Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
23


__ADS_3

Keesokan harinya....


Syifa memasukan pakaiannya kedalam koper yang sudah usang...Maliq masih berada dalam kamar mandi.


"Ceklek"...Tiba-tiba Maliq masuk dengan sudah berpakaian lengkap.


"Sedang apa Syifa??".Tanya Maliq pada Syifa.


"Packing baju".Jawab Syifa datar tanpa menoleh ke arah Maliq.


Maliq mengernyitkan dahinya...


"Heeh...ketus amat,masih bersambung rupanya yang semalam..hmmm"Monolog Maliq dalam hati.


Semalam memang Maliq sempat berdebat dengan Syifa,karena Syifa maunya nanti minggu depan baru ikut Maliq ke kotanya.Tapi memang dasar Maliq yang keras kepala juga,sehingga keputusannya tidak bisa dirubah.Dia tidak mau mendengar alasan Syifa.Alhasil Syifa jadi kesal.


"Nggak usah bawa banyak baju,secukupnya saja.Supaya kalau kita ke sini Insyaa Allah bulan depan,kita nggak perlu bawa baju ke sana kemari.Nanti kalau sudah sampai di kotaku,kita beli baju baru untukmu".Sahut Maliq dengan nada menekan.


"Jadi bulan depan kita balik ke sini???".Tanya Syifa antusias,sambil mendongakkan kepalanya menatap Maliq dengan wajah ceria.

__ADS_1


"Hmmm."Jawab Maliq datar.


"Giliran dibilang mau balik ke sini baru tersenyum,dasar ....!!"geram Maliq dalam hati.


"Pakaian kamu satukan saja dengan koperku,nggak usah masing-masing.Bikin repot saja.Sambung Maliq dengan ketus.


"Iya.."Sahut Syifa tak kalah ketus,sambil memanyunkan bibirnya.


"Eeh...itu muka,Kaya anak kecil ngga dapat permen aja he..he..."Kekeh Maliq dalam hati merasa gemes melihat tingkah Syifa


"Yah...udah Aku tunggu kamu di luar".Ucap Maliq sambil beranjak keluar dari kamar.


"Dasar tukang perintah,angkuh,laki-laki kasar..keras kepala.Hedeh....baru sehari saja menikah dengannya serasa mau meledak dadaku".Gerutu Syifa dalam kamar sambil memasukan baju bajunya ke dalam koper Maliq.


"Sudah siap-siap Nak??".Tanya Mamah Syifa saat Maliq sudah berada di ruang tamu ikut bergabung dengan anggota keluarga Syifa yang lainnya.Di situ ada Om dan Tante Syifa juga.Mereka sengaja datang untuk melihat dan Maliq berangkat.


"Iya Mah,lagi nunggu Syifa bersiap siap".Jawab Maliq.


"Oo..Iya nanti hati hati di jalan Nak...salam buat keluargamu".Ucap Mamah Syifa sendu.Dia sangat sedih harus melepaskan anak bungsunya.

__ADS_1


"Iya,Insyaa Allah Mah..."Ujar Maliq sambil tersenyum lembut ke arah Mamah Syifa.Dia mengerti bagaimana perasaan Mamah Syifa saat ini.


"Nanti berapa Jam perjalanan dari sini sampai di kotamu,Nak?".Tanya Papah Syifa.


"Insyaa Allah kalau nggak ada halangan bisa sampai 5 jam perjalanan kalau nggak banyak istrahat".


"Oo...penat juga kalau kalau sampai 5 jam duduk di dalam mobil.Nanti banyak banyak istrahat saja Nak biar nggak terlalu capek.Sambung Papah Syifa sambil menepuk bahu Maliq dengan lembut.


"Iya ,Pah...!!.


"Kalau Ummi sama Abinya Zahrah kapan balik ke kota M??"tanya Maliq pada Nurul dan Irman yang sedang duduk sama sama di situ.Maliq sudah merubah panggilanya pada Nurul dan Irman dengan alasan kesopanan.


"Insyaa Allah dua hari lagi,soalnya nunggu jadwal pesawat".Jawab Irman.Memang perjalanan ke kota M harus menaiki pesawat soalnya jarak tempuhnya sangat jauh.sebenarnya bisa di lakukan dengan perjalanan darat tapi,Irman tidak mau mengambil resiko dengan membawa bayi mereka harus menempuh perjalanan 5000 km.


"Oo...Iya,Insyaa Allah kalau sudah ada waktu luang nanti Aku sama Syifa jalan jalan ke kota M"Sahut Maliq sambil melihat ke arah Irman.


"Iya..nanti kamu jalan jalan ke sana,sekalian bulan madu..gimana"sahut Nurul antusias.


"Insyaa Allah"....

__ADS_1


__ADS_2