
"Tapi katanya...kamu akan menjemputnya.Aku melihatnya berjalan kaki.Aku mengajaknya naik mobilku,katanya dia janjian sama kamu" Ujar Zidan sambil menatap Gladis.
"Haa...Kak Zidan melihat Syifa di mana ??" Tanya Gladis
"Di jl.xx jalur arah ke kampus kita "Tutur Zidan.
"Oh..iya Makasi infonya Kak...biar aku telpon Syifa dulu "Ujar Gladis sambil mengambil ponselnya dari dalam tas.
"Ooh..iya,ya udah aku ke kelas dulu yaa..!!"Pamit Zidan pada Gladis.
"Iya Kak.skali lagi makasi".
Zidan mengangguk sambil tersenyum lalu berbalik menuju kelasnya.
"Katanya tadi di telpon mau diantar sama suaminya ke kampus,tapi kok jalan kaki yaa?apa suaminya tidak jadi mengantarnya.Tapi kalau suaminya tidak mengantarnya..dia biasanya naik taxi..."Gumam Gladis dalam hati sambil mencari nomor kontak Syifa.
***
Di kantornya....
Maliq merasa sangat kesal pada Syifa...
"Dasar gadis sombong..apa coba maksudnya tidak mau memakai uang pemberianku.Mau pamer ke aku bahwa dia juga mampu tanpa bantuanku???" Monolog Maliq geram.
__ADS_1
"Kita liat saja nanti,,dia bayar semester pake uang apa..." Imbuhnya lagi sambil mencibir.
"Boss...boss...!!"
"Hehh...kau itu masuk tidak ketuk pintu dulu.."pekik Maliq terkejut dengan kehadiran asistennya yang tiba tiba ada di depannya.
"Sudah bos...aku sudah ketuk ketuk pintu tapi bos tidak menyahut.Jadi aku pikir aku masuk saja,soalnya aku liat bos lagi ngomong sendiri ".Tutur Jhon asisten merangkap sopir pribadinya.
"Jadi kau anggap aku sudah gila,pake ngomong sendiri ??"Maliq pada Jhon.
"Eeh...bos sendiri yang bilang kalau bos sudah gila. Bukan aku loh yang ngomong.Kenyataannya bos memang lagi ngomong sendiri "Ujar Jhon tapi dalam hati.Mana berani dia bicara langsung.
"Tidak Bos...!!"
"Trus mau ngapain kamu di sini..."
"Ini kan Universitas tempat Syifa kuliah..."Gumam Maliq.
"Hhmmm.."Kamu urus saja semuanya...aku mau mahasiswa yang magang di sini bukan mahasiswa sembarangan.Saat mereka mengajukan surat permohonan magang perhatikan baik baik biodata mereka dan utamanya nilai akademiknya,serta kompetensinya"Ujar Maliq tegas.
"Baik,Boss "..
***
__ADS_1
Di kampus.Syifa baru turun dari taxi yang dinaikinya.Gladis sudah menunggu Syifa di depan pintu gerbang kampus.
"Syifa...katamu mau di antar suamimu...??"
Syifa terenyum."Selamat pagi,Gladis "Ujar Syifa tanpa memjawab pertanyaan Gladis.
"Ee..he..hee..Pagi !!!"Gladis cengengesan.
Syifa melanjutkan langkahnya menuju kelas.
"Syifaa...ishh,kamu belum jawab pertanyaanku ".
"Ada apa sih..??mau tanya apa...nanti aja dalam kelas " Ujar Syifa sambil terus berjalan menuju kelas.Gladis mempercepat langkahnya mensejajarkan dengan Syifa.
Tiba di dalam kelas..tetap mencecar Syifa dengan pertanyaan tadi."Syifa...kamu belum menjawab pertanyaaku tadi..."
"Yang mana??? ujar Syifa balik bertanya....
"Ishh....katamu kamu mau di antar suamimu ke kampus,tapi kenapa malah naik taxi ??"
"Oohhh...itu, Kak Maliq tadi ada urusan mendadak yang harus segera di tangani..jadi dia tidak jadi mengantarkanku ke kampus "Tutur Syifa datar pada Gladis ."Hhfft...aku harus bohong lagi ".Batin Syifa.
"Ooh...tapi kata Kak Zidan kamu lagi jalan kaki,itu kenapa ?" Imbuh Gladis lagi.
__ADS_1
"Gladis...kamu kaya wartawan deh...!!!sudah,Itu ibu Wina datang " Bisik Syifa pada Gladis sambil mengarahkan pandangannya ke arah pintu kelas.
"Hhmmm".Gladis mengkerucutkan bibirnya tidak puas dengan jawaban Syifa.Syifa menggelng pelan sambil terkekeh.