Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
96


__ADS_3

Syifa kembali tersentak....


"Ma...maksud Kak Maliq...aku tidak boleh kuliah lagi??"Tanya Syifa gugup.


"Iya..."Ujar Maliq singkat.


"Astagfirullah....Maafkan aku Kak...kalau bikin Kakak marah...tapi aku mohon ijinkan aku tetap kuliah...!!Syifa menghibah pada Maliq.


Maliq tersenyum sinis."Baru sadar sudah bikin suami marah..??kenapa baru sekarang minta maaf..haa??"Ujar Maliq masih dengan tatapan sinisnya.


"Hiks..hiks...Kak Maliq sudah janji padaku,Kakak mau ingkar lagi..??"Syifa menangis tergugu mendengar pernyataan Maliq.Tulang tulang Syifa terasa lemas semua.Dia tidak menyangka,Maliq akan melarangnya untuk kuliah.


Syifa berdiri dari bangkunya,berjalan mendekati Maliq yang tetap fokus dengan sarapannya."Kak Maliq,aku mohon ijinkan aku tetap kuliah..aku janji akan tetap melayani keperluan Kakak.Aku janji tidak akan lalai dari tugasku sebagai istri.."Rengek Syifa menghiba,dia berjongkok disamping Maliq.


"kenapa dia jadi imut gini kalau lagi nangis,jadi semakin semangat buat ngerjain dia...hih...hi..hii".Batin Maliq sambil terkikik dalam hati.


"Hmmm..".Maliq melirik ke arah Syifa,lalu mengangkat keningnya sebelah."Apa katamu??janji tidak akan lalai??jangan pernah berjanji kalau tidak bisa menepatinya "Ucap Maliq sambil tersenyum sinis ke arah Syifa.Dia berusaha bergaya se cool mungkin.


"Eeh..bukannya dia si tukang janji selalu ingkar yaa🤔🤔🤔"(POV author)

__ADS_1


"Iya...Insyaa Allah aku tidak akan lalai dari tugasku,Kak...." Ujar Syifa dengan tatapan menghiba pada Maliq."Ya Kak..Yaaa...ya, Please !!".


"Hmmm...karena hari ini aku lagi baik hati.Baiklah,aku mengijinkanmu kuliah.Tapi dengan satu syarat..hari ini aku mengantarmu.Aku mau liat,kamu beneran ke kampus mau belajar atau cuman mau senang senang...dan satu lagi jangan pernah melapor macam macam ke Mamah.."Ujar Maliq dengan tatapan mengintimidasi ke arah Syifa.


Syifa hanya mengangguk walau dia kesal dengan tuduhan tuduhan Maliq.


"Setuju nggaak..???."pekik Maliq.


"Ee...iya Kak..." jawab Syifa lirih


"Kenapa,nggak ikhlas menerima syaratnya???"Cecar Maliq menatap tajam pada Syifa.


"Trus bilang apa kalau ikhlas??"


"Eeh..."Syifa melongo sambil menegerutkan keningnya.


Maliq mendengus kesal,lalu berdiri dari tempat duduknya."Dasar lambat loading "gerutunya.


"Bilang...terima kasih dong...!!!!"Pekik Maliq sambil mencondongkan wajahnya ke wajah Syifa.

__ADS_1


Deg


Deg


Deg


Syifa gelagapan,wajahnya memerah menatap wajah Maliq yang berjarak hanya beberapa inci dari wajahnya.Hembusan napas Maliq terasa hangat menerpa wajah Syifa.


Tanpa sadar,Maliq terus menatap wajah Syifa.Syifa memejamkan matanya,urat uratnya terasa kaku,belum pernah dia berdekatan dengan lawan jenisnya dengan jarak seintim ini.


Tiba tiba Maliq meniup wajah Syifa."Heeh...kenapa pake merem kaya gitu,ngarep di cium ya....ha..ha...haa" Maliq terbahak meledek Syifa.


Syifa terbelalak..."Mana ada...ak ak...aku..issht" Syifa gelagapan,wajahnya semakin memerah.Segera dia bangkit lalu berlari ke kamarnya.


"Buahaa..ha...haa..." Suara tawa Maliq menggema,seiring dengan Syifa berlari ke kamarnya.


Syifa merasa sangat kesal dipermainkan oleh Maliq."Brukkk".Syifa menutup dengan keras daun pintu kamarnya.Syifa berdiri di balik pintu sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya..."Isshhh...apaan sih Kak Maliq....siapa juga yang mengharap dicium...issh...ishh..."Syifa menghentak hentakkan kakinya sambil menggelengkan kepalanya.


Took...took...took...

__ADS_1


"Syifa cepetan...mau ke kampus nggak??kalau ke kampus,hari ini aku antar..!!!pekik Maliq dari luar kamar sambil mengetuk dengan keras pintu kamar Syifa


__ADS_2