Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
238


__ADS_3

" Dan pertanyaan lainnya.Kenapa aku menghindari pelukan kakak..!! "


" Aku bukan menghindar,tapi lebih tepatnya malu.Tadi itu ada orang lain di situ.Tidak sepantasnya kita memamerkan kemesraan di hadapan orang lain.Kita ini muslim, kak..!! muslim itu lebih mengedepankan rasa malu .Aku tidak suka ikut ikutan latah mengikuti gaya barat yang tidak memiliki adab.Walau kita pasangan halal tapi bukan berarti kita lupa etika dan tata krama adab ketimuran kita.Hargailah orang orang di sekitar kita, jangan buat mereka jadi tidak nyaman "


" Mungkin bagi kakak ini hal yang wajar karena memang pada kenyataannya gaya hidup kakak seperti itu.Kakak bebas mengekspresikan rasa kakak tanpa memikirkan akibatnya.Contohnya kemarin, kakak terlalu cemas dengan seseorang yang bukan tanggung jawab kakak,sehingga kakak lupa pada apa yang menjadi tanggung jawab dunia akhirat kakak "


" Menolong sesama manusia itu wajar dan menjadi suatu keharusan.Tapi bukan berarti hal ini membuat kakak jadi lalai dari tanggung jawab di hadapan Allah kelak "


" Maaf,Kak...jika aku bukan istri modern seperti orang orang di luar sana.Tapi inilah aku , Syifa..!! gadis kampung yang terpaksa kakak nikahi atas kehendak kakak sendiri "


Maliq mendongak menatap wajah dingin Syifa.Dia tersentak dengan ucapan Syifa.


" Maa...f !! " Maliq hendak menimpali tapi Syifa mengangkat tangannya." Biarkan aku selesaikan dulu Kak..!! " Ujar Syifa datar.


" Dan yaa...kenapa aku pulang diantar Fandy..!! seperti kataku tadi,aku pingsan di tempat di mana kakak meninggalkan aku "


" Entah bagaimana ceritanya, ternyata Fandy yang membawaku ke rumah sakit.Awalnya,waktu aku masih di dalam ruang UGD,aku berharap kakak yang kembali menjemputku dan membawaku ke rumah sakit.Tapi rupanya ekspektasiku terlalu tinggi, ternyata orang lain yang bukan siapa siapaku yang sudah menolongku ".


" Tapi tenang saja kak..aku tidak hanya berdua di rumah sakit pada saat aku dirawat.Fandy lebih tahu adab,dia menelpon adiknya untuk menemaniku di rumah sakit.Fandy menungguiku di luar kamar.Aku lebih banyak beriteraksi dengan adiknya yang suka rela menungguiku "

__ADS_1


" Nyess..!! " Sekali lagi Maliq merasa tertohok dengan kata kata Syifa.


" Kenapa aku tidak mengabari kakak dengan keadaanku.Sepertinya kakak tahu jawabannya, ponselku ikut serta di mobil kakak saat kakak buru buru menyelamatkan Linda "


" Satu lagi kak, berhubung keadaan kandunganku yang kurang sehat.Dokter menyarankanku untuk tidak naik turun tangga.Untuk itu aku mau minta ijin ke kakak,aku mau menempati kamar tamu "


Penuturan Syifa yang panjang lebar berhasil membuat Maliq terperangah tanpa bisa mengucapkan kata kata.


" Dek..!! maaf !! kakak khilaf lagi " Ucap Maliq sendu seraya tertunduk lesu.


" Kakak mohon jangan tinggalkan kakak.Adek boleh marah ke kakak,tapi jangan pergi dari kakak " Ucapan menghiba dari Maliq hanya dijawab oleh Syifa dengan senyuman dinginnya sedingin bongkahan es.


" Sudah sering aku menjelaskan.Hancurnya suatu hubungan itu ketika di dalamnya sudah tidak memiliki kepercayaan "


" Waktu kakak membawa Linda dan melupakan keberadaanku.Aku tetap berfikir positif dan selalu percaya pada kakak.Aku yakin tindakan kakak hanya atas dasar kemanusiaan, bukan sesuatu yang lain.Tapi aku tidak sangka, malah kakak mencurigaiku pergi dengan laki laki yang bukan mahromku sehingga lupa pulang "


" Bruukk !! " Tiba tiba Maliq menjatuhkan tubuhnya berlutut di hadapan Syifa.


" Maaf..maaf, dek..!! kakak memang tidak tahu diri.Kakak yang berbuat kesalahan, tapi kakak yang memarahi adek.Kakak khilaf lagi,dek..!! " Maliq menjatuhkan wajahnya di pangkuan Syifa seraya menangis.Dia merasa malu dan tertohok dengan ucapan ucapan yang keluar dari bibir Syifa.

__ADS_1


Syifa bergeming di tempatnya.Bahu Maliq bergetar menahan tangisan penyesalannya.


" Jangan jatuhkan harga dirimu,Kak dengan berlutut dan mohon pengampunan dariku.Aku manusia biasa..tidak sepantasnya kakak tunduk kepadaku.Bangkitlah dan mari kita mengambil hikmah dari setiap pelajaran dalam rumah tangga kita "


" Aku bisa mengambil hikmah dari kejadian ini, kak.Sesungguhnya Allah sedang menegurku.Allah sedang cemburu.Mungkin aku terlalu mencintai suamiku lebih dari aku mencintai Allah.Insyaa Allah mulai saat ini, aku akan belajar mencintaimu dengan sewajarnya saja tanpa berlebihan.Karena sejatinya, yang memberikan kebahagiaan abadi itu hanya Allah SWT ".


Maliq mengangkat kepalanya, ditatapnya wajah Syifa dengan tatapan bersimbah air mata.


" Jangan berhenti mencintai kakak,dek..!! kakak tidak bisa mendengar itu !! " Suara Maliq bergetar menahan sakit yang menusuk ke dalam hatinya.Sejuta penyesalan ingin dia ungkapkan pada istrinya,tapi lidahnya terasa kelu.


Syifa menggeleng pelan. "Jangan berlebihan mencintaiku.Bisa jadi jiika Allah berkehendak, aku akan menjadi orang yang paling kakak benci.Dan bila saat itu tiba, kakak akan sangat menyesal dengan sikap kakak saat ini "


" Dan jangan sandingkan cinta kita dengan cinta pada pemilik hidup.Kita akan menjadi orang yang sangat berdosa.Marilah kita saling mencintai tetap dengan kewajaran tanpa melibihi yang seharusnya agar kebahagiaan kita atas dasar ijin dari Allah "


Maliq semakin tergugu mendengar ucapan ucapan Syifa.Dia merasa setiap ucapan Syifa merupakan satu pesan bahwa Syifa ingin segera menghapus rasanya untuk Maliq.


Syifa mengelus punggung tegap Maliq lalu menegakan tubuh suaminya itu. " Ijinkan aku menempati kamar tamu.Aku ingin mengikuti saran dari dokter " Ucap Syifa seraya bangkit dari tempat duduknya.


Sontak Maliq berdiri. " Kakak juga pindah ke kamar tamu yaa,dek..!? Bujuk Maliq mencoba peruntungan lagi.

__ADS_1


Syifa menatap datar wajah Maliq. " Kamarnya kecil,kak..!! kakak pasti tidak nyaman " Ujar Syifa lalu melanjutkan langkahnya keluar dari dalam kamar.


__ADS_2