Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
36


__ADS_3

Setelah menyelesaikan ritual mandinya.Maliq keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk,karena Dia lupa membawa baju ganti tadi ke dalam kamar mandi.


"Hmmm...Dia menyiapkan pakaianku,tumben".Gumam Maliq dalam hati sambil tersenyum tipis sambil melirik sekilas ke arah Syifa yang sedang berdiri di depan jendela..Maliq mengambil pakaiannya lalu kembali lagi ke dalam kamar mandi untuk memakai bajunya.


"Syifa Kamu mau ikut denganku sarapan di restoran??"Tanya Maliq pelan sambil menatap Syifa tidak yakin.


Syifa membalikkan badannya lalu mengangguk kecil,sorot matanya masih sama seperti tadi,datar no ekspresi.


Maliq mengernyitkah keningnnya.Dia heran,tumben Syifa mau diajak biasanya selalu menolak dengan ketus.


"kenapa sikapnya tiba tiba jadi manis??".Batin Maliq.


"Syifa,,!!Seru Maliq dengan lirih


"Iya..ada apa Kak??Jawab Syifa sambil tersenyum manis.

__ADS_1


"Deg...ternyata Dia memiliki senyuman yang sangat manis.kenapa baru kali ini Dia tersenyum manis padaku".Maliq jadi salah tingkah melihat Syifa tersenyum padanya.


"Ee...itu,Aku minta maaf soal tadi"


Syifa menatap Maliq dengan tatapan yang tidak bisa diartikan lalu menghela nafasnya pelan.


"Lupakan masalah itu Kak,Aku juga minta maaf kalau sudah bikin Kakak jadi repot mencariku.Harusnya Aku pamit dulu sama Kakak sebelum pergi.Aku harus belajar jadi istri yang baik tidak egois,belajar menghargai suami walaupun itu tidak memiliki timbal balik yang seharusnya.Tidak abai terhadap suami,selalu menurut kata suami walau seperti apapun perlakuan suami,istri harus hormat pada suami.Ujar Syifa lembut namun sangat tajam menusuk kedalam jantung Maliq.


"Nyess...Maliq merasa tersindir.


Mulut malik langsung kaku untuk menanggapi kata kata Syifa.


"Hmm"..Sahut Syifa sambil mengekor di belakang Maliq.


Mereka berjalan beriringan menuju kamar Linda,sebelum ke restoran Maliq akan menjemput Linda di kamarnya.

__ADS_1


***


Tok..tok..tok...Linda,kamu sudah siap??seru Maliq dari luar kamar Linda sambil mengetuk pintu kamar.Dia memilih tidak memanggil Linda dengan sayang,entah mengapa dia merasa harus menjaga perasaan Syifa yang berdiri tidak jauh dari tempatnya berdiri.


"Ceklek.."


" eh sayang kamu sudah sampai??Ayo,, kita mau sarapan dulu kan?"seru Linda dengan manja.Dia mengamit lengan Maliq dengan manja lalu menutup kembali pintu kamarnya.Maliq merasa risih,diliriknya sekilas wajah Syifa yang datar.


"Linda,jangan begini ada Syifa"bisik Maliq pada Linda.


"Eeh..ada Syifa,maaf Aku nggak liat kamu tadi.Kukira kamu nggak ikut makan lagi sama kita"Ujar Linda lembut,sambil melirik sinis pada Syifa.Entah mengapa Dia merasa ada yang janggal antara Syifa dan Maliq.Dia curiga Syifa dan Maliq mempunyai hubungan khusus.


Syifa tak menanggapi ucapan Linda,Dia hanya melirik datar ke arah Linda lalu berjalan mendahului Maliq dan Linda.


***

__ADS_1


Tiba di restoran mereka mengambil tempat di sudut ruangan.Linda duduk di samping Maliq,Dia tidak melepaskan rangkulannya di lengan Maliq,Syifa menatap mereka dengan datar.Syifa duduk di hadapan mereka berdua.Maliq merasa risih dengan tatapan Syifa,Dia melepaskan pelan lengannya dari rangkulan Linda.


"Malu diliat orang,Linda!!".Bisik Maliq pada Linda.Dengan terpaksa Linda melepaskan rangkulannya di lengan Maliq.Syifa memutar bola matanya jengah melihat sikap Linda.


__ADS_2