Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
82


__ADS_3

"Ya Allah..karuniakanlah Aku kesabaran yang besar,agar Aku bisa bertahan di samping Kak Maliq"Gumam Syifa sambil terisak.Dia berjalan kembali ke meja makan.Dibungkusnya makanan di meja untuk dibagikannya pada orang orang yang lebih butuh makanan itu.


***


Sore harinya ...Syifa berniat untuk pamit pada mertuanya.Tapi diurungkannya niatnya.Dia malas harus ketemu Ayin di sana.


"Biar Aku telepon Mamah saja ...Aku minta nomor Mamah saja pada Bu Siti"Gumam Syifa sambil melihat handphone yang baru dibelinya kemarin.


Syifa menghubungi Bu Siti melalui nomor telepon rumah mertuanya."Semoga yang angkat nanti Bu Siti"


"Tuut...


"tuut...


"tuut...


"Hallo..."terdengar suara Bu Siti diseberang.


"Hallo....Assalamualaikum Bu Siti,Aku Syifa bu"Ucap Syifa gembira,dia senang ternyata Siti yang mengangkat teleponnya.


"Ooh...Nak Syifa,apa kabar Nak?."


"Alhamdullillah ..baik Bu.Ibu apa kabar?"


"Alhamdulillah..baik juga Nak..."

__ADS_1


"Hmmm...Bu Siti punya nomor hp mamah nggak??"


"Iya Ada Nak..."


"Boleh Aku minta nomor Mamah,bu?"


"Iya..iya..bisa Nak.."


Siti mengambil HPnya untuk melihat nomor kontak majikannya.Lalu menyebutkan satu persatu angkanya.


"Ok..terima kasih bu"..


"Iya..sama sama Nak Syifa"


"Assalamualaikum"Ucap Syifa sambil menutup telponnya.


***


Setelah semuanya sudah siap...Syifa melaksanakan sholat subuh sesaat suara Adzan subuh berkumandang.Selesai melaksanakan sholat,gegas Syifa menyiapkan sarapan untuknya dan Maliq.Walau dia tau Maliq tidak akan memakan maskannya lagi.


"Aku akan bangunkan Kak Maliq dulu,baru aku pamit pada Kak Maliq"Gumam Syifa menuju kamar Maliq.


"Kaak..bangun Kak..sudah pagi..."Suara Syifa terdengar lembut membangunkan Maliq ,sambil di goyangkannya pelan tubuh Maliq.


Maliq bangun.Dan seperti biasa dia mengacuhkan keberadaan Syifa lalu bangkit menuju kamar mandi.Syifa merapikan tempat tidur Maliq dan menyiapkan pakaian kantor Maliq seperti biasanya.Setelah selesai semuanya,Syifa kembali ke meja makan menunggu Maliq untuk sarapan(Siapa tau mau sarapan dengannya)Itu harapan Syifa.

__ADS_1


Tak berselang lama terlihat Maliq menuruni tangga sambil menenteng tas kantornya.Syifa berjalan mendekati Maliq sambil tertunduk.


"Kak...hari ini Aku berangkat ke Jakarta"Pamit Syifa pada Maliq dengan suara ragu ragu.


Maliq menghentikan langkahnya sambil menatap Syifa tajam...


"Kalau mau pergi,tinggal pergi aja.Nggak usah sok cari perhatian dengan alasan pamit...cih..basi !!".Ketus Maliq sambil menatap sinis ke arah Syifa.Lalu melanjutkan langkàhnya menuju ke arah mobilnya yang sudah disiapkan oleh Jhon.


Syifa kembali terluka dengan sikap Maliq.


"Yah...sudah,kalau memang tidak penting untuk Kak Maliq aku pamit,setidaknya sebagai istri Aku pamit padamu Kak..."Gumam Syifa seolah olah Maliq masih ada di depannya.Diusapnya air mata yang menetes pelan di pipinya.


Di dalam mobil.Maliq merenungi kata kata yang diucapkannya pada Syifa tadi.


"Aku memang keterlaluan.Tapi mau gimana lagi..Aku takut Linda marah padaku lagi..dia melarangku untuk memberikan perhatianku pada Syifa...Aargghhh"Maliq menyugar rambutnya yang rapi dengan kasar.Dia bingung harus bersikap seperti apa.


Di rumah Syifa sedang menunggu Gladis untuk menjemputnya ke bandara.Syifa


"Tiin"..


"Tiin"...


Terdengar suara klakson mobil dari luar.


"Itu mungkin Gladis,"Bergegas Syifa meraih kopernya yang sudah disiapkannya dari tadi.

__ADS_1


"Syiffaa...kamu sudah siap??"tiba tiba suara cempereng Gladis memanggil Syifa yang sedang berjalan menuju pintu.


__ADS_2