
" Ya Allah..ingatkan aku jika telah mencintai ciptaanMu diluar batas kewajaran.Sungguh aku tidak ingin rasa itu ada melebihi yang seharusnya.Aku hanya ingin membawa cintaku ini menjadi satu ibadahku kepadaMu "
~ Nursyifa ~
🌷🌷🌷
" Dek..!! adek lagi makan di sini juga ?? Kakak tidak tahu kalau adek di sini" Maliq mendekati meja Syifa lalu menarik kursi duduk di samping Syifa.Dia datang untuk menyapa Syifa.Suaranya bergetar menahan gugup.Dia takut Syifa akan salah sangka dengannya.
" Kakak lagi meeting sama relasi bisnis " Imbuhnya lagi untuk menjelaskan walaupun istrinya tidak memintanya.
Syifa mengangkat wajahnya seraya menatap ke arah suaminya. " Adek juga tidak tahu kalau kakak ada di sini.Kita juga sudah mau pulang kok..Kakak lanjut kerja aja,Kak !! " Ujar Syifa lembut seraya tersenyum tulus.
Maliq semakin salah tingkah melihat reaksi Syifa.Dia gelisah karena sekertaris relasinya adalah orang yang dari masa lalunya.
Sandra yang melihat Maliq seperti gelisah langsung menimpali. " Kalau cuma relasi bisnis,kenapa kamu gelisah ?? "
Maliq yang mendengar ucapan Sandra langsung memutar bola matanya jengah.
" Dek..ii iitu..sekertaris dari Ibu Marta adalah Linda.Maaf,sebelumnya kakak tidak tahu.Pas ketemu tadi baru kakak tahu kalau Linda kerja di perusahaan relasi bisnis kakak " Ujar Maliq pelan dengan suara bergetar.
" Ooh..iya nggak apa Kak..!! Kakak harus profesional.Siapapun orang yang bekerja sama dengan kakak, itu bukan menjadi satu masalah selama orang itu masih bersikap profesional.Dan jika masa lalu kakak akan mempengaruhi profesionalitas..adek rasa kakak sudah lebih dari kata dewasa untuk menyikapi itu " Sahut Syifa diplomatis.
Maliq terperangah." Adek tidak marah ?? "
" He..he..buat apa adek marah dengan sesuatu yang tidak manfaat.Adek tidak ingin berteman dengan iblis.Karena iblis itu paling senang melihat pertikaian dalam rumah tangga " Ujar Syifa terkekeh sambil menggeleng pelan.
" Deg..!! berarti lalu itu,aku iblis dong !"
Sandra terpana dan sedikit tersindir dengan ucapan Syifa.Biar bagaimana dia pernah ingin menghancurkan rumah tangga orang di depannya ini.Tapi terlepas dari itu, kekagumannya pada wanita berhijab itu semakin bertambah.
" Sungguh ..wanita yang luar biasa..!! ini dia kategori wanita berkelas.Aku pun ingin sepertinya.Tapi apa aku bisa ?? " Batin Sandra sambil berdecak kagum dalam hati.
" Maliq..!! meeting kita belum selesai.Jam makan siang sepertinya sudah mau berakhir ".
Ditengah suasana yang sedikit tegang tiba tiba suara lembut sedikit manja menginterupsi.
Sontak Maliq menoleh cepat ke asal suara. " Eeh..iya.Nanti aku kesana !! " Ujar Maliq canggung.
Sandra menatap tajam ke arah Linda.Dia muak dengan tingkah Linda yang seolah menunjukan dia sedang bermanja pada Maliq.
" Ehh..ini kan Syifa yaa..?? masih ingat denganku ?? " pekik Linda sambil mengulurkan tangannya ke arah Syifa.
Syifa tersenyum tipis dan membalas uluran tangan Linda. " Insyaa Allah masih sangat ingat " Ujarnya datar.
