Kisah Hidup Gadis Introvert

Kisah Hidup Gadis Introvert
18


__ADS_3

"Kak Maliq mau pake lauk apa??".Tanya Syifa pada Maliq.Syifa memutuskan memanggil Maliq dengan panggilan Kakak.


"Pake telur goreng saja Dek."Jawab Maliq sambil melirik ke arah Syifa yang sedang mengambilkan makanan Maliq.Syifa menunduk ketika netranya bertemu dengan manik mata Maliq.Dia masih merasa sangat canggung terhadap Maliq.


Syifa mengangguk pelan sambil mengambil nasi dan telur goreng dituangakannya pada piring Maliq.


Sesaat kemudian,ruang makan itu hening,hanya bunyi denting sendok beradu dengan piring yang terdengar.


***


"Pah,Mah...Insyaa Allah besok saya akan bawa Syifa ke Kotaku.Soalnya banyak pekerjaan tertunda yang harus saya selesaikan".Ujar Maliq setelah acara sarapan selesai.Mereka kini lagi duduk di ruang tamu,terkecuali Syifa dan Nurul yang sedang beberes di dapur.

__ADS_1


"Oo...secepat itu Nak??Mamah fikir nanti minggu depan kamu berangkat".Sahut Mamah Syifa sendu.Semacam ada perasaan sedih menggelayut dalam dirinya mendengar putri bungsunya akan di boyong oleh suaminya jauh darinya.


"Maunya sih gitu Mah,tapi pekerjaanku banyak yang tertunda sejak saya mempersiapkan pernikahan jadi mesti saya tebus sekarang Mah.Tapi,Insyaa Allah bulan depan saya dan Syifa akan singgah di sini beberapa hari,karena rencananya bulan depan saya akan memantau usaha yang di kota B".Ujar Maliq merasa tidak enak dengan mertuanya.


"Yah...sudah Nak,,sebenarnya kami orang tuanya harus sadar Syifa itu sudah menjadi tanggung jawabmu.Jadi yang berhak penuh pada Syifa itu kamu.Kami cuma rasa tidak percaya saja ternyata putri kecil kami sudah menikah.Lirih Mamah Syifa sambil menunduk terisak.Papah Syifa mengusap lembut bahu istrinya sambil menghela nafasnya berat.


"Putri kami masih labil Nak,umurnya baru 18 tahun.Ditambah lagi dia sangat takut berbaur dengan orang-orang baru,Papah mohon kamu membimbingnya degan sabar.Andai ada sesuatu yang membuatmu tidak nyaman dengan Syifa nasihatilah Dia dengan lembut karena Syifa paling takut dengan suara besar.Sedari Dia kecil hingga sekarang Dia tidak pernah kami kasari.Pada dasarnya Dia anak penurut.Jika nanti kamu sudah tidak bisa sabar dengan Syifa,kembalikan Dia pada Kami jangan sakiti Dia.Ucap Papah Syifa panjang lebar menasihati Maliq.


"Insyaa Allah Pah,Saya janji akan menyayangi dan membimbing Syifa".Ujar Maliq sambil menatap kedua orang tua Syifa bergantian.


"Iya Nak...Insyaa Allah sering -seringlah singgah di sini".Sahut Mamah Syifa sambil tersenyum tipis ke arah Maliq.

__ADS_1


Irman yang ikut duduk bersama hanya diam mendengarkan pembicaraan mertuanya dengan Maliq.Karena waktu Dia menikah dengan Nurul dan akan memboyong Nurul ke kotany,reaksi mertuanya juga seperti ini.


Sangat berat rasanya bagi orang tua Syifa harus melepas gadis kecilnya untuk berpisah dari mereka,tapi ini sudah menjadi satu keharusan bahwa faktanya putri kecil mereka sudah menjadi milik orang,mau tidak mau mereka harus melepaskannya.Mereka hanya bisa berdoa semoga Maliq bisa menyayangi putri mereka dengan tulus dan menjadi keluarga Sakinah Mawadah Warrahmah.


***


Tiba-tiba mobil asing berwarna hitam berhenti tepat di depan rumah Syifa dan dari dalam mobil keluar pemuda berkulit putih, berwajah oriental.Pemuda itu berjalan tenggap menuju rumah Syifa.


***


Siapakah pemuda itu???😁😁😁

__ADS_1


Kasih vote,like n komennya dong...😒😒author sedih ngga ada yang kasih vote,padahal babnya sudah sepanjang ini.


🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2