Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
98


__ADS_3

"Ini aku beli sebelum berangkat ke Jakarta "


"Tapi kenapa tidak pernah ada notifikasi pemberitahuan pemakaian tabungan masuk di ponselku ??" Tanya Maliq pada Syifa.


"Mmm..it itu..aku beli pakai uangku Kak.."Ujar Syifa gagap.


"Pakai uangmu??"beo Maliq.


Syifa mengangguk kecil lalu menunduk.


"Memangnya kamu dapat uang darimana??apa kamu bekerja ??


"Uang bonus ikut lomba karya ilmiah di kampus Kak " Tutur Syifa ragu ragu.


Tiba tiba Maliq menghentikan mobilnya di tepi jalan.Matanya nyalang menatap Syifa.


"Ternyata tidak salah penilaianku awal ketemu kamu.Memang benar kamu itu gadis sombong dan angkuh..sekarang turun kamu dari mobilku,kamu kan wanita hebat....turun !!"Pekik Maliq pada Syifa.Syifa tersentak dan menatap Maliq dengan tatapan bingung.


"Ap...apa maksud Kak Maliq??"Syifa mengerutkan keningnya meminta penjelasan dari Maliq.


Maliq turun dari mobil dan membuka pintu di samping Syifa."Turun kataku !!"Bentak Maliq sambil menarik Syifa keluar dari mobil.


Tubuh Syifa tertarik dengan kasar dari tempat duduknya.


"Brukkk..."Maliq membanting pintu mobil lalu menjalankan kembali kendaraan roda empatnya itu dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


" Apa lagi salahku ??".Gumam Syifa sambil menatap bingung ke arah mobil Maliq yang semakin menjauh.


Syifa melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki.


"Hffft....kenapa dia mau mengantarku kalau hanya diturunkan sedangakan belum separuh perjalanan.Mana kampusnya masih jauh lagi "Gumam Syifa sambil terus berjalan.Peluh mulai membasahi gamis panjangnya.


Zidan yang melintas,melambatkan laju mobilnya.


"Itu bukannya Syifa??kenapa dia berjalan kaki ?" Gumam Zidan sambil memperhatikan Syifa dari kaca spion.


Zidan memundurkan mobilnya lalu berhenti tepat di samping Syifa.


"Syifa...mau ke kampus??Ayo bareng aku !!"


Syifa terkejut "Kak Zidan...!!eeh..terima kasih,nggak usah Kak...aku mau mampir di depan,ada urusan. "Ujar Syifa mengangguk hormat pada Zidan sambil melanjutkan langkahnya.


"Mau ke tempat foto copy Kak..itu di depan,tinggal lima puluh meter"Ujar Syifa sambil menunjuk ke arah tempat foto copy yang kebetulan ada tidak jauh dari tempat mereka berdiri.


"Setelahnya kamu ke kampus kan ???"


"Iya..Kak...tapi aku sudah janjian dengan Gladis,Gladis akan menjemputku di sini.."Tutur Syifa terpaksa berbohong.


"Astagfirullah...ampuni aku Ya Allah...harus berbohong. Batin Syifa.


"Ooh..ya udah.aku duluan ya.."Pamit Zidan pada Syifa. Syifa mengangguk.

__ADS_1


Zidan masuk ke dalam mobilnya tapi tidak langsung menjalankan mobil.Dia memperhatikan Syifa yang sudah berjalan menjauh dari tempatnya.


"Hhffft...kenapa sih Kak Zidan nggak pergi aja....itu tempat foto copynya sudah dekat,mau ngapain aku di situ..."gerutu Syifa melihat mobil Zidan belum juga bergerak.


"Terpaksa aku beli aja polpen sama buku catatan...Supaya aku bisa masuk ke dalam toko itu..."


Zidan yang melihat Syifa sudah memasuki tempat foto copy, perlahan menjalankan kembali mobilnya.


"Alhamdulillah...akhirnya pergi juga.."Ujar Syifa senang."Terpaksa aku nunggu taxi di sini saja.


NB:waktu itu belum ada taxy on line yaa readers..🙏🙏


***


Sesampainya di kampus,Zidan memarkirkan mobilnya di parkiran kampus.Zidan memicingkan matanya ketika matanya melihat seseorang.


"Itukan Gladis.kata Syifa,Gladis akan menjemputnya.Tapi kenapa Gladis ada di sini"Gumam Zidan sambil mendekati Gladis.


"Gladis...!!bukannya kamu mau menjemput Syifa ???"Tanya Zidan setelah berada di depan Gladis.


"Haa..menjemput Syifa??dia kan diantar sama su...(suaminya)"lanjut Gladis dalam hati.


"Diantar su...siapa ??"cecar Zidan.


"Suuu...sudaranya..iya saudaranya.."Ujar Gladis gagap.Dia terkejut hampir saja membocorkan rahasia Syifa yang sudah menikah.

__ADS_1


Zidan mengernyitkan keningnya....


__ADS_2