Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
241


__ADS_3

" Ekheem...boleh aku bergabung ?? " Syifa dan Mamah sontak menoleh mendengar ucapan seseorang yang menginterupsi mereka.


Setelah sesaat melihat Mamah dan Syifa dari kejauhan,Sandra memutuskan untuk bergabung dengan mereka.


" Sandra !! ayo duduk sini,nak !! " Seru Mamah tersenyum lembut ke arah Sandra.


Sandra mengambil tempat di damping Syifa.


" Bagaimana perasaanmu,Syifa..?? apa sudah tidak keram lagi perutmu ??" Tanya Sandra pada Syifa.


Syifa menggeleng pelan seraya tersenyum ke arah Sandra." Alhamdulillah sudah tidak lagi ".


Mamah memperhatikan interaksi Sandra dan Syifa. " Sepertinya mereka semakin dekat tanpa ada kecanggungan.Syukurlah mereka akur " Batin Mamah.Dia belum tahu yang sebenarnya bahwa Sandra sudah ditalak oleh Maliq.


" Mm...Syifa,Sandra..!! kehamilan kalian kan sudah masuk bulan ke tujuh.Kita sudah bisa melaksanakan tujuh bulanan.Bagaimana kalau minggu depan kita melaksanakannya ".Ujar Mamah sesaat setelah mereka bercengkrama.


Sontak Syifa dan Sandra mengalihkan atensi mereka pada Mamah.


" Iya..Mah !! aku terserah Mamah saja.Mana yang baik menurut Mamah, aku ngikut aja " Ujar Sandra seraya menundukan kepalanya.Dia merasa cukup tau diri di sini.Dia sadar, tidak seharusnya dia berada di keluarga ini dan mendapatkan perhatian lebih.Dia tidak lebih dari seorang pecundang yang telah menghianati dan menipu orang yang tulus menyayanginya.


" Iya sayang...Mamah ingin kalian berdua selalu diberi keselamatan dan diberi kelancaran sampai persalinan nanti " Ucap Mamah seraya menatap kedua menantunya dengan tatapan kasih sayang.


Syifa menatap Mamah dengan tatapan bingung.Ada sesuatu yang ingin diutarakannya pada mertuanya itu, tapi dia merasa ragu.


" Mm..mah..!! "


" Nak Syifa..ada teman Nak Syifa datang !! " Bu Ati tiba tiba datang memotong ucapan Syifa yang seketika menggantung.


" Siapa Bu Ati ?? " Tanya Syifa mengalihkan atensinya pada asisten rumah tangganya itu.


" Non Gladis, Nak..!! " Jawab Ati hormat.


" Ooh..iya, Bu..!! suruh masuk dan tunggu di ruang tamu saja, Bu..!! nanti aku ke sana ".


" Iya, Nak...saya permisi dulu " Bu Ati beranjak dari tempatnya kembali menemui Gladis.

__ADS_1


" Maaf, Mah..!! Syifa menemui teman Syifa dulu " Ujar Syifa sungkan.Dia merasa tidak enak harus meninggalkan mertuanya.


" Iya..Nak.Tidak apa apa.Temui dulu temanmu.Biar Mamah sama Sandra di sini dulu " Sahut Mamah seraya tersenyum lembut ke arah Syifa.


Syifa turun dari gazebo dan beranjak menemui Gladis sahabatnya.


" Gladis !! " Ucap Syifa menyebut nama sahabatnya.


Gladis yang sedang duduk bersandar di sofa empuk di ruang tamu,seketika menoleh dan sontak berdiri dari tempatnya.


" Plend..!! kemana aja kamu ?? kak Maliq mencarimu sampai ke rumahku !! Kamu ngambek sama kak Maliq ?? Apa kamu kabur lagi ?? " pekik Gladis mencecar Syifa lalu memeluk sahabat mungilnya itu.


Syifa yang dicecar dan dipeluk dengan erat oleh Gladis hanya diam dan membalas pelukan sahabatnya itu.


Gladis mengurai pelukannya. " Plend..!! jawab dong..!! kenapa diam ?? " Ujarnya sambil menatap dengan intens wajah putih bersih milik Syifa.


" Huuff...duduk dulu !! " Titah Syifa seraya menghembuskan nafasnya.


" Kalau nanya itu satu satu.Jangan nyerocos aja kaya bebek mau beranak " Gerutu Syifa sambil menghempaskan bokongnya di sofa.


