
Linda dan Maliq tersentak mendengar ucapan Syifa."Syifaaa...jaga ucapanmu!!,dia kekasihku"Bentak Maliq pada Syifa,dipaksakannya tubuhnya untuk duduk.Dia sangat geram pada Syifa.
"Oh..iya,, dan untuk Kak Maliq...Kalau Kakak tidak menginginkan Aku sebagai istri Kak Maliq,bukan berarti Kakak harus melupakan aturan agama.Islam sangat melaknat perbuatan Zina dan perbuatan Kak Maliq sekarang adalah perbuatan yang mendekati zina.Andai memang Kak Maliq mencintai Linda ,segera nikahi dia dan ceraikan Aku!!"Seru Syifa dengan tenang namun penuh penekanan.Ditahannya perasaan perih yang menusuk nusuk jantungnya,dia harus kuat.Dia berusaha tidak akan bersuara keras di depan suaminya.
Maliq semakin terkejut mendengar ucapan Syifa..entah mengapa hatinya jadi perih mendengar Syifa minta diceraikan.
"Sudah berani kamu melawanku haa...!!!berani menceramahiku??"Maliq berteriak membentak Syifa.Syifa tak bergeming tak sedikitpun ada raut ketakutan di wajahnya...tatapannya tajam menghujam ke arah Maliq dan Linda.
"Aku harus berani,ketika Aku melihat suamiku di dekati oleh iblis yang akan menjerumuskannya ke dalam kubangan dosa.Aku hanya menjalankan kewajibanku sebagai seorang istri.Jadi selama Kak Maliq masih berstatus sebagai suamiku,aku tidak akan membiarkan Kak Maliq dengan sengaja berbuat dosa".Debat Syifa lagi pada Maliq,dengan suara yang masih tetap rendah.
Maliq tertegun mendengar ucapan Syifa.Batinnya membenarkan ucapan Syifa,dia sudah khilaf.
__ADS_1
"Sayang...dia berani sekali menghina dan mendebatmu"Provokasi Linda pada Maliq.
Linda bangkit dari tempatnya duduk."Syifa,Kau itu tidak tau malu yaa...kau itu istri yang tidak dianggap tapi masih punya muka juga untuk mengaku ngaku sebagai istri Maliq"Geram Linda sambil mendelik pada Syifa.
"Oh yaahh...rupanya masih kenal dengan yang namanya punya muka???lihat dirimu di cermin itu,siapa kau di sini..!!cecar Syifa pada Linda sambil menarik tangan Linda ke depan cermin.Linda menjerit pura pura kesakitan.
"Sayangg...!!dia menyakitiku"Jerit Linda memprovokasi Maliq.
Linda berpura pura di dorong oleh Syifa.."Aaaww...sakit Syifa..."Jerit Linda sambil menjatuhkan dirinya di lantai.
"Astagfirullah...rupanya selain lihai menarik perhatian suami orang,kau juga pandai bersandiwara...prok..prok..prok..aku salut"Cibir Syifa pada Linda.
__ADS_1
"Syifaa...jaga batasanmu"Teriak Maliq yang entah sejak kapan sudah berjongkok meraih tubuh Linda yang duduk di lantai yang pura pura kesakitan.
"Maaf Kak...!!Aku tau sampai di mana batasanku,selama Aku masih menjadi istri Kak Maliq tak akan kubiarkan ada virus yang masuk ke dalam rumah tanggaku".
"Kecuali.....antarkan Aku sekarang pada orang tuaku...dan ucapkanlah talaqmu di hadapan orang tuaku,sebagaimana Kak Maliq mengucapkan Ijab Qabul di hadapan Waliku.Kembalikanlah Aku dengan baik baik,perlihatkan pada orang tuaku bahwa Kak Maliq adalah laki laki yang bertanggung jawab".Tegas Syifa pada Maliq dengan suara yang masih tetap lembut.
"Plaakkkk"Refleks Maliq menampar Syifa dengan keras.Hatinya sakit mendengar permintaan Syifa,sehingga dengan tidak sadar Maliq mengangkat tangannya menampar Syifa.
Linda tersenyum girang melihat Syifa di tampar oleh Maliq.Diangkatnya bibirnya membentuk lengkungan mencibir ke arah Syifa.
Maliq menatap tangannya dengan nanar.
__ADS_1
Syifa tersentak..dirabanya pipinya yang terasa panas.Di tersenyum pilu.
"Maaf Kak...terima kasih sudah mengingatkanku".