
Di dalam kamar Zian....
" Maafkan Zian, Mi !! Zian sudah mengecewakan Umi.Zian memang tidak pantas jadi anak Umi.Zian cuma bisa mengecewakan dan menyusahkan hidup Umi !! " Lirih suara Zian di sela isakan tertahannya.
Zian menenggelamkan kepalanya diantara kedua tekukan lututnya.Tubuh bocah laki laki tampan itu meringkuk di sudut ruangan kamarnya yang bernuansa biru.
" Pasti saat ini, Umi sangat kecewa pada Zian.Umi paling tidak suka kalau Zian bicara kasar. Maafkan Zian, Mi " Gumam Zian lagi seraya mendongakan kepalanya.Zian janji akan mengembalikan kebahagiaan Umi.Zian sakit selalu melihat Umi menangis diam diam " Lirih suara Zian seraya menyusut air mata yang membasahi pipi mulusnya.
Zian bangkit lalu tersenyum perih.Sorot matanya melukiskan ada perang batin yang sedang dipendamnya mati matian.
***
" Kak..kenapa yaa, Zian belum balik juga dari mesjid.Sudah jam delapan lewat loh, kak !! " Desah Syifa gelisah dengan tatapan mengarah keluar rumah yang keadaannya sudah gelap.
" Iya ya.Tidak biasanya Zian lambat pulang seperti ini " Timpal Fatimah tak kalah gelisah.Dia sangat menyayangi Zian seperti menyayangi anak kandungnya sendiri.Semua kegiatan Zian, dialah yang mengawasi dan kadang menemani bocah itu beraktifitas.Kesibukan Syifa yang menyebabkan waktu Zian lebih banyak bersama Fatimah.
Tiba tiba suara bell berbunyi menginterupsi pembicaraan kedua wanita berhijab tersebut.
" Mungkin itu Zian !! " Seru Fatimah sumringah.Sontak dia bangkit dari tempat duduknya.
" Bukan Zian, Kak...tinggi badan Zian belum sampai menjangkau tombol bell rumah.Mungkin ada orang lain " Timpal Syifa lesu lalu dia beranjak menuju kamar Zian.
" Biar Kakak liat dulu " Ujar Fatimah lalu melangkah ke ruang utama.
" Ceklek "
" Assalamualaikum !! " Seru sepasang anak muda saat Fatimah membuka pintu utama.
" Waalaikum salam warrahamatullahi wabarakatuh " Jawab Fatimah seraya tersenyum pada sepasang anak muda di depannya.
" Maaf, Kak..!! Ibu Syifanya ada ?? Saya Ashar dan ini teman saya Lani.Kami mahasiswa bimbingan Ibu Syifa " Ujar pemuda tampan di depan Fatimah dengan sopan.
" Ooh..Iya.Ibu Syifanya lagi di dalam.Mari masuk, dek !! Nanti saya panggilkan Ibu Syifanya. " Ucap Fatimah seraya membuka lebar daun pintu dan mengajak tamu Syifa untuk masuk.
" Kakaaaak !! Zian, Kakak !! " Pekikan Syifa dari kamar Zian sontak mengejutkan orang yang berada di ruang tamu.
Gegas Fatimah berlari menemui Syifa yang tumben tumben bersuara kencang .Selama dia hidup dengan Syifa baru kali ini dia mendengar Syifa bersuara tinggi.
" Dek...ada apa ?? " Pekik Fatimah seraya berlari ke asal suara.
__ADS_1
Ashar dan Lani saling melempar pandangan dengan kening bertautan.
" Kenapa Bu Syifa yaa ?? " Gumam Ashar bertanya pada dirinya sendiri.
Lani menggedikan bahunya dengan tatapan lurus ke arah Fatimah yang menghilang di balik tembok.
" Syifa..!! kenapa ?? ada apa ?? " Cecar Fatimah kala mendapati Syifa duduk terkulai di lantai kamar Zian.
Syifa terisak seraya menatap nanar secarik kertas di tangannya yang gemetar.
" Zian pergi, Kak..!! Anakku pergi, Kak..!! hiks..hiks... " Lirih suara Syifa diiringi isakannya yang tertahan.
" Aap apa maksudmu, dek ?? " Tanya Fatimah dengan nada panik seraya mendekat ke arah Syifa.
Syifa bungkam dengan wajah tertunduk lesu.Disodorkannya ke arah Fatimah secarik kertas yang ada di genggamannya.
Fatimah meraih kertas tersebut dan membaca rangkain kalimat yang tertulis di sana.
" Ziaan..!! " Bibir Fatimah bergetar setelah membaca tulisan di kertas.Bulir air mata mengalir deras dari sudut netranya.
" Assalamualaikum, Umiku sayang !!
