
Syifa menatap langit gelap dipenuhi bintang yang cahayanya redup dibenamkan oleh gemerlap cahaya lampu di seluruh penjuru kota.
Saat ini Syifa berdiri di balkon kamarnya sambil mendekap dadanya.Khimarnya melambai diterpa angin yang berhembus dingin.Udara terasa sangat dingin membelai pipi Syifa karena musim dingin belum berganti.
" Hff..." Syifa menghembuskan nafanya dengan kasar.
" Aku memang sangat berdosa mengabaikan Kak Maliq,seperti kata Mamah dan Papah.Tapi jujur hatiku belum sepenuhnya sembuh " Gumam Syifa mengingat nasihat kedua orang tuanya kemarin saat vidio call ke ponsel Maliq.
Flash Back On
" Astaga ...!!!" Gumam Maliq panik saat menatap layar ponselnya.
Syifa melirik sekilas ke arah Maliq lalu mengernyitkan keningnya.
" Dek...Mamah vidio call " Lirih Maliq sambil memperlihatkan layar ponselnya ke arah Syifa.
Syifa menatap Maliq bingung." Kenapa,Kak ?? kenapa Kak Maliq jadi panik ??
Masalahnya aa aku belum bilang sama keluarga di Indonesia bahwa kamu lagi di rawat di rumah sakit.Aku takut mereka panik " Jelas Maliq dengan wajah bersalah.
" Ooh...nggak apa Kak, biar aku yang akan menjelaskan pada Mamah dan Papah " Ujar Syifa sambil meraih ponsel Maliq.
Maliq menyerahkan ponselnya pada Syifa. " Dek..!!aku ke kantin dulu sebentar mau beli sarapan.Kamu mau titip apa ?? " Ucap Maliq.
" Aku mau makan,makanan di kantin saja.Bosan sama makanan rumah sakit.Samain dengan punya Kak Maliq !!" Ujar Syifa.
Maliq mengangguk lalu melangkah keluar dari ruang rawat Syifa.
Syifa mengusap layar ponsel Maliq mengangkat panggilan vidio dari orang tuanya.
" Assalamu alaikum Mah..Pah..!! " Seru Syifa dengan nada penuh kerinduan saat melihat layar ponsel menampilkan wajah kedua orang tuanya.
" Waalaikum salam warrahmatullahi wabrakatuh..dek !!apa kabar ??? " Ucap Mamah dan papah Syifa serentak sambil tersenyum lebar ke arah kamera.
__ADS_1
" Alhamdulillah...adek baik.Mamah sama Papah apa kabar juga ??"
" Alhamdulillah baik juga,Nak !!!".
" Adek lagi ngapain ?? " Tanya Mamah sambil mengerutkan keningnya memperhatikan sekitar Syifa.
" Itu bukannya di rumah sakit ???" Imbuhnya lagi.
Syifa mengangguk pelan mendengar pertanyaan Mamah.
" Iya,Mah.Syifa dirawat di rumah sakit " Lirih suara Syifa.
" Astagfirullah..kamu sakit apa,Nak ?? " pekik Mamah khawatir.
" Aaadek ngga apa apa Mah..aadek cuman sakit perut terus mencret mencret,mungkin pengaruh cuaca dingin.Tapi kata dokter Insyaa Allah besok,adek sudah bisa pulang" Bohong Syifa dengan suara terbata bata.
Papa mengerutkan keningnya sambil menatap Syifa dengan intens. " Syifa..!!! Kamu tidak sedang berbohongkan,Nak ?? " Tanya Papah.Dia tau saat ini Syifa sedang berbohong.
" Ttt tidak Pah..!! Adek memang cuma sakit perut " Ucap Syifa dengan suara bergetar.Tangannya berkeringat.Dia tidak biasa berbohong.
Syifa salah tingkah dengan gumaman Papah yang terdengar di telinganya.
" Nak Maliq mana,dek ??? " Mamah bertanya untuk menengahi kecanggungan sesaat.
" Aa...Kak Maliq lagi ke kantin Mah..beli sarapan " Jawab Syifa.
