Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
160


__ADS_3

" Hff..!!!." Syifa membuang nafanya kasar sambil menekan dadanya yang berdegup kencang.


Dia duduk di kursi makan sambil menetralkan detak jantungnya yang memukul tak beraturan.


" Kenapa dia ada di sini.Kenapa dia bisa menemukanku." Gumam Syifa kesal.


Samar dia mendengar suara terbahak dari ruang tamu.


" Hff...aku akan membuatkan teh melati untuk mereka " Syifa bangkit untuk membuat teh untuk Maliq dan Willy.


" Silahkan diminum tehnya Kak.Maaf aku tidak punya cemilan " Ucap Syifa mempersilahkan Maliq dan Willy untuk minum teh.


Maliq menatap Syifa dengan tatapan kerinduan.Syifa tak sedikitpun melirik ke arah Maliq.


" Aku masuk dulu Kak.Silahkan dinikmati tehnya " Ujar Syifa kaku lalu membalikan badannya meninggalkan Willy dan Maliq.


Maliq tertunduk.Hatinya terasa perih melihat sikap Syifa yang acuh tak acuh padanya.


Willy menepuk bahu Maliq pelan." Liq..aku akan menceritakan kenapa Syifa ada disini"


Maliq mendongakan kepalanya. " Iya..kenapa Syifa bisa ada di apartemenmu.


Willy kemudian menceritakan semuanya pada Maliq.Maliq mendengarkan cerita Willy dan sesekali menarik nafasnya yang terasa berat.

__ADS_1


" Makasi,Will.Kamu sudah menolong istriku.Andai aku tau lebih awal,aku tidak akan membiarkannya sendiri di sini".Ujar Maliq terharu mendengar cerita Willy.


" Kau dan kekasihmu memang orang orang yang baik" Imbuh Maliq lagi.


" Syifa memang pantas mendapat kebaikan.Dia gadis yang baik.Tunanganku sangat menyayanginya " Tutur Willy sambil tersenyum tulus pada Maliq.


" Sekarang tinggal giliranmu bagaimana caranya agar kalian bisa bersatu lagi " Ucap Willy pada Maliq.


Maliq kembali menunduk." Itu yang aku ragu Will.Sepertinya dia sudah sangat kecewa padaku.Tatapannya padaku sangat dingin dan menyimpan luka.Aku pesimis Will." Gumam Maliq sendu.


" Heii...berjuang dulu,Bro.Belum berjuang sudah putus asa.Cemen...!!" Cibir Willy.


Maliq tetap menunduk.


Willy tiba tiba berdiri dari tempat duduknya dan menepuk bahu Maliq." Bro..aku tinggal dulu.Aku mau ke rumah Papih aku.Selamat berjuang...!! Ujar Willy sambil menarik kopernya yang ada di samping sofa.


Willy mengernyitkan keningnya." Kenapa kamu seperti anak kecil yang mau ditinggal Mamahnya sih?? Yaa...kamu harus berjuang sendiri dong untuk dapatin Syifa kembali.Aku rasa aku sudah cukup mengantarmu ke sini.Selanjutnya itu urusanmu "


" Doain aku yaa..!!" rengek Maliq seperti anak kecil.


" Ha..ha...cih kamu lucu,Liq.Kenapa jadi gugup begitu ???!!! cibir Willy sambil melangkah keluar.


" Ooh...ya Liq, nanti aku suru sopir Papah ngantarin mobil Papah untuk kamu pakai di sini " Ujar Willy pada Maliq sebelum keluar dari apartemen.

__ADS_1


" Saya rasa tidak perlu Will.Sudah di pertemukan dengan Syifa saja aku sudah sangat berterima kasih " Sahut Maliq sungkan pada Willy.


" Ahh...pake acara sungkan segala.Kamu itu butuh mobil untuk memberikan perhatian pada Syifa"


" Ooh..iya.terserah kamu Will.Sekali lagi terima kasih atas pertolonganmu "


Willy tersenyum pada Maliq lalu membalikan badannya berjalan menuju taksi yang sudah menunggunya,dia memesan taksi online yang dipesannya dari tadi.


Maliq hendak masuk kembali ke dalam apartemen.Sekilas netranya menangkap bayangan seseorang yang sedang berjalan mendekatinya.


" Haii...itu sepupu Syifa mau kemana???" Tanya Qenan sambil tersenyum ramah pada Maliq.


Maliq mengernyitkan dahinya dan menatap tajam ke arah Qenan.


" Sedekat apa kamu dengan Syifa ??" Cecar Maliq tanpa menjawab pertanyaan Qenan dengan tatapan mengintimidasi pada Qenan.


" Hmm...ini siapanya Syifa .kenapa dia seolah tidak suka kalau aku kenal Syifa " Batin Qenan.


" Sangat dekat !!! " Ucap Qenan singkat dan jawabannya berhasil memprovokasi emosi Maliq.


Rahang Maliq mengeras.Giginya gemeletuk menahan emosi mendengar jawaban Qenan.


" Jangan pernah dekati Syifa lagi !!!" Tegas Maliq lalu melangkah masuk dan membanting dengan keras pintu apartemen.

__ADS_1


Qenan heran melihat reaksi Maliq.


" Hmmm...itu pasti Kakaknya.Terlihat sangat posesif.Aku harus pandai pandai mendekatinya,agar bisa mendapatkan Syifa " Gumam Qenan lalu berjalan ke arah apartemennya.


__ADS_2