


"Ck...apa tujuanmu magang di kantorku ?"


"Ehh...tujuan ??beo Syifa.


"Aku,,tujuanku ingin magang "


"Iya...tapi kenapa harus di sini??

__ADS_1


"Mau pamer kamu padaku bahwa kamu itu jenius,iya??" Bentak Maliq menuding Syifa.


Syifa terkejut dengan tudingan Maliq.Seketika wajahnya berubah jadi sangat dingin.


__ADS_2