
" Shhh..!! Ya Allah..jagalah kandunganku !! " Gumam Syifa seraya meringis menahan sakit.Dia tertatih keluar dari dalam kamar mandi.
Syifa duduk perlahan di sofa dalam kamarnya sambil meraba perutnya yang membuncit.Wajahnya pucat dengan keringat menetes keluar dari pori kulitnya.
" Ceklek !! "
" Assalamualaikum, dek !! " Ujar Maliq seraya masuk ke dalam kamar.
" Waalaikum salam,Kak !! " Suara Syifa lirih menjawab salam Maliq.Dia berusaha bangkit dari tempat duduknya untuk menyambut kedatangan suaminya,tapi rasa nyeri di perutnya kembali menyerangnya.
" Astaghfirullah..!! " Desisnya pelan.
" Dek..!! adek kenapa ?? kenapa wajah adek pucat ?? " cerca Maliq panik bergegas mendekat ke arah istrinya.
Syifa menggeleng pelan. " Insyaa Allah nggak apa apa kak..cuman kayanya adek kecapean jadi keluar flek tadi " Ujar Syifa lirih.
" Astaghfirullah...adek habis ngapain sampe capek begitu ?? ".
" Ayoo...kita ke dokter,dek !! " Ujar Maliq dengan wajah cemas.
" Oke..adek siap siap dulu "
Syifa beranjak menuju lemari untuk mengganti pakaiannya.
" Adek duduk saja nanti kakak yang cari pakaiannya " Maliq menuntun Syifa kembali duduk di sofa.
" Kak..kita singgah di mini market dulu sebentar.Adek pengen makan snack kentang goreng sama minuman lemon " Ucap Syifa tiba tiba ketika mereka sudah di dalam mobil menuju klinik dokter langganannya.
" Oo..iya " Jawab Maliq singkat lalu fokus nyetir.
" Tapi,adek yang masuk cari snacknya " Ujar Syifa pelan.Dia mau dia sendiri yang memilih snacknya,soalnya sudah beberapa kali dia meminta pada suaminya untuk dibelikan snack,selalu tidak sesuai seleranya.
Sontak Maliq mendelik ke arah istrinya." Haa..tapi kan perut adek lagi sakit !? ".
__ADS_1
Syifa tertunduk." Tapi adek mau adek sendiri yang memilih snacknya " Rajuk Syifa dengan wajah cemberut.
Maliq mendesah pelan tanpa menanggapi.
Lima menit kemudian.Maliq menepikan mobilnya di parkiran mini market.
" Adek turun yaa, Kak !! "
Maliq tidak menyahut.Dia bergegas turun dan mengitari mobil membukakan pintu untuk Syifa.
Syifa tersenyum tipis lalu turun perlahan.
" Hati hati,dek..!! apa perutmu masih sakit ?? " Ujar Maliq sedikit gusar.
Syifa menggeleng pelan lalu berjalan dengan perlahan masuk ke dalam mini market.
Maliq menuntun Syifa dengan langkah pelan untuk mengimbangi langkah kecil istrinya.
Setelah selesai membeli keinginan Syifa,mereka kembali menuju mobil mereka yang terparkir untuk lanjut menuju klinik.
" Linda !! " Gumamnya pelan tapi masih terdengar di telinga Maliq.
Sontak Maliq mengikuti arah tatapan Syifa.
" Bruuk !! "
" Astaghfirullahaaldzim !! " pekik Syifa histeris.Entah dari mana datangnya motor yang melaju dengan kencang menyambar tubuh Linda tepat saat Maliq mengarahkan pandangannya pada Linda.
Sontak Maliq berlari ke arah tubuh Linda yang terpental sampai menyebrangi jalan, jatuh terguling tidak jauh dari tempat mereka berdiri.
" Linda..!! " teriak Maliq dengan suara tercekat.
Dengan langkah kecil Syifa berusaha menyusul Maliq yang berlari ke arah Linda.
__ADS_1
Maliq terbelalak melihat wajah mantan kekasihnya bersimbah darah.
" Heii..tolong !! tolong !! " pekik Maliq panik.
Orang orang sudah berkerumun tapi tidak ada yang berniat untuk menolong Linda, malah ada beberapa orang asik merekam dengan ponsel mereka.
Pengendara motor yang menabrak Linda sudah melarikan diri tanpa bisa dicegah oleh orang orang di situ.
" Lindaa...!! bangun Linda !! " Seru Maliq dengan wajah panik.
" Deg..!! " Syifa yang melihat sorot khawatir di mata Maliq,ada rasa cemburu menyusup dalam hatinya dengan tatapan suaminya itu pada mantannya.
" Astaghfirullah..kenapa aku masih memikirkan rasa cemburu disaat seperti ini.Ampuni aku yaa Allah " Batin Syifa.
Maliq meraup tubuh Linda yang bersimbah darah lalu membopongnya menuju mobilnya yang masih terparkir di parkiran.
Syifa yang bisa membaca situasi langsung membuka pintu mobil, memberikan ruang pada Maliq untuk membaringkan tubuh Linda di jok belakang.
Maliq bergegas masuk ke belakang kemudi lalu menjalankan mobilnya dengan kecepatan penuh.Tanpa sadar,Maliq telah melupakan istrinya yang belum sempat masuk ke dalam mobil dan meninggalkannya terpaku di parkiran mini market.
" Kak Maliq !! " Desis Syifa sendu.
Syifa membuka tas yang tersampir di bahunya,berniat untuk menelpon Maliq.
" Ya Allah..sepertinya ponselku tertinggal di dalam mobil " Syifa menepuk dahinya pelan seraya tersenyum kecut.
" Biarlah, aku menunggu kak Maliq di sini.Kak Maliq pasti balik ke sini untuk menjemputku " Gumamnya lagi seraya mencari tempat duduk untuk menunggu suaminya.
" Aaaww !! La Illaha Illawllah..!! Astaghfirullah...!! " Desis Syifa menahan sakit di perutnya yang kembali menyerang.
Pandangan Syifa tiba tiba buram.Bumi terasa berputar hebat.Lalu...
" Bruk !! " Tubuh Syifa limbung dan hampir terhempas ke tanah. Tapi, sepasang lengan kokoh menopang tubuh mungil Syifa.
__ADS_1
" Syifa..!! " Gumam pemilik lengan itu dengan nada panik.