__ADS_1
" Aah..syukurlah kalau masih ingat.Maaf yaa,aku sama Maliq punya urusan pekerjaan jadi kami harus makan siang bersama hari ini.Sepertinya kami masih harus ada keterikatan.Hubungan kami yang tidak singkat membuat kami tidak mudah untuk saling melupakan dan Tuhan sudah mengatur itu " Ucap Linda seolah memprovokasi Syifa lalu mengerling manja ke arah Maliq.
Syifa terkekeh pelan." He..he..iya sepertinya memang begitu.Kuatnya pesona suamiku memang membuat seorang tidak bisa move on.Dan kadang orang itu rela menjatuhkan harga dirinya demi menggapai pesona itu " Ujar Syifa tenang menohok hati Linda.
Linda tersentak mendengar ucapan Syifa.Matanya membulat sempurna.Wajahnya merah padam karena merasa disindir oleh kata kata lembut tapi pedas dari mulut Syifa.
Sandra menahan tawanya mendengar kata kata Syifa. " Rasain kamu ulat keket !! enak kan dapat semburan mercon dari Syifa ?? aku saja sampai ketar ketir dapat serangan seperti itu lalu.Tapi aku sudah insaf loh yaa " Batin Sandra.
Maliq terpana mendengar ucapan Syifa." Hmm ...jawaban cerdas .Istriku memang terbaik !! " Batin Maliq.
Linda yang kesal dengan kata kata Syifa,segera beranjak dari tempatnya seraya menghentakan kakinya kesal dan pergi tanpa pamit pada orang di situ.
" Hmm cantik sih...tapi minim attitude !! " Ujar Sandra dengan suara sedikit dibesarkan untuk menyindir Linda.
Linda yang mendengar ucapan Sandra mendelik kesal ke arah Sandra dengan bibir mengkerucut,tapi tetap melanjutkan langkahnya
" Sandra !! " Syifa menatap tajam ke arah Sandra seraya menggeleng pelan.
" He..he...Peace !! Sandra nyengir kuda sambil mengangkat dua jarinya.
" Dek..ayo..kakak kenalin ke Bu Marta, nanti pulangnya bareng kakak saja " Ujar Maliq sambil meraih tangan Syifa dan menggenggamnya lembut.
" Nggak usah,Kak..!! biar adek pulang bareng Sandra saja.Kakak lanjut kerja lagi.Adek kan datangnya bareng Sandra " Tolak Syifa halus dengan senyum tipis.
" Eeh...nggak bisa kaya gitu Syifa.Kau harus pulang bareng Maliq.Kau mau suamimu di gondol pelakor yang belum move on ?? " Delik Sandra.
Sandra yang dipelototin oleh Syifa hanya memasang tampang tidak bersalah.
" Iya ..Sandra !! aku tuh lagi kerja.Bukan lagi pacaran !! " sentak Maliq kesal.Dia kesal dari tadi bicara seolah dia lagi selingkuh.
" Iya..kamu memang lagi kerja dan di sini tujuannya kerja.Tapi kerjanya dengan mantan yang belum move on.Siapa yang bisa jamin itu ulat keket,tidak nempelin kamu ?? awas yaa..kamu nyakitin Syifa lagi !! cukup aku wanita terakhir yang tidak tahu malu, berani nyakitin istrimu yang tulus ini. " Sandra tiba tiba berujar sendu.Dia menunduk dalam dengan tatapan penyesalan.
Sontak Maliq menatap ke arah Sandra.Dia terharu dengan pernyataan Sandra yang melindungi Syifa.
" Insyaa Allah..aku berusaha untuk tidak mengecewakan Syifa lagi " Ucap Maliq lembut semakin mempererat genggamannya di tangan Syifa.
" Kamu harus buktikan itu Maliq..!! " Sandra menatap Maliq dengan tatapan tajam.
" Dan yaa..Syifa, biar aku pulang sendiri.Kamu pulang bersama Maliq.Tidak ada penolakan " Tegas Sandra seraya bangkit dari tempatnya dan meraih paper bag berisi belanjaannya.
