Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
205


__ADS_3

Seminggu kemudian.....


" Aku sudah bilang ..jangan mimpi mau ambil Zahrah dariku.Kita tinggal di negara hukum.Undang undang telah menetapkan,hak asuh anak yang berumur di bawah 12 tahun otomatis akan jatuh pada Ibu,bukan ayah.Lagipula, kamu terbukti telah selingkuh dan sudah menikah lagi..aku akan perkarakan hal ini jika kalian tetap memaksa akan mengambil Zahrah dariku " Tegas Nurul sambil mendelik ke arah Irman.Dia sangat geram,Irman terus memaksa ingin mengambil Zahrah bila Nurul nekat ingin minta cerai.


Saat ini Irman mendatangi rumah orang tua Nurul untuk memaksa Nurul menerima pernikahannya dan meminta Nurul untuk tidak meminta pisah darinya.


" Nurul,apa kau tidak berfikir kalau Zahrah ikut denganmu,dari mana kau akan membiayai hidup Zahrah.Kau tidak memiliki pekerjaan.Untuk hidupmu saja,pasti kau bergantung pada orang tuamu " Cibir Irman lagi mencoba memukul mundur ketegasan Nurul.


Nurul bungkam seketika.Dalam hati dia membenarkan ucapan Irman.


" Kata siapa Nurul tidak bisa menafkahi Zahrah ?? Nurul sekarang sudah memiliki usaha. Dia sudah membuka bengkel variasi mobil.Besok adalah peresmian bengkel variasi mobilnya.Kalau Nak Irman punya waktu,Nak Irman bisa datang ke bengkel besok jam 10 pagi ". Tiba tiba suara lembut tapi tegas menyela pembicaraan Irman dan Nurul.


Ya..Syifa dan Maliq sudah membicarakan perihal rumah tangga Nurul yang sebentar lagi akan bercerai.Maliq memutuskan bahwa bengkel Variasi yang sedang dibangunnya,dia percayakan pada Nurul untuk mengelolanya.Dia percaya iparnya itu bisa mengelolanya dengan baik.Hal ini telah mereka musyawarahkan dengan kedua mertuanya serta Nurul.


" Maaf Nak ..bukan Papah mau ikut campur persoalan rumah tangga kalian,tapi kenapa Nak Irman seolah olah hanya ingin menyudutkan Nurul di sini.Nak Irman yang selingkuh bahkan telah menikah kembali.Tapi kenapa seolah olah di sini Nurul yang jadi terdakwanya ?? "


" Nak Irman sudah menikah lagi dan sebentar lagi akan mempunyai anak dari istri Nak Irman yang baru,kenapa tidak Nak Irman lepaskan saja Nurul, Papah rasa itu hal yang sangat bijak.Nak Irman bisa hidup dengan damai dengan istri baru Nak Irman,dan Nurul bisa menata hidupnya kembali dan akan memulai hidup yang baru tanpa bayang bayang Nak Irman. Apa itu terlampau sulit untuk dilakukan ?? "


" Dan masalah biaya hidup Zahrah,memangnya Nak Irman akan lepas begitu saja ketika Zahrah harus ikut dengan Nurul ?? Bukankah tanggung jawab seorang ayah tidak akan lepas selama anak perempuannya belum menikah ?? kenapa seolah olah Nak Irman akan melupakan tanggung jawab itu ".


Papah menghempaskan tubuhnya di samping tempat duduk Nurul lalu menatap tajam ke arah Irman.


" Sudah cukup Nak Irman dan keluarga menghina dan menginjak injak harga diri Nurul.Jangan lagi kalian menyiksanya dengan mengambil paksa buah hatinya " Tutur Papah datar dan penuh penekanan.

__ADS_1


Irman terperangah mendengar penuturan Papah.Sontak Irman mengangkat wajahnya yang dari tadi tertunduk sejak kedatangan mertuanya itu." Maafkan saya,Pah !! " Lirih suara Irman berucap.Dia terkejut,baru kali ini dia mendengar kata kata mertuanya penuh dengan penekanan.Selama ini mertuanya selalu berucap lembut padanya.


" Ada baiknya kau lepaskan dengan ikhlas Nurul,agar tidak ada pertikaian di sini.Dan Papah sebagai orang tua Nurul,tidak ikhlas jika anak Papah harus berbagi suami dengan madunya "


" Untuk biaya hidup Zahrah. Insyaa Allah, walau kami orang susah semoga rejeki Allah itu selalu ada selagi kita berusaha " Tegas Papah dengan tatapan penuh kekecewaan pada Irman.


