Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
46


__ADS_3

Sementara itu di restoran.Maliq bingung menenangkan Linda yang shock mendengar pengakuan Maliq.


Flashback


Setelah mengantarkan Syifa di kampus,Maliq mengendarai mobilnya ke mall tempat Linda menelpon tadi.


"Apa ini saatnya Aku terus terang pada Linda,bahwa Aku dan Syifa itu sebenarnya suami istri bukannya sepupuan.Aku harus mengatakan secepatnya pada Linda,sebelum Linda mengetahuinya dari orang lain.Pasti akan sangat menyakitinya jika dia mengetahuinya dari orang lain.Aku yakin Linda akan mengerti".Gumam Maliq sambil mengendarai mobilnya untuk menjemput Linda.


Setibanya di parkiran mall..Maliq menelpon Linda.


"Hallo sayang,Aku udah di parkiran mall.Bisa tidak kamu datang ke parkiran saja,soalx Aku mau ajak kamu ke cafe favorit kita.Nggak apa apa kan,sayang!!".Bujuk Maliq pada Linda dengan lembut.


"Oo..iya sayang,Aku segera ke situ"Jawab Linda dengan nada manja pada Maliq.


"Maaf sayang,Aku lama yaa??"ucap Linda pada Maliq setelah berada di dalam mobil Maliq".


"Nggak kok sayang".Ujar Maliq sambil tersenyum lembut pada Linda sambil membelai surai hitam Linda dengan penuh cinta.

__ADS_1


Linda tersenyum bahagia,dia merasa tersanjung ketika melihat sikap Maliq sangat manis padanya.


"Yuuk sayang,kita ke cafe langganan,sudah lama kita nggak ke sana".Pekik Maliq sambil menjalankan mobilnya.Linda hanya mengangguk kecil sambil tersenyum manis pada Maliq.


Sesampainya di cafe,mereka mengambil tempat yang terletak di pojok ruangan.Maliq melambaikan tangannya pada pelayan cafe untuk memesan makanan dan minuman favorit mereka di cafe ini.


Sambil menunggu pesanan datang,batin Maliq berperang.Antara mau berterus terang pada Linda atau tidak.Maliq gelisah.


"Sayang,,,kamu kenapa??Kok keliatan gelisah gitu??".Celetuk Linda tiba tiba melihat sikap tak biasa Maliq.


"Haa...ah,,eeh..."Maliq gelagapan.Maliq meraih tangan Linda dan menggenggamnya dengan lembut,lalu menatap dalam dalam ke dalam netra Linda.


"Mau bicara apa sih sayang ...hmm??kayanya serius banget."desah Linda manja pada Maliq sambil menggenggam tangan Maliq dengan tangan satunya lagi.


Kedua jari tangan mereka saling menggenggam di atas meja,seakan tidak ada yang rela akan melepaskan satu sama lain.


"Sa..sayang..sebenarnya"...permisi...maaf pesanannya sudah datang pak".tiba tiba pelayan menginterupsi ucapan Maliq,pelayan tersebut datang mengantarkan pesanan mereka.

__ADS_1


"Eeh..Iya silahkan mas"Ujar Linda salah tingkah.Dia malu pelayan melihat tangannya dengan tangan Maliq saling menggenggam.Maliq hanya berdehem menutupi salah tingkahnya.


"Silahkan dinikmati ya pak..bu.."Ucap pelayan sambil membungkukan hormat pada Mali dan Linda.


"Terima kasih,mas.."ujar Linda.


"Kamu mau ngomong apa tadi,Sayang?"Tanya Linda pada Maliq,saat pelayan sudah berlalu dari tempat mereka.


"Ehmm..kita makan dulu,nanti kita lanjut lagi setelah selesai makan"Jawab Maliq pada Linda sambil menyeruput minuman di depannya.


"Hmm...baiklah"


Merekapun menikmati hidangan di depan mereka.Sesekali Maliq melirik ke arah Linda dengan tatapan yang tak dapat diartikan.


"Kenapa sih sayang..dari tadi kamu liatin Aku kaya gitu,ada yang salah dengaku, hmm?Tanya Linda salah tingkah melihat Maliq selalu melirik ke arahnya.


"Ahh..nggak apa apa kok,cuman rindu aja padamu"Gumam Maliq sambil tersenyum ke arah Linda.

__ADS_1


"Iih..kamu gombal"Linda tersipu,wajah merona mendengar ungkapan Maliq


__ADS_2