
Mobil fortuner berwarna hitam telah terparkir sempurna di parkiran bandara. Terlihat Maliq turun lebih dulu diikuti oleh Syifa setelah Maliq membukakan pintu untuknya.
Setelah Syifa turun, Maliq hendak membukakan pintu penumpang belakang tapi keburu dibuka oleh penumpangnya. Nampak Zian turun dengan wajah datar tanpa melirik sedikitpun pada Maliq
" Hati hati, Nak !! Mobilnya tinggi, bukan kaya mobil Umi " Seru Syifa melihat anaknya melompat dari mobil.
Zian terkekeh lalu melirik manja pada Syifa. " Zian sudah besar, Mi. Zian itu laki laki tidak boleh manja " Tukas Zian lalu berjalan di damping Uminya.
Syifa tersenyum lalu mengelus pucuk kepala anaknya dengan lembut. " Iya deh !! Anak Umi sudah besar " Seloroh Syifa.
Maliq yang melihat interaksi dua orang yang disayanginya itu, tersenyum kecut. " Kapan anakku akan bermanja denganku, seperti pertama kali berjumpa. Ada apa dengan Zian. Kenapa seolah dia membenciku " Monolog Maliq dalam hati. Hatinya perih melihat anaknya terlihat dingin dengannya.
Maliq tersentak dari lamunannya, seketika dia sadar ternyata Syifa dan Zian sudah tidak terlihat lagi, mereka meninggalkannya di parkiran.
" Mi !! Itu dedek Farah " Pekik Zian sambil menuju ke objek yang disebutkannya.
Syifa memicingkan matanya sambil memperbaiki letak kaca mata bening berbingkai gold yang bertengger di atas hidung bangirnya.
" Iya itu mereka !! " Ujar Syifa antusias.
Dikejauhan, Syifa melihat Mamah, Papah yang berjalan berdampingan sambil menyeret koper masing masing. Di belakang mereka ada Nurul, Qenan dan Zahrah dan diikuti oleh Fandy dan keluarga kecilnya.
" Kakek !! Nenek !! Zian di sini !! " Pekik Zian lagi sambil melambaikan tangannya dengan antusias.
Maliq yang berada di samping Syifa memicingkan matanya yang tertuju pada satu objek. " Bukannya itu teman Syifa ?? Kenapa dia ada di sini ?? " Gumam Maliq tapi masih terdengar oleh rungu Syifa.
__ADS_1
" Aku yang mengundang Fandy dan istrinya. Mereka sangat dekat dengan Kak Fatimah " Ungkap Syifa tanpa ditanya oleh Maliq.
Maliq sedikit tersentak " Eeh kupikir dia tidak mendengar gumamanku " Batin Maliq.
" Ooh. Kenal Fatimah di mana mereka " Maliq kembali bertanya, dia semakin penasaran dengan keberadaan Fandy.
" Ckk " Syifa berdecak tanpa menjawab karena rombongan sudah berada di depannya.
" Apa kabar Mah, Pah !! " Ujar Syifa sambil menyalami kedua orang tuanya dan Kakaknya dan diikuti oleh Maliq.
" Assalamualaikum Kakek, Nenek !! Zian rindu !! " Seru Zian sambil menyalami pasangan paruh baya tersebut.
" Waalaikum salam !! Hmm kakek juga rindu Zian, nak " Tukas Kakek Zian sambil mencium pipi cucu laki lakinya dan diikuti oleh istrinya.
Ooh bolehkah Maliq cemburu ?? Zian sudah tidak pernah lagi menyapanya sehangat itu. Tanpa sadar Maliq mendesah sendu.
" Baik, Nak !! " Jawab mereka serentak.
Zahrah maju mencium kedua pipi adik kesayangannya. " Kabar Kakak baik dek. Zian tambah ganteng deh kakak liat " Goda remaja tanggung tersebut pada adiknya.
" Iya dong..Zian kan selalu ganteng " Ungkap Zian jumawa lalu terkekeh mendengar orang dewasa di depannya terbahak.
" Kakak jahat !! Dedek tidak disapa !! " Pekik suara cempreng yang ada dalam gendongan Fandy.
" Haa...maaf kakak lupa dan sengaja Kakak lupakan ..hi..hi " Goda Zian lalu menepuk dahinya pura pura lupa.
__ADS_1
" Ayo sini salim dulu. Kakak rindu dedek !! " Ujar Zian sok dewasa.
Farah meringsek turun dari gendongan sang ayah lalu masuk ke dalam pelukan Zian.
" Dedek mau bobo sama kakak !! " Rengek bocah tiga tahun lebih itu pada Zian yang ditanggapi anggukan oleh Zian.
" Ayo..naik di mobil kakak !! " Ajak Zian sambil menggandeng posesif tangan bocah gembul tersebut lalu berjalan lurus menuju parkiran. Tak sedikitpun mereka menengok lagi.
Orang dewasa yang ada di situ melongo. Kehadiran mereka seperti tidak dianggap oleh kedua bocah itu.
" hehe..he..he. mereka melupakan kita " Celetuk Tasya terkekeh.
" Iya...!! Ayo kita pergi " Ucap Papah Syifa.
" Mm maaf.. Saya dijemput oleh sopir kantor. Ada yang ikut dengan saya ?? Sepertinya satu mobil tidak muat untuk kita semua " Kata Qenan tiba tiba berhasil menghentikan langkah mereka.
" Biar Nurul sama Zahrah saja yang ikut Nak Qenan. Tasya sama Fandy ikut Mamah dan Papah di mobil Maliq " cetus Mamah lalu melirik ke arah Maliq.
" Baiklah Mah !! " Sahut Nurul lalu melanjutkan langkahnya menuju parkiran.
" Ternyata itu namanya Maliq suami Syifa " Bisik Tasya pada suaminya. Tasya sudah lama mendengar nama Maliq, tapi baru kali ini dapat melihat langsung wajah Maliq.
" Ternyata dia sangat tampan, tapi sayang tega menelantarkan istri dan anaknya ..." Bisik Tasya dalam hati.
***
__ADS_1