
"Ayo...Aku sudah siap.Ucap Syifa sambil menarik koper Maliq dari dalam.
"Oo...Iya,ayo"sambut Maliq berdiri sambil meraih koper di tangan Syifa.Maliq membawa dan memasukkan kopernya kedalam bagasi mobil.
"Mah,Pah...Syifa Pamit.."ucap Syifa sendu.Dia merasa sedih harus berpisah dengan kedua orang tuanya dan ini untuk yang pertama kalinya.
Syifa memeluk Mamah dan Papahnya bergantian.Syifa terisak dalam pelukan kedua orang tuanya.
"Nanti kamu di sana pandai pandailah membawa diri,Nak..!!.di sana kamu akan bertemu dengan orang orang baru.Dan ingat kamu bukan anak kecil lagi,kamu sudah menjadi seorang istri.kamu harus patuh kepada suamimu tidak boleh melawan,sebagaimana kamu patuh terhadap Mamah dan Papah selama ini.Karena sekarang surgamu ada pada suamimu.Bersikaplah lemah lembut terhadap suamimu agar kamu mendapat Ridho dari Allah.Jika ada permasalahn dalam rumah tangga,bicarakanlah dengan baik baik"...Mencontohlah dari para istri Rasulullah Baginda Nabi Muhammad SAW".Nasihat Mamah Syifa panjang lebar sambil mengelus punggung Syifa yang bergetar menahan isaknya dengan lembut.
"Iya Mah...doakan Syifa agar bisa jadi istri yang baik"...Ujar Syifa sambil terisak.
"Maliq,Jaga Syifa Nak...sekarang Syifa sudah menjadi tanggung jawabmu sepenuhnya.Bukan cuma tanggung jawab di dunia tapi tanggung jawab sampai akhirat nanti.Jadi,bimbinglah Syifa menjadi istri sholeha,agar kelak di akhirat nanti kamu tidak akan dituntun di pengadilan Allah".sambung Papah Syifa menasihati Maliq,setelah Maliq balik dari memasukkan koper ke dalam bagasi mobilnya.
__ADS_1
"Insyaa Allah,Pah...Doakan rumah tangga kami akan menajadi rumah tangga yang Sakina Mawadah Warrahmah".Sahut Maliq sambil melirik ke arah Syifa yang masih berada di pelukan Mamahnya.
"Aamiin".Sahut keluarga Syifa serentak.
"Yah...udah Deek...Meweknya udahan yaa..nanti kalau kaya gini kapan berangkatnya coba".Gurau Nurul menyembunyikan kesedihannya.
"Iiih...Kakak...Kaya ngga gini juga waktu pertama mau di bawa sama Kak Irman,malah nangis bombay lagi...."pekik Syifa dengan manja sambil menepuk lengan kakaknya.
"He...he..."Nurul terkekeh malu.Di garuknya tengkuknya yang tidak gatal.
"Iiihh...Kakaaaak.kesal Syifa tapi tetap memeluk tubuh Kakaknya sambil mengerucutkan bibir mungilnya.
"Udah,dramanya udahan yaa...udah mau siang,nanti kemalaman di jalan"Seru Tante Syifa sambil tersenyum ke arah Syifa.
__ADS_1
Syifa melepaskan pelukannya dari Kakaknya.Lalu bersalaman pada kedua orang tua,Kakak Ipar,Om Sama Tantenya di ikuti oleh Maliq.Tidak lupa Syifa mencium dengan gemas pipi gembil ponakannya.
"Kami berangkat dulu yaaa"...Kata Maliq setelah berada di samping mobilnya.Diraihnya gagang pintu mobil di samping sopir,dibukakannya pintu untuk Syifa.Syifa masuk ke dalam mobil dan mendongakan kepalanya ke arah keluarganýa.
"Kami pergi dulu,Assalamu Alaikum!!"...Ucap Maliq dan Syifa serentak setelah Maliq menyalakan mesin mobilnya.
"Iya,Hati hati di jalan yaa Nak....semoga Allah melindungi perjalanan kalian"Ucap keluarga Syifa serentak.
"Aamiin"Sahut Syifa dan Maliq serentak.
Maliq dan Syifa melambaikan tangannya sambil berlalu dari hadapan keluarga Syifa.
"Hfff....Mamah Syifa membuang nafasnya dengan berat,sangat sedih rasanya harus melepas anak bungsunya.
__ADS_1
Tante Syifa membimbing Kakaknya itu masuk ke dalam rumah diikuti anggota keluarga lainnya.