
"Mamah pamit,Mamah menyesal mendatangimu untuk mengabarkan Syifa.ternyata Syifa itu bukan apa apa di hati kamu.Nikmatilah rasamu Maliq...jangan pernah menyesal jika Syifa berada di titik jenuh.Dan ingat,Mamah adalah orang yang pertama mendukung Syifa jika dia meminta berpisah darimu.Satu lagi,jangan pernah meminta restu dari Mamah kalau kau masih nekat mau menikahi gadismu itu. "Ujar Mamah geram melihat sikap Maliq yang hanya terdiam tanpa ekspresi.Mamah berdiri dengan kasar lalu berlalu dari hadapan Maliq sambil menghentakkan kakinya.
Maliq hanya bisa melongo melihat Mamah yang berlalu menjauh dari hadapannya,tanpa memberi dia kesempatan untuk berargumen.
Dihembuskannya napasnya dengan kasar.Dia merenungi setiap kata kata yang keluar dari mulut Mamah.
"Syifa memang gadis yang luar biasa,tidak bisa dipungkiri kenyataan itu.Tapi hatiku sudah terikat dengan Linda "Gumam Maliq sambil menyugar rambutnya dengan kasar.
Maliq tiba tiba teringat dengan Linda.
"Ternyata Linda itu sudah kenal dengan Willy..katanya Willy sepupu dari sepupu Linda.Tapi kok aku melihat tingkah Linda dan Willy agak sedikit aneh yaa?" Gumam Maliq sambil membaringkan tubuhnya di sofa.
Flash back
"Sayaang....maaf aku ke toilet tadi.."Ujar Linda sambil tersenyum manis ke arah Maliq.
Willy yang duduk membelakangi Linda sontak memutar badannya mendengar suara Linda.
Mata Willy membulat sempurnah ketika melihat sosok yang ada di belakangnya.
__ADS_1
"Willy..!!."Lirih suara linda tercekat di tenggorokannya.
"Kalian saling mengenal ??"Tanya Maliq sambil menatap Willy dan Linda bergantian.
Willy diam dan menatap tajam ke arah Linda.
"Ee..iya sayang,aku kenal sama Willy,dia itu sepupu dari sepupu aku.Jadi kami sudah sering bertemu di rumah Uncle Jems"Tutur Linda cepat agar bisa menutupi apa yang sedang disembunyikannya.
Willy mengepalkan kedua tangannya menahan kesal.Ditatapnya wajah munafik Linda dengan sejuta kemarahan.
"Ooh...bagus dong..jadi aku nggak usah cape cape lagi memperkenalkan kalian berdua.
"Sayang...mana kejutannya?"Tanya Linda sambil bergelayut manja pada Maliq.
Willy membuang pandangannya,jengah dengan sikap Linda.
"Oh..Iya,Willy tunjukan pesananku bro..." Ujar Maliq pada Willy.
"Ayo..!!."Willy tanpa basa basi lagi beranjak menuju mobil pesanan Maliq.Linda menatap punggung Willy dengan gelisah,dia takut Willy akan membocorkan rahasia besarnya pada Maliq.
__ADS_1
Saat tiba di tempat mobil,Willy berdiri agak jauh dari Linda dan Maliq.
"Sayang..ini kejutannya..kamu suka hmm?"Pekik Maliq sambil tersenyum ke arah Linda.
"Maksudnya ini mobil buat aku ???"Linda merasa kurang yakin dengan pernyataan Maliq.
"Iya...ini hadiah buat kamu,biar kamu nggak usah cape cape menunggu taxi kalau mau pergi pergi "Ujar Maliq antusias.
"Astagaa sayang...ini benar benar kejutan.Terima kasih sayang..."Pekik Linda sambil memeluk Maliq di depan Willy tanpa risih.Willy memutar bola matanya jengah.
"Cih...munafik,dasar matre " Gerutu Maliq lirih.
"Drtt...Drtt...Drtt..."Tiba tiba ponsel Maliq berdering dari dalam saku celana Maliq.
"Aku terima telpon dulu ya..."Ujar Maliq sambil melihat layar ponselnya.Linda mengangguk sambil memperhatikan mobil hadiah yang diberikan Maliq untuknya.
Setelah Maliq menjauh,perlahan Linda mendekati Willy.
"Willy,jangan sampai kamu salah ngomong pada Maliq.Kalau tidak rahasia terbesarmu akan sampai di telinga uncle Jems.Camkan itu!!!" Bisik Linda sambil menatap Willy dengan tatapan mengintimidasi.
__ADS_1