Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
58


__ADS_3

Setelah menunaikan ibadah sholat subuh..Syifa turun ke dapur membantu Siti untuk menyiapakan sarapan untuk anggota keluarga.


"Assalamualaikum Bu Siti"Sapa Syifa pada Siti yang sedang mencuci beras.


"Walaikum salam"Ujar Siti sambil menoleh ke arah sumber suara.


"Masyaa Allah...ini Nak Syifa??"Mata siti terbelalak melihat penampilan baru Syifa.


Syifa tersenyum manis ke arah Siti."Alhamdulillah...sudah dapat hidayah Bu Siti..he..he..".


"Nak Syifa cantik sekali seperti ini...Masyaa Allah..Aku iri Nak Syifa."Kagum Siti,matanya berkaca kaca terharu.


Syifa memeluk Siti sambil berbisik.."masih jauh dari kata sempurnah.Doakan Syifa bisa istiqomah yaa buu".


"Aamiin...Saya doakan Nak Syifa bisa istiqomah..selalu bahagia dunia dan akhiratnya"Ucap Siti sambil mengelus punggung Syifa dengan lembut.


"Aamiin...!!"Ujar Syifa.


"Kita masak apa hari ini untuk sarapan bu..??".


"Ayam kecap sama tumis kangkung,kaya enak Nak Syifa"

__ADS_1


"Hhmmm ide yang bagus.."ujar Syifa ceria sambil mengacungkan jempolnya pada Siti.


Selesai menyiapkan sarapan Syifa kembali ke kamar untuk menyiapkan pakaian kantor Maliq.Saat dia masuk ke dalam kamar,Maliq sudah tidak ada di tempat tidurnya.Suara gemercik air dari dalam kamar mandi,menandakan Maliq sedang mandi.Syifa segera menyiapkan pakaian kantor Maliq setelah sebelumnya merapikan tempat tidur.


Maliq telah menyelesaikan acara mandi paginya.Dia keluar dari dalam kamar mandi,sepintas dia melihat punggung Syifa sedang berdiri di balkon kamar.Maliq mengambil pakaian yang telah disiapkan Syifa tadi lalu membawanya kedalam ruang ganti.


"Syifa..."Panggil Maliq pada Syifa setelah selesai mengenakan pakaiannya.


Syifa memebalikkan badannya dan menghadap pada Maliq.


"Masyaa Allah,dia sangat cantik dengan pakaian seperti itu"Gumam Maliq di dalam hati.Wajahnya merona ketika tiba tiba dia merasakan perasaan aneh di lubuk hatinya.Maliq terpaku menatap Syifa.


Maliq tak bergeming dari tempatnya.


"Kak...Kak Maliq.ayo sarapan...!Ujar Syifa lagi sambil melambaikan tangannya di depan wajah Maliq.


"Eeh...iya....ayo!!"Tapi tunggu dulu,sejak kapan kamu memakai jilbab?"Tanya Maliq setelah kesadarannya kembali.


"Sejak kemarin...Maaf Aku tidak ijin dulu ke Kak Maliq..."Jawab Syifa sambil tertunduk.


"Ooh...ehmm,terserah kamu kalau mau pakai jilbab,nggak perlu ijin sama Aku..selama itu tidak merugikan orang lain".Ujar Maliq sok cool.Padahal dadanya bergetar aneh melihat penampilan Syifa.

__ADS_1


"Iya ..terima kasih Kak...sudah mengijinkan".


"Hmm...ayo turun"Ujar Maliq sambil melangkah keluar dari kamar.


Di meja makan anggota keluarga telah lengkap.Suasana meja makan hening,tak ada yang berani bersuara,karena melihat wajah Mamah yang dingin tak bersahabat.


Maliq sekali kali melirik ke arah Mamah...Tidak ada lagi tatapan lembut dari netra Mamah,yang ada hanya tatapan datar penuh sorot kekecewaan.


"Mamah benar benar marah padaku"Batin Maliq.


Maliq berdiri tanpa menyelesaikan sarapannya.Lalu berjalan keluar rumah.Dia enggan untuk berpamitan pada Mamahnya,dia memeperlihatkan keegoisannya juga pada Mamah.


Syifa berlari mengejar suaminya yang hendak masuk ke dalam mobil.


"Kaak..."panggil Syifa pada Maliq.


"Apa lagi haah..!Bentak Maliq pada Syifa.Matanya nyalang menatap Syifa.Dia merasa gara gara Syifa,Mamahnya jadi memarahinya.Syifa terperanjat dan melangkah mundur satu langkah.


"Astahfirullah...Aaak..aku hanya mau pamit mau ke kampus seb..bentar,Kak...!".Gagap Syifa.Dia terkejut mendapat bentakan Maliq.Hatinya sakit bagai dihujam ribuan belati.Air matanya telah menganak sungai dari matanya.


"Serah...mau ke kampus kek,mau ke neraka kek..terserah...Aku tidak perduli"Pekik Maliq marah .Hatinya sangat geram.

__ADS_1


__ADS_2