Irman kembali tertunduk semakin dalam.Dia merasa sangat malu di hadapan mertuanya.Mertuanya yang selalu memperlakukannya dengan baik selama ini berhasil dia kecewakan.


Suasan kembali hening.Masing masing orang di situ larut dalam benaknya sendiri.


" Kenapa Abi datang lagi ke sini ?? pasti Abi datang bikin Umi nangis lagi.Ara benci Abi.Abi tidak sayang Ara lagi,gara gara Abi mau punya dede bayi lagi..pergi Abi dari sini !! Ara tidak mau melihat Abi lagi " Tiba tiba suara cempreng anak kecil berteriak memecah keheningan.Semua orang yang ada dalam ruangan itu seketika tersentak.


Irman hanya bisa terperangah mendengar ucapan anak semata wayangnya itu.Ada rasa perih menyusup dalam hatinya ketika melihat anaknya menatap dengan kebencian.


" Zahrah..!! kenapa ngomong seperti itu sama Abi,tidak baik nak..Umi tidak pernah mengajarkan Zahrah ngomong kasar.Dan Zahrah dengar dari mana kalau Abi tidak sayang lagi sama Zahrah ?? " Sontak Nurul berdiri ke arah Zahrah dan berucap setengah memebentak.


" Umi memang tidak mengajarkan Ara ngomong kasar..tapi Ara benci orang yang sudah bikin Umi nangis " Tegas Zahrah tak sedikitpun merasa gentar dengan ucapan Uminya tadi.Matanya nyalang mentap Irman.Netra bening itu menatap syarat dengan kekecewaan.


" Ara tau semuanya,Umi !! Ara dengar Umi nangis tengah malam gara gara Abi.Ara dengar Umi menangis di pangkuan ante Syifa.Ara dengar juga apa yang menyebabkan sampe Umi nangis.Pokoknya Ara benci Abi...!! " pekik Zahrah lalu pergi dari hadapan orang tuanya sambil berlari menuju lantai dua.


Tubuh Nurul sontak melorot dan terduduk di lantai.Dia sangat shock melihat sikap anaknya.Anak yang sebelumnya sangat manis dan penurut.Anak yang selalu menjaga kesopanannya,tiba tiba jadi kasar dan tak terkendali.Ternyata keadaan telah merubah anak kesayangannya itu.


" Hikss..Zahrah..!! kenapa dia seperti itu !! " Isak Nurul pilu.

__ADS_1


Irman yang melihat itu hanya bisa tertunduk.


Papah berdiri dan membawa tubuh anak sulungnya itu kembali duduk di sofa. " Yang sabar,nak..saat ini Zahrah hanya sedang emosi saja. Insyaa Allah jika emosinya sudah reda pasti dia akan jadi anak yang manis kembali " Hibur papah pada Nurul.


" Nak Irman..kamu lihat kan sikap Zahrah tadi ?? itu akibat dari ke egoisan kalian.Jadi Papah mohon selesaikanlah masalah kalian dengan damai.Harus ada yang mengalah di sini.Andai kamu inginkan Nurul kembali denganmu,itu artinya kamu tau Nurul tidak ingin dimadu.Tapi kalau memang kamu tidak ingin melepas madumu,artinya kamu harus ikhlas melepas Nurul" Ujar Papah final.


Irman menatap Nurul dengan sendu." Baiklah aku permisi dulu,Pah..Nurul !! .Assalamualaikum !! " Irman bangkit dari tempat duduknya dan pamit pada mertua dan istrinya tanpa mau menanggapi ucapan mertuanya tadi.


" Waalaikum salam..." Jawab Papah lalu menatap Irman yang sudah berlalu dari hadapan mereka dengan tatapan tidak bisa diartikan.


" Astaghfirullah...ternyata dia itu laki laki yang arogan dan egois " Gumam Papah geram.


Nurul kembali terisak dan menjatuhkan kepalanya di pundak Papahnya.




" Tuan Adalrich..guru spritual anda sudah datang..beliau menunggu anda,di ruang tamu " Ucap laki laki berjas warna hitam dengan hormat.



" Hhmm..baiklah.Katakan,aku akan segera menemuinya " Ujar pria yang memiliki mata berwarna amber tersebut.Wajah dingin berwibawa itu bangkit dari kursi kerjanya dan melangkah ke dalam kamarnya untuk mengganti pakaian formalnya dengan baju koko.

__ADS_1


__ADS_2