
" Maaf,dek..!! Kakak tidak tahu kalau Linda menjadi sekretarisnya Bu Marta " Ujar Maliq dengan nada penuh rasa bersalah.Saat ini mereka ada di dalam mobil dalam perjalanan pulang.
" Kenapa harus minta maaf berulang-ulang sih,Kak !! kan adek sudah bilang..adek nggak marah.Adek percaya sama kakak sebagai suami adek.Sebesar apa kepercayaan Kakak sama adek,sebesar itu pula kepercayaan adek sama kakak "
" Kepercayaan adalah landasan utama dalam pernikahan.Jika rasa percaya itu sudah mulai dipertanyaakan,ada baiknya hubungan itu perlu dievaluasi kembali agar tidak akan menyakiti orang yang menjalankan peran suami istri itu "
" Kakak tahu,kenapa adek sejauh ini masih tetap bertahan disamping kakak.Itu tidak lain,karena rasa percaya itu masih ada di dalam sini." Tutur Syifa menatap dengan intens wajah Maliq seraya menunjuk dadanya.
" Mungkin beberapa waktu lalu adek sempat bersikap kurang nyaman di hati kakak.Tapi, itu tidak punya hubungan dengan kepercayaan.Adek hanya kecewa kakak yang tidak bisa bersikap tegas.Kakak tidak bisa menempatkan rasa bakti kakak pada keluarga kakak dan bagaimana sikap tanggung jawab kakak terhadap rumah tangga kakak yang akan dipertanggung jawabkan dunia dan akhirat " Maliq sedikit tersentak dengan penuturan Syifa.Perlahan dia menepikan mobilnya di pinggir jalan.
" Masyaa Allah,dek..!! Insyaa Allah kakak akan lebih banyak belajar lagi untuk tanggung jawab terhadap rumah tangga .Maafkan kakak yang kurang bijak dalam memimpin rumah tangga kita " Maliq meraih kedua tangan Syifa dan menggenggamnya dengan lembut.Dikecupnya bergantian kedua punggung tangan Syifa.
Syifa tersenyum tipis " Kita sama sama sedang belajar ,Kak !! kita akan saling mengingatkan jika ada yang salah.Tapi jangan pernah menghujat bila khilaf itu datang.Sebisa mungkin kita akan membawa rumah tangga kita menjadi titian hingga Jannahnya Allah " Timpal Syifa lembut seraya mengecup balik kedua telapak tangan suaminya.
" Maafkan adek kalau terlalu mendominasi !! " Imbuhnya lagi menatap sendu wajah Maliq.
" Ssst...adek tidak mendominasi,tapi adek selalu mengingatkan kakak !! " Bisik Maliq seraya meletakan jari telunjuknya di bibir mungil Syifa.
" Ya Allah..mimpi apa aku semalam.Hari ini istriku sangat romantis,tidak seperti biasanya terlalu kaku.Dia mengecup tanganku dengan mesra..aaah...!!" Maliq membatin seraya tersenyum sumringah.
Syifa mengernyitkan keningnya." Kenapa Kakak senyum senyum seperti itu ?? "
__ADS_1
" Kakak bahagia.Hari ini adek sangat romantis menurut kakak.Kakak merasa tersanjung " Sahut Maliq menatap mesra pada istri cantiknya.
Syifa terperangah dan tersipu malu.Wajahnya seketika memerah.Dia mengurai genggaman tangan Maliq seraya melempar pandangannya keluar jendela. " Aah..kakak ada-ada saja !! ayo...jalan,kakak harus balik ke kantor lagi setelah mengantar adek " Syifa kembali ke mode datar.
" Ciee..ada yang tersipu malu !! " Maliq mencolek dagu Syifa untuk menggodanya.
Syifa menepis pelan tangan Maliq lalu menyembunyikan senyumnya. " Ini mau jalan atau adek turun panggil taxi saja ?! " Ancam Syifa dengan tatapan tajam menyembunyikan wajah tersipunya.
