
"Kengen..!! tapi jangan gini juga..." Ujar Maliq lembut.
"Aku pimpinan di kantor ini,aku harus memberikan contoh yang baik untuk karyawanku "Imbuhnya lagi.
Linda berdiri dari pangkuan Maliq sambil menghentakan kakinya dengan kesal, lalu menghempaskan tubuhnya di sofa.
Maliq hanya menggeleng lalu tersenyum tipis melihat tingkah kekasihnya.
"Hhfft...ini salah satu hal yang membuatku meninggalkanmu empat tahun lalu.Andai bukan karena uangmu,mustahil aku bertahan denganmu..cih."gumam Linda dalam hati.Dia kesal dengan Maliq.
"Sayaang...temani aku Shooping..."rengek Linda manja.
Maliq mendongakkan kepalanya menatap Linda.Dia berdiri mendekati Linda,duduk di samping Linda.
"Hari ini aku sangat sibuk, Linda.Banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan hari ini juga dan tidak bisa di tunda.Bagaimana kalau kamu belanja sendiri saja,nanti aku transfer .."Ujar Maliq lembut sambil menggenggam tangan Linda dengan hangat.
Linda sumringah."Ok,baiklah sayang...aku pergi sendiri saja.Terima kasih sudah mengertiku..makin sayang deh...!!" Ujar Linda sambil bergelayut manja dilengan Maliq.
__ADS_1
Maliq mengangguk lalu meraih ponselnya dan mengetik nominal uang yang ingin ditransfer ke rekening Linda.
"Ceklek.." Pintu ruangan Maliq di buka seiring dengan masuknya seseorang.
"Maaf .."
"Deg.."Ssyifa..??!!" Ujar Maliq salah tingkah.
" Maaf Pak...saya membawa laporan keuangan untuk bulan ini". Ujar Syifa datar.Wajahnya dingin tanpa ekspresi.
" Heh...kamu punya sopan tidak ??masuk main nyelonong saja..lain kali ketuk dulu !!" Cerocos Linda kesal.
"Nih anak,diajak ngomong tapi buang muka..dasar yaa...gadis kampung.." Pekik Linda kesal.
Maliq sontak menatap Linda dengan tajam.
"Linda..jangan buat keributan di sini.Jaga kata katamu,ini di kantor "Desis Maliq pada Linda.
__ADS_1
"Ihh..sayang kenapa kamu marahin aku,dia kan masuk tanpa ngetuk pintu dulu.Lagian ngapain juga dia di sini ??" Ujar Linda sambil cemberut.
"Maafkan aku..bukannya aku marahin kamu,tapi tidak sepantasnya kamu memarahi Syifa.Dia sedang magang di sini sekarang.Jangan marah ya,sayang !!??" bujuk Maliq pada Linda.
Syifa hanya diam tanpa ekspresi menyaksikan drama di depannya.
"Ekhhem...maaf Pak,ini laporan keuangannya mau Bapak langsung periksa atau saya bawa kembali ??" Tanya Syifa menyela perdebatan antara Linda dan Maliq.
"Ee..iya,sini saya periksa dulu...nanti kalau perlu di revisi kembali,aku akan memanggilmu kembali.Kamu tunggu di ruangan kamu saja dulu " Ujar Maliq mengusir Syifa secara halus.
"Maaf Pak..biar saya tunggu di sini saja,kebetulan saya sudah tidak ada yang perlu saya kerjakan lagi "Sela Syifa menanggapi pengusiran Maliq.Dia tidak ingin membiarkan Maliq berduaan dengan Linda dalam satu ruangan.Dia menjaga jangan sampai karyawan lain melihat keadaan mereka berdua.Yang tentu saja hal ini akan menjatuhkan wibawa dan citra baik Maliq.
"Hmm...baiklah,sini aku periksa dulu.Linda kamu shoopingnya sendiri saja dulu yaa,aku mau menyelesaikan pekerjaanku dulu."Bujuk Maliq pada Linda sambil berdiri menuju mejanya.
"Ok..baiklah.Tapi janji,kamu nggak boleh baik baikin dia "Bisik Linda di telinga Maliq sambil melirik sinis pada Syifa.
"Iyaa..."
__ADS_1
Seketika Linda mengecup pipi Maliq dengan mesra.
"Astagfirullah.....jaga sikapmu nona Linda,ini kantor dan dia bukan muhrimmu,berlakulah sopan sebagai mana wanita yang bermartabat "Ujar Syifa jengah melihat sikap Linda yang seolah olah sengaja memperlihatkan kemesraannya dengan Maliq.