Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
136


__ADS_3

🌷🌷🌷 Jika aku ingin membayar kesakitanku ini,bukan berarti aku akan melupakan ketetapan Rabbku.Apa yang terjadi adalah kehendakNya.Dan akhir dari semua itu adalah sebuah hikmah...🌷🌷🌷


^^^💗 Nursyifa 💗^^^


...***...


Syifa menatap Maliq dengan penuh tanda tanya.


" Sudahlah,nanti kita bicarakan lagi.Ayo siap siap kita cari sarapan di luar.Setelah itu kita kerumah Mamah" Ujar Maliq lembut.


Syifa hanya mengangguk pasrah.Dia mau protespun pasti Maliq akan memaksakan kehendaknya.Lalu berdiri mengambil kaos kaki dan handshocknya dan mengenakannya.


Mereka berjalan beriringan keluar dari kamar Syifa menuju mobil yang sudah di siapkan oleh Maliq waktu selesai mandi tadi.


" Kita cari sarapan di mana ??" Tanya Maliq pada Syifa berusaha mencairkan suasana kaku di dalam mobil.


" Terserah.." Jawab Syifa singkat.


" Haaah.." Maliq menghembuskan napasnya kasar.


" Baiklah,kita ke taman kota saja,kita cari bubur ayam.Bagaimana ??"


Syifa tidak menanggapi Maliq,dia hanya diam sambil memandang keluar jendela mobil.

__ADS_1


" Itu ada gerobak bubur ayam " Tunjuk Maliq pada gerobak bubur ayam sambil menepikan mobilnya.


Mereka sudah sampai di taman kota.Terlihat banyak orang yang lagi joging.Penjual makanan juga banyak berjejer meramaikan susana taman kota.


Syifa terpana." Hmm dua tahun lebih aku tinggal di kota ini,baru kali ini aku mengunjungi taman kota." gumam Syifa di dalam hati.


Hari hari yang dilewati Syifa hanyalah berada di seputaran kampus dan rumah dan sesekali dia ke swalyan untuk berbelanja kebutuhannya dan kebutuhan rumah.


Selama ini Maliq tidak peduli apa yang dilakukan Syifa.Tidak pernah sekalipun dia mengajak Syifa untuk jalan jalan untuk refreshing.Hari harinya selalu sibuk tentang kantor dan Linda.


Maliq yang mengerti arti tatapan Syifa,jadi merasa bersalah. " Maafkan aku Syifa,selama ini aku selalu mengabaikanmu.Tak sekalipun aku mengajakmu jalan.Lihatlah tatapannya itu." Gumam Maliq dalam hati.


" Syifa...kita makan di sana yuk.." Ajak Maliq pada Syifa sambil membawa dua mangkuk bubur ayam.Mereka menikmati sarapan di taman kota dengan perasaan masing masing.


" Kita langsung ke rumah Mamah atau mau jalan jalan dulu ??" Tanya Maliq pada Syifa.Merek sudah selesai menikmati sarapan mereka.


" Langsung ke rumah Mamah saja " Jawab Syifa.


" Ok..baiklah " Ujar Maliq sambil membukakan pintu mobil untuk Syifa.


Syifa yang diperlakukan manis oleh Maliq hanya menatap Maliq dengan tatapan datar.


Sebenarnya dalam hatinya dia merasa tersanjung.Tapi segera ditepisnya rasa itu.

__ADS_1


"Jangan Baper Syifa,dia hanya merasa bersalah saja sama kamu." Batin Syifa.


Maliq mulai menjalankan kendaraannya dengan pelan.Dia ingin menikmati moment seperti ini lebih lama dengan Syifa.Sebenarnya dia ingin mengajak Syifa jalan jalan,tapi dia masih ragu.Dia takut Syifa merasa tidak nyaman dan akhirnya malah menjauhinya.


"Biarlah aku mendekatinya pelan pelan saja" Gumam Maliq dalam hati.


" Kak...Kita beli buah dulu buat Mamah !!" Kata Syifa tiba tiba memecah kesunyian.Dia melihat kios penjual buah yang kayanya baru buka,soalnya penjualnya baru mau memindahkan buah buahan yang di jualnya ke rak rak buah.


Maliq menepikan mobilnya.Syifa bergegas keluar dari mobil dan menuju kios buah.


Syifa membeli buah anggur,buah naga dan alpukat.Karena setau Syifa Mamah paling suka mengkonsumsi ketiga buah tersebut.


Sesampainya di rumah Mamah Maliq.Merek berdua disambut oleh Bu Siti.


" Assalamualaikum Bu.." ucap Syifa memberi salam pada Siti.


"Waalaikum salam Warrahmatullahi wabarakatuh " Siti menjawab salam Syifa.


" Mamah mana Bu...??"


" Di kamar Nak...!! mari masuk dulu."


Maliq menyelonong masuk ke dalam kamar Mamahnya.Diikuti oleh Syifa dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2