" Eeh...ok..ok.. !! siap jalankan perintah ,tuan putri !! " Maliq gelagapan lalu menjalankan kembali kendraannya.
Syifa mengulum senyumnya seraya membuang kembali pandangannya keluar jendela.
Sementara di sisi lain...
Setelah beberapa lama mereka memilih untuk tidak bertemu dulu,akhirnya hari ini Sandra menelpon Tofan untuk minta bertemu.
" Kak...bagaiman tanggung jawabmu ?? aku sudah ketahuan sedang hamil.Dimana tanggung jawabmu.Mana ninggalin aku saat disidang keluarga lagi !! dasar pengecut !! " Maki Sandra saat duduk berhadapan dengan Tofan.
" Eeh..asal kan kau baik baik saja saat ini.Malah yang kulihat kau semakin bahagia !! " Ujar Tofan memindai wajah Sandra.
" Sialan !! baik baik saja,moyangmu !! kau tidak tahu,bagaimana aku menanggung rasa malu di depan Maliq dan Syifa.Mereka tahu kalau kaulah yang menghamiliku !! " Pekik Sandra di depan wajah Tofan.
__ADS_1
Tofan terjengkit kaget. " Appaa ??! Maliq tahu dari mana kalau tahu aku yang menghamilimu ?? " Tanya Tofan panik.
" Syifa..!! dia sudah lama tahu tentang hubungan kita.Dia memilih tidak memberitahu keluarga lain masalah ini.Tapi dia memberitahu Maliq " Ucap Sandra sendu seraya menundukan kepalanya.
" Sialan juga perempuan kampung itu.Ternyata dia tidak selugu yang terlihat !! awas saja masalah ini sampai terbongkar di hadapan keluarga,aku akan buat perhitungan dengannya !! Geram Tofan menggertakan giginya.
Sandra mendongak." Eeh..apa maksudmu ?! " pekik Sandra.
Tofan menatap wajah cantik Sandra. " Aku rasa kau belum bego..yang jelas aku akan membuat perhitungan denfan Syifa,jika dia berani membongkar masalah ini di depan keluarga besar "
" Astagaa..!! Kalau Syifa mau membongkarnya,dari dulu dia sudah melakukannya.Tapi,dia itu wanita yang tulus dan baik hati.Dia tidak pernah berniat untuk membuatku dan dirimu hancur di mata keluarga.Dia hanya memperingatiku agar tidak menipu suaminya ". Sergah Sandra mendelik ke arah Tofan.
Tofan menautkan keningnya. " Apa ini Sandra ?? kenapa seolah kau sedang membela kakak madumu itu ?? "
" Iya..aku memang sedang membela Syifa.Andai bukan dia mungkin saat ini aku sudah jadi gembel.Dia yang memohon mohon pada Maliq agar aku tetap tinggal di rumah Maliq.Dia memperhatikan kebutuhanku dan calon anak kita.Dia rutin memberiku uang tanpa aku minta.Dia selalu melindungaiku dari kemarahan Maliq.Sedangkan kau kemana ?? kau lebih sibuk menyelamatkan dirimu sendiri,pengecuuut !! Teriak Sandra di depan wajah Tofan dengan emosi.
Tofan terperangah." Heeh...paling dia cuma pura pura baik " Cibir Tofan.
" Kau yang pura pura baik.Cuma mau enaknya saja.Lihat saja, jika kau tidak mengirimiku nafkah darimu.Aku pastikan Kak Dewi akan mengetahui segalanya " Gertak Sandra pada Tofan setelahnya dia berdiri dari tempatnya.
Gegas Sandra masuk ke dalam mobilnya dan menjalankannya dengan kecepatan sedang.
__ADS_1
" Sial..!! kenapa harus ketahuan sih ?!! " GerutuTofan sambil menatap kepergian Sandra yang tidak sempat dicegahnya.