" Apa ini Syifa sahabatku ?? ternyata dia bisa konyol juga " Batin Gladis sumringah.


Syifa tersenyum tepatnya nyengir kuda. " He..he..iyakah ??.Setahuku bebek itu beranak...atau mungkin bebeknya ikut perkembangan jaman sehingga bebek sekarang sudah bertelur !! "


" Ha..haa...haaa..!! plend ternyata sepulang dari Jerman otakmu sudah ganti.Yang dulunya cerdas sekarang sudah o'on " Gladis semakin terbahak mendengar pernyataan absurd dari sahabatnya.


Syifa terkekeh pelan lalu kembali ke mode asli.Mode cool.


" Sama siapa ke sini ?? " Tanya Syifa setelah beberapa saat.


" Sebenarnya sama Kak Will.Tapi mendadak Kak Will dapat telpon dari show room, jadi Kak Will buru buru langsung ke show room dulu.Nanti balik lagi jemput aku " Jawab Gladis.


" Oo " Syifa mengangguk dan hanya ber Oh saja.


" By the way...kemarin ke mana sih ?? " Gladis mengulang pertanyaannya tadi yang belum dijawab oleh Syifa.

__ADS_1


Syifa menatap wajah Gladis. " Ke rumah sakit !! " Jawab Syifa singkat.


" Haa...?? maksudnya ?? Tanya Sandra bingung.


" Sebenarnya..." Syifa lalu menceritakan kronologis kejadian kemarin sampai dia dinyatakan menghilang oleh suaminya.


" Ooh...begitu !! tapi, ehh...kata Kak Maliq dia meninggalkanmu di parkiran gara gara menolong si ulat keket itu.Sampai Kak Will marah dan pengen nonjok Kak Maliq "


" Deg..!! " Syifa sengaja tidak menceritakan peristiwa Maliq meninggalkannya dengan tidak sengaja.Dia hanya menceritakan bahwa dia pingsan di parkiran.


" Ternyata Kak Maliq menceritakan kesalahnnya.Padahal aku tidak ingin orang menyalahkan kak Maliq " Batin Syifa.


" Oohh..itu tidak sengaja.Itu spontanitas.Kak Maliq panik melihat Linda bersimbah darah.Kak Maliq tidak punya niat meninggalkanku " Sahut Syifa membela Maliq.


" Hff..spontan sih spontan..!! tapi tidak juga lupa istri cuma gara gara panik melihat keadaan mantan " Gerutu Gladis kesal.Dia gemas mendengar tanggapan Syifa seolah tidak mau suaminya disalahkan.


" He..he..sudahlah Gladis..!! yang penting kan aku sudah kembali dengan selamat dan tak kurang apapun " Syifa terkekeh dan terharu melihat perhatian sahabatnya.


" Huhh...kamu memang selalu baik...tidak pernah menganggap kesalahan itu menjadi suatu kesalahan.Kalau Kak Will yang mengabaikanku begitu, fix kuberi kopi campur sianida dia " Ujar Gladis masih menggerutu.


" Astaghfirullah...dosa loh..!! durhaka sama suami nanti " Pekik Syifa seraya membulatkan matanya.


" Biar tau rasa !! "


Syifa menggeleng pelan. " Suamiku khilaf, sayang..!! " Syifa mencubit pelan hidung bangir milik sahabatnya.


Gladis menatap wajah sahabatnya. " Terbuat dari apa hatimu.Tidak sedikitpun kau marah dengan tingkah menjengkelkan suamimu itu " Batin Gladis.


" Masyaa Allah...sesalah apapun diriku, kau tetap membelaku..maafkan aku, dek !! "


" Aku iri dek...kenapa hanya didepan gladis kau bisa lepas ...dan tenyata kau bisa konyol juga.Aku mau dirimu bisa bercanda bebas denganku juga.Aku janji, aku tidak akan mengulangi kesalahanku lagi dan akan kubuat kau bisa bebas bercanda lepas denganku...aku ingin melihat dirimu tertawa lepas di depanku "


Batin Maliq berbicara.Dia berdiri di balik tembok menguping pembicaraan Syifa dengan sahabatnya.


Sesaat kemudian Maliq beranjak dari tempatnya menuju lantai dua.Dia ingin mandi, badannya sudah terasa lengket setelah tidur cukup lama tadi.

__ADS_1


__ADS_2