
💖💖💖 Orang sabar bukanlah orang bodoh.Tapi orang yang selalu mengabaikan kebodohan orang yang jahil 💖💖💖
^^^" Nursyifa ""^^^
"Sayang..bangun sayang !! ini Mamah...kenapa kamu seperti ini sayang..bertindak tanpa memikirkan keselamatanmu.Berapa banyak lagi pengorbananmu untuk Maliq...hiks...hiks...hiks.Kamu berkorban untuk orang yang tidak pernah menganggapmu".
" Syifa...bangun,Nak...!! Mamah tidak tau harus bilang apa pada orang tuamu nanti...hiks...hiks...hikss.." Mamah Menangis pilu di depan tubuh Syifa yang dipenuhi alat alat medis.Dibelainya dengan lembut pipi Syifa yang semakin memucat.Maliq menatap Syifa dari kejauhan karena dokter tidak mengijinkan orang masuk lebih dari satu orang.
" Syifa..!!maafkan aku,kamu selalu berkorban demi aku.Tapi belum pernah sekalipun aku membahagiakanmu " Gumam Maliq di dalam hati.Hatinya perih melihat Syifa berbaring tak berdaya.
"Maaf,Pak...ini dengan keluarga pasien bernama Syifa ya Pak ??" Tanya perawat tiba tiba menghampiri Maliq.
" Iya Sus,"
" Bagaimana Pak...apa sudah dapat pendonor darah untuk Ibu Syifa ??soalnya darahnya harus segera ditransfusi sekarang.Dan kami masih butuh tiga kantong lagi, Pak " Tutur perawat pada Maliq.
Maliq bingung...di rogohnya ponsel di kantongnya lalu menelpon Hendra.
" Hallo, Hendra bagaimana sudah dapat pendonor untuk Syifa ??"
" Iya, Pak..tapi baru satu orang.Saya dapat karyawan di kantor.Sekarang kita sudah on the way ke rumah sakit,pak.." Ujar Hendra.
" Oo..Iya, cepat ke sini.Syifa sangat butuh transfusi sekarang " Titah Maliq lalu menutup panggilannya.
" Iya Sus..sudah dapat satu pendonor,sekarang lagi di jalan menuju ke sini "
" Baik,Pak..nanti kalau pendonornya sudah datang langsung ke PMI ya..pak..." Ujar perawat pada Maliq.
" Baik Sus ".
__ADS_1
" Ya..Allah.Aku harus cari di mana lagi sisa pendonornya yang dua orang " Gumam Maliq frustasi.
Mamah keluar dari ruangan ICU dengan mata yang sembab." Maliq..kamu mau masuk??" Tanya Mamah pada Maliq.
" Iya, Mah.Tapi..Syifa masih butuh dua kantong darah lagi Mah...Aku cuman dapat satu orang pendonor,karyawan di kantor Aku " Tutur Maliq sendu.
" Nanti Mamah coba telpon staff Mamah...memangnya golongan darah Syifa darah apa??"
"AB+ "
" Oo..iya nanti Mamah telpon staf Mamah dulu" Ujar Mamah segera mengambil ponselnya di dalam tas yang dibawanya.
Maliq perlahan masuk ke dalam ruang tempat Syifa dirawat.
" Syifa...maafkan aku yang selalu menyakiti hatimu.Aku tau kamu selalu menyembunyikan kesakitanmu dengan sikap dinginmu itu.Aku tau ini tidak adil buatmu,Syifa..aku telah merampas masa mudamu dengan memaksamu menikah denganku.Sekarang,aku mohon bangunlah Syifa...setelah ini aku akan menuruti semua keinginanmu termasuk jika kau ingin bebas dariku,aku akan mengabulkannya Syifa.Aku akan melepasmu walau Mamah akan membenciku ".Maliq terisak,digenggamnya tangan Syifa yang terasa dingin.
"Ternyata Kak Maliq memang sangat menginginkan perpisahan denganku " Batin Syifa menjerit.
Maliq yang sadar ada air yang menetes dari sudut mata Syifa langsung terkejut.
"Syifa..kau menagis ??apa kau mendengarkanku ??aku mohon bangunlah,jangan hukum aku dengan rasa bersalah ini " Maliq semakin mempererat genggamannya di tangan Syifa.Diciumnya berulang ulang punggung tangan Syifa.
Tiba tiba tubuh Syifa kejang kejang.Maliq panik dan berteriak memanggil dokter.
" Dokter..dokter ..tolong istri saya dokter !!!" pekik Maliq.
Tubuh Syifa bergetar hebat,dan sesaat kemudian mulai tenang.
Lalu " Tiiiiit "..suara bedside monitor berbunyi nyaring dan menampilkan garis lurus panjang.
__ADS_1
" Syifa..Syifa..tidak Syifa...jangan pergi Syifa...jangan berani kau pergi Syifa...kau harus mematuhiku Syifa...aku suamimu,ini perintahku..jangan pergi Syifaaa...!!" Pekik Maliq dengan keras sambil menggoyang goyangkan tubuh Syifa.
Mamah dan dokter yang sedang berbicara di depan ruang ICU terkejut mendengarkan teriakan Maliq...segera mereka berlari masuk ke dalam ruangan,diikuti dua orang perawat yang berjaga di ruang ICU.
"Syifa kenapa Maliq ??" tanya Mamah..
Belum sempat Maliq menjawab dokter sudah menimpali.
" Maaf Pak, Bu...boleh tunggu di luar dulu.Kami akan memeriksa pasien dulu "
Mamah segera mendorong kursi roda Maliq untuk keluar dari ruangan.
"Mah...Syifa nggak kenapa napa kan Mah..?" lirih suara Maliq bertanya pada Mamah.Air matanya mengalir deras di pipinya.
Mamah hanya mampu terisak dan memegangi dadanya.Ayin yang dari tadi hanya terdiam perlahan memeluk tubuh Mamah dan menuntunnya duduk di kursi tunggu.
"Ceklek" Pintu ruangan terbuka seiring keluarnya dokter.
" Bagaimana menantu saya,Dok ??"
"Bagaimana istri saya,Dok ??"
Berondong Maliq dan Mamah serentak.
" Maaf Bu,Pak...kami sudah berusaha.Tapi Allah mengkehendakinya lain " Ujar dokter dengan raut penuh penyesalan.
"Tidak..tidak...pasti dokter salah.Istri saya masih hidup kan dok ??dokter bercanda " Pekik Maliq pilu.Dia berdiri dari kursi rodanya lalu mencabut paksa jarum infus yang masih menancap di venanya.
" Syifaa.." Maliq berlari mendekati Syifa yang telah terbujur kaku.
__ADS_1