" Sandra !! " Desis Syifa menyorot tajam ke arah Sandra.
Sandra acuh melanjutkan langkahnya.
__ADS_1
" Ayoo..dek..!! kita gabung dengan Bu Marta " Ajak Maliq pada Syifa setelah Sandra pergi dari situ.
" Maaf, Bu ..!! saya tidak tahu istriku lagi makan di sini juga "
" Perkenalkan, Ini Syifa istriku " Maliq memperkenalkam Syifa pada Marta.
Ibu Marta berdiri mengulurkan tangannya pada Syifa. " Saya Marta,relasi bisnis Pak Maliq.Senang berkenalan dengan anda Bu Syifa ".
" Ahh..yaa.Saya Syifa istri Kak Maliq " Syifa menyambut uluran tangan Bu Marta lalu tersenyum ke arah relasi bisnis suaminya itu.
Maliq menarik kursi untuk tempat Syifa duduk dengan posisi di sampingnya.
Linda yang melihat kedatangan Syifa langsung memasang wajah masam.Bibirnya cemberut mengkerucut.
" Saya tidak menyangka istri Pak Maliq masih semuda ini !! mana cantik banget lagi " Goda Bu Marta lalu melempar senyum tulus ke arah Syifa.Tatapannya menyiratkan kekagumannya pada wanita berhijab itu.
Maliq terkekeh." Ah..ibu !! ucapan ibu bikin saya berasa sudah tua ..hee...hee !! " Kelakar Maliq menanggapi candaan Bu Marta.
Syifa hanya tersenyum canggung mendengar candaan Bu Marta.Sekilas dia melirik Linda yang menatap sinis ke arahnya.
" Nak Syifa..kayanya masih kuliah atau masih SMA ?? " Tanya Bu Marta memilih memanggil Nak..daripada Ibu.
" Tapi kalau dilihat lihat lebih cocok masih SMA loh.." Imbuhnya lagi.
Maliq terbahak. " Tidak ada satupun tebakan ibu yang benar.Yang benar itu,istri saya sudah selesai pendidikan pasca sarjananya. " Ujar Maliq sedikit ada binar bangga di matanya yang menatap lembut ke arah Syifa.Digenggamnya tangan istrinya yang ada di atas meja.
Linda yang memperlakukan Syifa dengan mesra memutar bola matanya jengah.Hatinya sakit melihat kemesaraan pasangan di depannya itu.
Sedangkan Syifa yang menjadi bahan utama pembahasan suaminya merasa risih dan sedikit grogi.
Bu Marta terbelalak. " Apa ?? jadi istri bapak sudah menyelesaikan S2 nya ?? artinya Nak Syifa wajahnya saja yang imut, aslinya sudah cukup umur ?? "
Maliq kembali terbahak." Istri saya baru mau masuk 22 tahun ".
" oooh..Wow !! luar biasa !! masih sangat muda sudah mendapat gelar S2 " Mata Bu Marta kembali membulat sempurna.Matanya menyiratkan kekaguman.
" Iya.."
" Maaf Bu...sepertinya meeting kita sudah selesai dan sudah sepakat seperti pembicaraan tadi " Linda yang jengah dengan pembicaraan Maliq dan Bu Marta tiba tiba memotong ucapan Maliq.
" Ahh..Iya.Sayangnya kita harus akhiri dulu pertemuan ini.Senang berkenalan dengan Nak Syifa.Kapan kapan kita bisa berbincang lagi " Bu Marta sadar dia harus mengakhiri pembicaraannya dengan Maliq.
Syifa mengangguk dan tersenyum tipis lalu berdiri dari tempanya saat melihat Linda dan Bu Marta berdiri hendak pergi.
__ADS_1
" Sampai jumpa lagi Nak Syifa...Pak Maliq !!" Bu Marta mengulurkan tangannya bersalam dengan Syifa dan Maliq.
Tapi berbeda dengan Linda yang melengos begitu saja tanpa pamit pada Maliq dan Syifa.