Maaf kalau Zian pergi tidak pamit pada Umi dan Bunda.Bukan Zian tidak sayang pada Umi dan Bunda, tapi Zian ingin melihat Umi bahagia.
Zian sedih kalau melihat Umi menangis diam diam.Pasti Umi rindu Abi, kakek dan nenek kan ?? jadi, biarkan Zian pergi yaa Umi...
Zian sangat sayang Umi...Insyaa Allah Zian akan selalu mendoakan Umi dari jauh.
" Zian "
" Sssyifaa...ii inni tulisan Zian ?? " Lirih suara Fatimah dengan nada ragu.Dipandangi kembali dengan seksama tulisan tangan bocah kelas 3 SD tersebut.
" Kenapa Zian sampai punya pemikiran seperti ini ?? siapa yang meracuni pikirannya ?? " Gumam Fatimah seraya mengusap tetes cairan bening yang lolos di pipinya.
Syifa bungkam dengan tatapan kosong hingga tiba tiba dia bangkit dan melangkah dengan tergesa gesa keluar dari kamar Zian.
" Syifaaa..!! mau kemana ?? " pekik Fatimah sambil mengekor di belakang Syifa.
Syifa mengedarkan pandangannya ke arah meja ruang keluarga dan bergegas mengambil kunci mobilnya yang diletakannya di situ.
__ADS_1
" Syifaaa ..!! mau kemana, dek ?? " Pekik Fatimah mengejar langkah lebar Syifa keluar melewati Ashar dan Lani yang tidak disadarinya keberadaan mereka.
" Cari Zian, Kak..!! " Syifa membalikan tubuhnya menjawab pertanyaan Fatimah.
" Kakak ikut, dek..!! "
" Jangan, Kak !!.Kakak di rumah saja.Nanti kalau Zian pulang, tidak ada orang di rumah " Seru Syifa menimpali permintaan Fatimah.
" Maaf, bu.Kalau boleh tahu, ada apa ini ??" Seru Ashar tiba tiba dengan nada sungkan.
Syifa mengalihkan atensi ke asal suara seraya menautkan alisnya.
" Ada tamu ?? " Gumam Syifa entah bertanya pada siapa.
" Maaf bu.Kami menganggu waktu Ibu.Saya Ashar, mahasiswa bimbingan Ibu".
Syifa menagngguk samar. " Maaf, saya belum bisa bantu bimbingan skripsimu.Saya masih sibuk.Datanglah lain kali "
" Aah..iya.Maaf bu.kami datang diwaktu yang tidak tepat.Kalau tidak salah saya mendengar ibu mau cari Zian.Maaf, kalau boleh tahu, Zian ke mana yaa bu ?? " Tanya Ashar sedikit sungkan.Dia sangat mengenal bocah kecil anak dari dosennya itu.Kalau Zian ikut Syifa ke kampus, Ashar sering ngobrol dengan anak berwajah tampan itu yang menurutnya tipe anak yang menyenangkan.
Syifa menggeleng lemah.Wajah cantiknya semakin sendu mendengar pertanyaan Ashar.
" Maaf, saya tinggal dulu !! " Ujar Syifa tanpa menjawab pertanyaan Ashar seraya melangkah menuju mobilnya yang terparkir di pelataran rumahnya.
" Biar kami temani bu mencari Zian !! " Seru Ashar mengejar langkah Syifa lalu menarik tangan Lani untuk mengikutinya.
Syifa menghentikan langkahnya. " Terima kasih.Tapi saya rasa tidak perlu. Saya akan mencari anak saya sendiri. " Ujar Syifa.
" Syifa...!! biar Ashar dan Lani menemanimu mencari Zian.Fikiranmu sedang kacau sekarang ini, nanti kamu tidak fokus menyetir. Bahaya bawa kendaraan dengan situasimu sekarang ini " Timpal Fatimah sambil berjalan mendekat ke arah Syifa.
Syifa mendengus pelan lalu mengangguk lemah.Jujur saat ini jiwanya sangat terpukul dengan kepergian Zian.Hatinya sungguh nelangsa.Tidak pernah dia merasa seterpuruk seperti ini.Sewaktu dia meninggalkan Maliq dahulu, dia tidak merasa sesedih ini.
Syifa yang biasanya menghadapi masalah dengan tenang dan sabar, kini tidak seperti itu.Fikirannya sangat kacau.Dia takut kehilangan anak semata wayangnnya melibihi ketakutannya menghadapi hidup tanpa seorang suami.
" Biar naik mobilku saja bu " Ujar Ashar menyentak lamunan dosen cantik yang dikaguminya diam diam.
" Mari bu...!! "
" Ayo, Lan..!! "
__ADS_1
Ashar membuka pintu mobilnya untuk Syifa.
Fatimah mendekat dan membimbing tubuh Syifa yang lunglai menuju mobil Ashar.