Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
42


__ADS_3

"Mah..Pah..maafkan Aku ..pernikahanku tidak seperti harapan kalian.Laki laki pilihan kalian tidak sebaik yang kalian kira.Dia mencintai orang lain,dia tidak tulus padaku...hiks..hiks...Mungkin sudah menjadi takdirku akan selalu membuat kalian sedih"Isak Syifa tertahan dan semua gumamannya didengar oleh Maliq yang pura pura tidur.


Maliq menjadi semakin rasa bersalah pada Syifa'.Hatinya seperti ditusuk tusuk ribuan jarum mendengar isakan Syifa.Tapi dia tetap dengan pendiriannya bahwa dia akan menikahi Linda dan akan menceraikan Syifa.Dasar memang Maliq egois dan keras kepala.


"Yaa..mungkin benar kata Syifa,Aku harus menyekolahkan Syifa sampai jadi sarjana baru akan menceraikannya,agar Aku tidak terlalu merasa bersalah.Lalu Aku akan menikahi Linda setelah menceraikan Syifa.Gumam Maliq dalam hati.Hatinya lega seperti mendapat ide saat mendengar gumaman Syifa tadi.Perlahan hatinya menjadi tenang,dan sesaat kemudian matanya terpejam terbuai ke alam mimpi.


****


Sudah seminggu Syifa berada di rumah Maliq.Dalam seminggu itu pula merasa sangat tersiksa.Maliq selalu bersikap acuh padanya.Pergi tidak pernah pamitan dan pulangnya selalu larut malam,dan tentunya Syifa sudah tidur.Syifa merasa sangat tersiksa berada di rumah mewah Maliq.Setiap hari dia menghabiskan waktunya di balkon kamar,sebab jika dia berada di luar kamar dia akan bertemu dengan Ayin yang selalu sinis padanya.Sedangkan Mamah lagi perjalanan dinas ke Jakarta.Sebagai seorang pejabat di lingkungan Pemda,Mamah lebih banyak melakukan perjalanan dinas keluar daerah.

__ADS_1


Seperti hari ini,Syifa kembali termenung di balkon kamar,tiba tiba suara pintu terbuka.Syifa menengok ke arah pintu,nampak sosok Maliq masuk ke dalam kamar.


"Syifa hari ini kamu bisa mendaftar di Universitas yang kamu inginkan,nanti Kak Maliq antar ke kampus".Ucap Maliq setelah berada di dekat Syifa.


"Oo...Iya,Kak.Benaran kakak akan menyekolahkanku?".Tanya Syifa antusias pada Maliq.Tapi,apa Kakak tidak ke kantor hari ini?"Tanya Syifa pada Maliq merasa heran sudah jam 10 Maliq masih berada di rumah,tidak seperti biasanya.


"Hari ini Aku sengaja luangkan waktu untuk mengantarmu ke kampus,jadi bersiap siaplah".Ujar Maliq kemudian.


"Iya,Aku tunggu di bawah"ujar Maliq datar sambil berjalan keluar dari kamar.

__ADS_1


Maliq duduk di sofa di ruang keluarga sambil mengurut pelipisnya pelan.Dia frustasi,merasa sangat serba salah bagaimana harus bersikap pada Syifa.Setiap dia melihat Syifa,dia merasa sangat terbebani.Beberapa hari ini dia sengaja menghindari Syifa dengan sengaja pulang larut malam,agar ketika dia pulang nanti,Syifa sudah tertidur.


Tapi hari ini dia harus menepati janjinya pada Syifa,untuk menyekolahkan Syifa.Dia memutuskan akan mengantar Syifa ke kampus untuk mendaftar Kuliah.


"Ayo Kak,Aku sudah siap"Seru Syifa pelan di samping Maliq.Maliq tersentak dari lamunannya.


"Ee..Iya..ayo..!Maliq tertegun sesaat melihat penampilan Syifa yang sederhana tapi sangat cantik di mata Maliq.Syifa memakai apron dress berwarna abu tua yang berbahan denim disertai kemeja warna abu muda garis putih sebagai innernya.Dia memakai sepatu flatshoes warna senada dengan dressnya,tak lupa dengan sling bag yang bertengger manis di pundaknya. Penampilan Syifa benar benar sangat menambah kesan imut dan menggemaskan di mata Maliq.


"Jadi pakaian seperti ini yang dibelinya bersama Mamah berapa hari lalu yaa.."Kenapa Aku jadi insecure berjalan dengannya,nanti Aku dikiranya Om yang lagi jalan sama ponakan".Batin Maliq.

__ADS_1


Beberapa hari lalu memang Mamah mengajak Syifa jalan jalan ke mall.Maliq menyuruh Mamah menemani Syifa bebelanja pakaian,sebab Maliq melarang Syifa membawa banyak baju.


__ADS_2