Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
60


__ADS_3

"Kalau begitu Mamah nggak usah nangis lagi...bukannya Mamah mau ke kantor??"Sela Syifa menyadarkan mertuanya yang tenggelam dalam air matanya".


"Iya..Mamah mau ke kantor,hari ini ada rapat di kantor gubernur jam 10".Ujar Mamah sambil menghapus sisa air matanya dengan tissu.


"Oh iya,sekalian Syifa mau pamit ke kampus hari ini Mah..hari ini mau ujian."Ucap Syifa pada Mamah.


Mamah menatap Syifa."Nanti Syifa diantar Pak Bahar saja ke kampus ya Sayang"


"Nggak usah Mah,Syifa dijemput sama teman Syifa,paling sebentar lagi dia datang"Ujar Syifa menanggapi permintaan Mamah.


"Ooh..ya sudah..kalau begitu ini buat jajan Syifa,Mamah yakin Maliq tidak memberimu uang"Ujar Mamah sambil mengambil uang pecahan seratus sebanyak 10 lembar dari dalam tasnya.


"Ee..Kak Maliq kasi Syifa uang kok Mah...tapi bukan uang kes,Syifa pegang ATM Kak Maliq".Jelas Syifa ke Mamah agar Mamah tidak tambah marah ke Maliq.


"Oo..baguslah...tapi,biar Syifa pegang saja uang dari Mamah...ada baiknya kita pegang uang kes juga"


"Nggak usah Mah,"Tolak Syifa dengan halus.Dia sungkan harus menerima uang kes dari Mamah.


"Terima aja sayang...anggap ini uang jajan dari Mamah untuk anaknya yang manis..hmm".Bujuk Mamah dengan mata memohon.

__ADS_1


"Baiklah Mah...Syifa terima.Sekali lagi terima kasih Mah..Terima kasih sudah mau menerima Syifa menjadi menantu Mamah dan menyayangi Syifa dengan tulus.Ucap Syifa terharu sambil memeluk tubuh mertuanya.


"Sayang...kok ngomong kaya gitu..Syifa itu anak baik dan Sholeha...ibu mana yang tidak akan menyayangi Syifa hmm?"


"Mamah berlebihan,Syifa masih banyak kekurangan cuman Mamah aja yang belum sadar"Syifa menunduk tersipu malu.


"Tok...tok..tok" tiba tiba pintu di ketuk dari luar."Saya Siti Nak Syifa...


"Masuk saja Bu Siti,pintunya nggak di kunci"pekik Syifa


Siti membuka pintu lalu masuk menghadap pada Mamah...


"Oh..iya,Sayang Mamah ke kantor dulu..Mamah doakan supaya Syifa bisa lulus ujian nanti..."Ucap Mamah sambil berdiri lalu mengelus kepala Syifa.


"Aamiin,terima kasih Mah."Syifa tersenyum tulus pada Mamah.


Setelah Mamah keluar,Syifa bersiap siap ke kampus sambil menunggu Gladis datang menjemput.Sejenak dia melupakan sikap Maliq tadi.


Selang beberapa saat kemudian,pintu di ketuk oleh Siti dari luar.

__ADS_1


"Nak Syifa,di depan ada teman Nak Syifa katanya mau jemput Nak Syifa"Ujar Siti setelah pintu dibuka oleh Syifa.


"Oh...Iya suru tunggu sebentar ya bu..."


Gegas Syifa masuk lagi ke dalam kamarnya.Dia belum memakai kaus kakinya dan handsock.Setelah semuanya telah siap Syifa bergegas menemui Gladis di bawah.


"Maaf yaa...kelamaan nunggunya"Ujar Syifa setelah berada di ruang tamu.


Gladis yang sedang fokus menatap layar handphonenya tersentak,seketika menoleh.


"Yaa Tuhaan...ini kamu Syifa??Pekik Gladis melihat penampilan Syifa yang sudah berubah.Sontak dia berdiri menghadap Syifa.


"Oh My God...kamu cantik banget!!!"Gladis masih saja terkagum kagum.Dia memutari tubuh Syifa sambil memandangi keseluruhan penampilan Syifa.


"Aahh...kamu berlebihan Gladis,Aku cuma dalam proses memperbaiki diri.Jangan berlebihan memujiku nanti aku jadi lupa dengan tujuanku berhijab"Tutur Syifa pada Gladis.


"Eeh..Sory sory..🙏🙏Gladis tersenyum kagum pada Syifa.


__ADS_1


Penampilan Syifa setelah Hijrah.


__ADS_2