" Jadi bagaimana hubunganmu dengannya, hmmm ?? " Suara lembut Mamah bertanya tapi terasa seperti petir bagi Syifa.
" Eehmm...baik,Mah ..!! " Jawab Syifa sambil membuang pandangannya menghindari tatapan Mamah dan Papah.
" Maksud Mamah...apa kamu sudah bisa menerima Maliq kembali ??"
Syifa membuang nafasnya dengan kasar." Aku tidak ingin berbohong lagi " Batin Syifa.
__ADS_1
" Adek belum bisa Mah...!! " Lirih suara Syifa.Dia tertunduk menghindari tatapan Mamah dan Papah.
" *Astagfirullah...Syifa..!! Kenapa kamu seperti ini,Nak.Sudah berapa banyak dosa yang kamu tuai ?? Kamu itu manusia bertuhan.Apa yang terjadi di dalam rumah tanggamu adalah kehendak Allah.Tidak baik menyimpan sakit hati terlalu dalam,hal ini akan menyakiti dirimu dan akan membuatmu menderita kematian dalam kehidupan".
"Ingat,Nak !! Berumah tangga itu adalah ladang pahala bagi semua orang yang mau bersabar dengan pasangannya.Mungkin saat itu Maliq sedang khilaf dan saat ini dia datang mengakui kekhilafannya..maka maafkanlah selama dia sungguh sungguh mau memperbaiki kesalahannya.Jangan pernah menganggap selamanya dirimu itu benar,hal ini akan membuat dirimu jadi manusia takabur dan akan melupakan ketetapan Allah."
"Dalam rumah tangga bukan tentang siapa yang paling baik,melainkan bagaimana bersama sama untuk menjadi lebih baik setiap hari.Ingat Nak...!!! penikahan adalah ibadah terlama di dalam hidup, dan jangan pernah merusak ibadahmu dengan nafsu menyesatkanmu itu* " .
Papah bertutur panjang lebar menasehati Syifa.Dia tidak ingin anak bungsunya itu menjadi orang yang sombong karena merasa diri terdzolimi dalam pernikahannya.
Syifa menunduk semakin dalam mendengar nasihat Papahnya.Setetes cairan bening jatuh di pangkuannya.
" Maafkan Adek... Mah,Pah !!! " Lirih suara Syifa merasa bersalah.
" Iya,Nak...jangan minta maaf pada Mamah dan Papah..tapi mohon ampunlah pada Allah serta minta maaf pada Maliq dengan ikhlas agar sakit hatimu itu akan terhapus berganti dengan rasa lega ".
Syifa mengangguk pelan tanpa berujar.
" Yaa..sudah.Papah tutup telponnya.Beristrahatlah agar lekas pulih.Mamah dan Papah selalu mendoakanmu di sini.Titip salam buat Nak Maliq.." Ujar Papah lembut dengan tatapan penuh kasih.Mamah tersenyum di samping Papah sambil menatap tak kalah lembut ke arah Syifa.
" Iya Pah,Mah...adek merindukan Mamah dan Papah " Ujar Syifa sambil terisak menahan tangis.
" Jangan menangis,sayang ...!! Yaa..sudah...Assalamu alaikum..." Ucap Mamah sendu mengakhiri obrolan mereka.
" Waalaikum salam warrahmatullahi wabarakatuh.." Jawab Syifa sambil menutup panggilan vidio.
Flash back off
" Ya Allah...ampuni aku,Ya Allah..sudah menjadi manusia yang sombong ..!! " Gumam Syifa lirih.
" Dek...ngapain di sini ?? "Syifa tersentak mendengar Suara bariton menyapanya.
Maliq berdiri di samping Syifa sambil menumpukan kedua tangannya di pembatas balkon.
__ADS_1
" Udaranya sangat dingin,dek...masuklah !!! .Kamu belum pulih benar !! " Ucap Maliq sambil menatap Syifa dengan tatapan lembut.
Syifa melirik sekilas ke arah Maliq lalu beranjak masuk ke dalam kamar.