Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
148


__ADS_3

" Hhfft..." Maliq membuang napasnya dengan kasar.Dadanya terasa sesak menghadapi semua peristiwa beberapa hari terakhir ini.


Maliq memijat pelispisnya mengurangi nyeri di kepalanya yang semakin berdeyut.


" Aku akan menelpon Mamah..." Ucap Maliq sambil meronggoh saku celananya mencari ponselnya.


" Astaga...kemana ponselku !!" Kesal Maliq ketika tidak menemukan ponselnya di saku celananya.


Maliq bergegas menaiki tangga menuju kamarnya untuk mencari ponselnya.


" Hallo..Assalamu Alaikum,Mah...!!!" Ujar Maliq setelah menemukan ponselnya di atas nakas dan berhasil menghubungi Mamah.


" Waalaikum Sallam Warrahmatullahi Wabarakatuh...iya ada apa,Nak ???" Jawab Mamah lembut.


" Gimana Mah...Mamah sudah pergi ke kampus Syifa ??"


" Belum Nak...Insyaa Allah rencananya besok Mamah ke sana " Jawab Mamah.


" Oo...ok baik Mah...semoga besok Mamah bisa dapat alamat Syifa di Jerman.Kalau begitu aku tutup dulu telponnya ya Mah.. Assalamu alaikum!!"


" Iya Nak...Waalaikum Salam Warrahmatulahi Wabarakatuh ".

__ADS_1


"Tut..tut.."


"Maliq...Maliq...baru tau rasa kamu di tinggal Syifa,bingung kan...!!" Gumam Mamah sambil menyeringai.


Kembali Mamah masuk ke dalam penginapan Syifa.Saat ini Mamah berada di tempat Syifa menginap.Dia ingin mengantar Syifa ke bandara.Waktu menerima telpon dari Maliq tadi dia sengaja keluar dari kamar Syifa,agar Syifa tidak mendengar percakapannya dengan Maliq.


" Sayang...sudah siap semua ??" Tanya Mamah pada Syifa yang sedang memeriksa bawaannya.


"Iya..sudah Mah..tinggal menunggu Gladis menelpon,kalau dia sudah menuju bandara kita berangkat ke bandara juga.Syifa sudah telpon Gladis tadi,kita ketemuannya di bandara saja.Syifa bilang Mamah yang akan mengantar Syifa ke bandara.


" Oh...Iya."


" Sayang...Mamah boleh minta sesuatu sama kamu lagi??" Ucap Mamah sambil menggenggam kedua tangan Syifa lalu menatap Syifa dengan tatapan lembut penuh kasih.


" Mamah minta...ja...jangan ceraikan Maliq.Beri dia kesempatan untuk memperjuangkanmu.Kita lihat sampai di mana perjuangannya untuk mengejarmu " Ujar Mamah terbata bata.Dia merasa malu harus memohon pada Syifa untuk kesekian kalinya.


Syifa menunduk resah." Mah...Syifa tidak ingin memaksa Kak Maliq untuk menerima Syifa.Syifa tidak ingin jadi orang yang egois memaksakan sesuatu pada orang yang membuat orang itu tidak nyaman".


" Tidak,sayang..Maliq mencintaimu.Cuma dia tidak sadar saja bahwa selama ini dia telah mencintaimu.Ketahuilah sayang...saat ini dia lagi panik mencari keberadaanmu.Maliq sudah menceritakan peristiwa kemarin yang kamu lihat.se...sebenarnya kamu salah paham " Ujar Mamah sambil menatap wajah Syifa dengan lembut.


" Salah paham ???" Beo Syifa sambil mengernyitkan keningnya.

__ADS_1


" Iya...kamu melihat Maliq memeluk Linda,sebenarnya Maliq sedang menenangkan Linda yang tidak terima di putuskan oleh Maliq.Mamah juga kesal sih..kenapa harus pake acara peluk peluk segala.Makanya Mamah beri pelajaran pada Maliq,dengan tidak memberitahukan keberadaanmu pada Maliq." Tandas Mamah pada Syifa.


" Saat ini biarlah Maliq merenungi semua kesalahannya selama ini.Kejarlah saja dulu cita citamu.Andai Maliq memang benar benar telah sadar dia akan tetap mencari dan menunggumu.Inilah waktunya kamu menguji kesungguhan hatinya.Jika kalian berjodoh,kalian pasti akan bersatu kembali" Ujar Mamah lembut sambil mengusap punggung tangan Syifa.


Syifa hanya tertunduk sambil merenungi kata kata Mamah.


" Apa benar Kak Maliq benar benar telah memutuskan Linda ??aku takut itu hanya akal akalannya saja untuk mengelabui Mamah.Dia terlalu serakah ingin memiliki Linda dan juga menginginkan aku " Batin Syifa.


" Astagfirullah...kenapa aku jadi suudzon pada orang yang belum pasti kebenarannya" Syifa beristigfar dalam hati.


" Syifa...Syifa !!!.Jadi bagaimana sayang ??Tapi Mamah tidak memaksamu jika hal ini membuatmu tidak nyaman "


Syifa tersentak dari lamunannya.


" Baiklah Mah....Syifa tidak akan menggugat cerai Kak Maliq sampai Kak Maliq sendiri yang akan meminta Syifa pergi.Syifa akan menunggu Kak Maliq sampai Syifa menyelesaikan pendidikan Syifa.Andai memang Kak Maliq sudah tidak menginginkan Syifa lagi,Syifa akan menerima keputusan Kak Maliq apa pun itu" Ujar Syifa tegas setelah sesaat dia termenung.


" Terima kasih sayang...maafkan Mamah,jika Mamah seakan selalu mengatur hatimu " Ujar Mamah lirih.


" Nggak apa apa Mah...jangan berkata begitu,Syifa tau Mamah melakukan hal ini,karena Mamah menginginkan kebaikan untuk anaknya" Tukas Syifa sambil mengusap bahu Mamah dengan lembut.


Mamah meraih tubuh Syifa dan membawanya ke dalam pelukannya.

__ADS_1


" Sayang...tetap hubungi Mamah setibanya kamu di Jerman.Mamah tetap akan mengirimkanmu uang setiap bulan dan jangan tolak itu " Ujar Mamah membelai kepala Syifa.


" Iya..Mah !!".


__ADS_2