
🌷🌷Haiii...tak lupa Author minta like n votenya yaa...biar author semangat up datenya✌✌
****
"Maaf Kak ...terima kasih sudah mengingatkanku"Ujar Syifa sambil tersenyum lembut pada Maliq...tak ada sedikitpun raut kesakitan di wajahnya...hanyalah tatapannya yang menyimpan sejuta kepedihan.
"Aku tak apa..Kak Maliq menamparku,tapi Aku mohon sebagai istri sahmu..jangan tambah dosaku dengan membiarkanmu berbuat maksiat di depanku"Mohon Syifa menghiba pada Maliq.
Linda berdiri..."Sekarang kau sudah sadar kan di mana posisimu?"cibir Linda pada Syifa.
Syifa tersenyum..."Iya,saya sadar...tapi Aku mohon kamu bersabar,tunggu Kak Maliq menghalalkanmu dulu baru kau bisa masuk ke dalam kamar Kak Maliq dengan bebas.Sekarang lebih baik kamu keluar...agar Kak Maliq bisa beristrahat dengan tenang".Lembut suara Syifa tapi penuh ketegasan mengusir Linda.
"Sayaaang...dia mengusirku"
"Sebaiknya Kamu pulang dulu Linda...kepalaku pening melihat kalian berdua berdebat.".Usir Maliq tegas pada Linda sambil memijit keningnya yang terasa berdenyut.Dia menyesal telah memberitahu Linda bahwa dirinya lagi sakit.
Linda mengkerucutkan bibirnya kesal,dia berlalu dari kamar Maliq sambil menghentakkan kakinya.
__ADS_1
Maliq menatap kepergian Linda sambil berjalan ke arah ranjang dengan sempoyongan.
Syifa berusaha meraih tubuh Maliq untuk memapahnya,tapi Maliq menepisnya dengan kasar.
"Pergi kamu dari sini,bisanya cuma bikin Aku tambah pusing"Bentak Maliq mengusir Syifa.Syifa tersenyum perih.
"Baik Kak...kalau Kakak butuh apa apa,panggil Aku ada di kamar sebelah"Suara Syifa tetap lembut menanggapi bentakan Maliq.
"Aaahh..Aku tak membutuhkanmu,pergiii!!"
Syifa berlalu dari kamar Maliq,air matanya yang di bendungnya dari tadi akhirnya lolos juga.Syifa berlari ke kamarnya dan menguncinya.Dihempaskannya tubuhnya diatas kasur.Tubuhnya terguncang menahan tangisnya yang sedari tadi ditahannya.
"Kak Maliq menamparku demi perempuan itu..hiks..hiks...Papah...Mamah...Adek rindu..".Isak Syifa pilu.
Syifa menangis sampai tidak sadar telah tertidur.Dia tersentak ketika mendengar azan magrib berkumandang.
"Astagfirullahualadzim...Aku ketiduran,Bu Ati masih ada ngak yaa"Syifa bergegas ke arah dapur untuk mengecek keberadaan Ati.
__ADS_1
"Kayanya Bu Ati sudah pulang,ini pintu sama jendela sudah di tutup semua...Hhhfhhh untung Bu Ati orangnya teliti.."Gumam Syifa sambil memperhatikan setiap sudut rumah.
Syifa naik kembali ke atas dan masuk ke dalam kamarnya untuk melaksanakan sholat maghrib.Setelah menunaikan sholat magrib,Syifa beranjak menuju kamar Maliq.Dia melihat Maliq tertidur tenang di atas kasurnya.Ditutupnya jendela kamar Maliq dengan pelan.
Syifa turun kembali ke dapur untuk membuatkan Maliq bubur.
"Kak Maliq...makan dulu Kak..."panggil Syifa pada Maliq dengan lembut.Tak dinampakannya perasaan sedih di hadapan Maliq,dia bersikap seolah tidak terjadi apa apa..
"Kak...ini sudah malam..kakak belum makan"Maliq tidak bergeming.Perlahan Syifa meraba kening Maliq."Sudah tidak panas...tapi tidurnya nyenyak sekali.Biarlah dia tidur dulu,nanti kalau dia sudah bangun aku akan memberinya makan."Gumam Syifa sambil meletakkan bubur di atas nakas.Syifa melangkah ke ruang kerja Maliq.Dia ingat dia belum sempat membersihkan ruang kerja Maliq tadi pagi...sebab Maliq hanya ingin Syifa yang memebersihkan kamar dan ruang kerjanya.
Syifa terbelalak..melihat ruang kerja Maliq yang berantakan..."Ini ruang kerja atau kapal pecah sih..."Gerutu Syifa sambil menyusun kertas kertas yang berserakan di atas meja.
Sekilas Syifa melihat Map berwarna hijau bertuliskan "Laporan keuangan tahunan".
Syifa membuka lembar perlembar kertas di dalam map tersebut...
"Astagfirullah..."Syifa terbelalak...
__ADS_1